Categories
Seni Sastra

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan Internasional

Dikutip dari laman berita online Viva.co berdasarkan dengan studi “Most Littered Nation In the World” yang kemudian dilakukan oleh Central Connecticut State University yaitu pada tahun 2016 lalu, di ketahui jika minat baca dari masyarakat Indonesia yang berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang ada. Sehingga bisa dibayangkan betapa masih minimnya tentang minat baca yang ada di dalam diri masyarakat Indonesia.

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan 

Namun, meskipun tidak membaca masih tergolong sangat rendah, Indonesia ternyata tidak pernah kehabisan karya sastra yang berkualitas yang lahir dari buah pikiran anak bangsanya. Tak hanya itu saja dengan menampilkan cerita yang menarik, para sastrawan juga telah berhasil untuk dapat menarik perhatian dunia karena karyanya turut mendapat berbagai penghargaan Internasional. Siapa sajakah mereka, yang termasuk sastrawan terkenal di Indonesia? Tentunya anda bisa menyimak artikelnya di bawah ini.

 

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Bukunya yang sudah berhasil diterjemahkan ke dalam 34 bahasa ini adalah buku yang menceritakan tentang kehidupan Minke, yang merupakan seorang pemuda pribumi yang dahulu berkesempatan mendapat sebuah pendidikan di sekolah Belanda, dan juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi seorang penulis di sebuah surat kabar yang ada. Kehidupan Minke yang dimana mulai mengalami perubahan ketika dirinya pada saat itu jatuh cinta dengan gadis keturunan Belanda yang bernama Annelies.

Tak hanya dalam buku ini berkutat soal kisah percintaan dua anak remaja ini saja, Pramoedya yang juga turut memasukkan berbagai tokoh, seperti sosok Nyai Ontosoroh yang di dalam buku juga merupakan ibu dari Annelies. Dalam novel ini juga, para pembaca yang dimana bisa merasakan bagaimana cerita tentang Pramoedya yang mengangkat sosok Ontosoroh yang merupakan seorang feminis dalam kesan yang sangat elegan. Selain itu Pramoedya juga yang didalam buku turut menyisipkan sebuah kondisi masyarakat pribumi melalui sebuah pemikiran tokoh Minke.

Novel yang juga merupakan tetralogi seri pertama ini, pada saat itu merupakan novel yang dibuat oleh sang penulis pada saat dirinya telah menjadi tahan di Pulau Buru yaitu pada tahun 1973. Tidak hanya itu saja, buku ini menjadi sebuah karya terbaik. Bumi Manusia juga menjadi buku yang turut mengangkat mama Pramoedya sebagai seorang sastrawan yang paling berpengaruh di Indonesia dan juga berhasil meraih sederet penghargaan Internasional seperti halnya PEN/Barbara Goldsmith Freedom to Write Award, Ramon Magsaysay Award dan juga sederet dengan penghargaan lainnya.

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Buku ini ditulis oleh Ahmad Tohari yaitu pada tahun 1982 Ronggeng Dukuh Paruk adalah buku yang menceritakan tentang kisah cinta Srintil, yang digambarkan seorang penari ronggeng dan Rasus tanaman Srintil sejak dirinya kecil yang berprofesi sebagai seorang tentara. Ronggeng Dukuh Paruk’ yang menemukan latar dari wilayah Dukuh Paruk, yang merupakan desa kecil pada saat itu sedang dirundung boleh kemiskinan, kelaparan dan juga kebodohan.

Selain itu dalam novel pemilihan latar waktu itu di tahun 60an membuat novel ini juga turu memasukan berbagai konflik yang tengah melanda negeri pada tahun tersebut. Pertama kali buku tersebut diterbitkan buku ini hadir di dalam 3 judul yaitu Catatan Buat Emak, Dini Hari, Jantera Bianglala dan Lintang Kemukus. Namun pada tahun 2003, pihak penerbit yang kemudian telah menghadirkannya di dalam satu buah novel yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.

Novel yang berjumlah 379 halaman ini yang tidak hanya mendapat penilaian yang sangat positif dari para pembaca di tanah air. Di mancanegara, Ahmad Tohari yang juga mendapat sebuah penghargaan S.E.A. Write Award (Southeast Asian Writers Award) yang didapatkan di tahun 1995. Dan novel Ronggeng Dukuh Paruk ini yang juga sudah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa lainnya yaitu seperti Jepang, Jerman, Belanda dan juga Inggris.

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Novel romansa yang berjumlah 135 halaman ini adalah novel yang menceritakan sebuah kisah tentang cinta antara Sarwono dan juga Pingkan, yang diceritakan merupakan dua orang dosen yang mengajar di salah satu universitas di Jepang. Kisah cinta yang ada di antara keduanya berjalan tidak mulus, karena Sarwono dan juga Pingkan yang memiliki perbedaan keyakinan yang dimana hal ini pada akhirnya membuat keduanya sulit untuk dapat bersatu.

Belum lagi kehadiran Katsuo yang merupakan seorang dosen yang juga memiliki kedekatan dengan Pingkan. Di dalam novel tidak hanya menghadirkan sebuah kisah cinta sederhana yang ada di antara dua sosok ini, namun di dalam buku setebal 135 halaman, dimana nantinya Anda akan menemukan 95 puisi yang ada dengan kalimat yang begitu syahdu dan mengalun.

Sang penulis, yaitu Sapardi Djoko Damono yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Buku yaitu dalam ajang ASEAN 2018 di Kuala lumpur, Malaysia, untuk dua karyanya, yang berjudul ‘Hujan di Bulan Juni’ dan juga ‘Yang Fana Adalah Waktu’. Novel ‘Hujan Bulan Juni’ buku ini yang merupakan novel pertama yang ada dari seri trilogi yang merupakan novel yang mengisahkan percintaan antara Sarwono dan juga Pingkan. 

Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Bercerita tentang sebuah kehidupan dari 10 anak yang berasal dari keluarga miskin yang kemudian bersekolah di sekolah Muhammadiyah, berlatar di daerah Belitung. Meskipun penuh dengan keterbatasan, namun kesepuluh anak ini yang masih tetap memiliki semangat yang sangat tinggi untuk dapat bisa maju dan meraih kesuksesan di masa depan yang lebih baik. Menamakan ke 10 anak tersebut  sebagai Laskar Pelangi, di novel yang berjumlah 529 halaman ini, Anda nantinya akan disuguhi berbagai macam kisah dan juga masalah yang dialami dan ada tiap tokohnya yang ada dalam menghadapi berbagai macam keterbatasan hidup.

Laskar Pelangi sendiri yang merupakan buku pertama yang ada dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku ini sendiri selanjutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor, dan jiga Maryamah Karpov. Hingga kini, ‘Laskar Pelangi’ yang sudah berhasil menjadi novel yang sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah berhasil diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh banyak penerbit terkemuka. Berkat Laskar Pelangi, juga sang penulis Andrea Hirata yang kemudian dapat meraih berbagai penghargaan internasional, yang ada di antaranya menjadi pemenang pertama untuk sebuah ajang New York Book Festival yang diselenggarakan tahun 2013 di Amerika Serikat, dan juga Buchaward 2013 yang ada di Jerman.

Itulah beberapa Karya sastra yang berhasil dibuat oleh sastrawan Indonesia yang sudah sangat terkenal. Tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun karya-karya para sastrawan tersebut sudah sangat terkenal di mancanegara dan bahkan mendapatkan banyak sekali penghargaan. Tentunya hal ini bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda Indonesia untuk tetap berkarya dan menunjukan diri di mata dunia. Semoga dengan adanya artikel ini juga bisa menginspirasi anda. Terimakasih. 

 

Categories
Seni Sastra

Sastrawan Indonesia Yang Diakui Karyanya Oleh Dunia

Kearifan indonesia adalah hal yang sangat indah dan juga beragama membuat para sastrawan mengabadikannya dalam sebuah karya sastra mereka. Keindahan tersebut bahkan tidak hanya disukai oleh masyarakat indonesia saja. Bahkan dunia pun turut mengapresiasi keindahan karya tersebut, sebuah kearifan lokal yang hadir di karya sastra indonesia. Hal tersebut yang juga membuat sastrawan indonesia ini mendunia. Bahkan buku-buku yang mereka ciptakan pun sudah diterjemahkan ke bahasa asing.

Sastrawan Indonesia Yang Mendunia

Dalam artikel ini akan kita bahas tentang sastrawan indonesia yang karyanya sudah diterjemahkan kedalam bahasa asing dan namanya sudah diakui oleh dunia. Bahkan hingga kini karyanya masih di gemari dan di baca oleh banyak orang. Berikut diantaranya

Andrea Hirata

Siapa yang mungkin tak kenal dengan si Laskar Pelangi ? Kepopuleran yang diciptakan oleh tangan dinginya ini mampu dikenal oleh dunia. Pria dengan nama asli Air Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun ini berhasil dengan caranya membawa mimpi anak-anak desa hingga ke mancanegara. Andrea Hirata sendiri telah berkiprah di dunia sastra di skala internasional dan aktif juga di berbagai festival buka dan juga sebagai pengajar sastra luar negri. Karyanya yang berjudul Rainbow Troops atau Laskar Pelangi sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah diterbitkan di 13o negara. Selanjutnya untuk buku keduanya Der Traumer atau yang kita kenal sebagai Sang Pemimpi juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Berkat kontribusi karyanya ini di kesusastraan internasional, dirinya sendiri mendapatkan gelar kehormatan yaitu clausa yang Didapatkan di salah satu universitas bergengsi inggris yaitu Warwick University. Sealin itu juga, Ia juga menjadi juara di Buchaward 2013 tidak tanggung-tanggung meraih juara pertama untuk novelnya yang berjudul Die Regenbogen Truppe terbitan Hanser Berlin. Dan juga Ia meraih juara pada New York Book Festival 2013 dengan kategori fiksi umum untuk novelnya berjudul The Rainbow Troops yang juga berhasil memenangkan juara pertama di acara bergengsi tersebut.

Pramoedya Ananta Toer

Untuk yang satu ini pasti anda sudah tidak asing dengan namanya Pramoedya Ananta Toer
Ia adalah seorang pengarang paling produktif di dalam sejarah kesusastraan indonesia.
Pada selama masa hidupnya penulis dengan nama asli Pramoedya Ananta Mastoer sudah menghasilkan lebih dari 50 karya. Dan karya-karyanya tersebut sudah berhasil diterjemahkan ke lebih dari 41 bahasa asing.Sastrawan yang meninggal pada 30 April 2006 ini juga dikenal sebagai salah satu seorang penulis pada situs sbobet88 yang brilian dan juga berani terhadap karya yang sudah Diciptakan. Karena keberaniannya ini juga yang mengakibatkan sempat merasakan jeruji besi selama kurang lebih 3 tahun pada saat masa kolonial di saat masa orde lama. Tak hanya itu rezim orde baru pun juga pernah menahannya selama 14 tahun tanpa adanya proses pengadilan. Ketenaran namanya sampai ke mancanegara, kontribusinya dalam dunia sastra sangat luar biasa dan juga diakui oleh dunia internasional. Bahkan ia mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award,UNESCO Madanjeer, Wertheim Award, Doctor of Humane Letter, Singh Prize dan masih banyak yang lainnya.

Chairil Anwar

Jika bicara tentang kesusastraan indonesia pastinya juga tak akan lengkap jika tidak menyebutkan nama Chairil Anwar. Karya fenomenalnya dengan judul AKU masih diperdengarkan hingga kini dan masih dibaca oleh banyak orang. Puisi yang telah diciptakan telah dianggap sebagai tonggak sastra di tahun 45an. Selaras juga dengan kondisi indonesia pada saat itu yang masih di cengkram oleh kolonial, dari puisi-puisinya tersebut ia menyatakan pemberontakan dan juga penindasan. Kemampuannya dalam memilih kata membuat setiap karya laki-laki yang lahir tahun 1922 ini sangat mengena di hati para pembacanya. Tak hanya itu bahkan hingga kini karya-karyanya tak lekang oleh waktu.

Selain AKU, puisi-puisinya yang juga sangat familiar yaitu diantaranya Antara Karawang dan Bekasi. Puisi yang diciptakan tak hanya terkenal di indonesia saja tetapi juga sudah dikenal oleh dunia. Puisi tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa asing seperti halnya inggris, Belanda, Rusia dan juga bahasa Latin. Selain itu juga pria yang dijuluki dengan julukan Binatang Jalang ini mengeluarkan sejumlah buku diantaranya seperti Derai-Derai Cemara,The Complete Poetry and juga Prose of Chairil Anwar. Meskipun ia telah tiada karyanya masih abadi hingga kini.

Taufiq Ismail

Taufiq Ismail sendiri adalah seorang penyiar radio dan juga salah seorang satrwan indonesia. Bahasanya yang puitis dan juga sangat menyentuh hati membuat karya-karaya sajaknya kerap dinyanyikan grup musik Bimbo. Pria yang lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat 25 Juni 1935 dianggap sebagai salah satu pionir sastrawan di era 66an. Sejumlah karyanya yang terkenal Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng dan juga Puisi Langit mampu membuat siapapun yang membaca nya merinding. Sejumlah karya-karyanya juga pernah diterjemahkan kedalam bahasa Rusia dan juga bahasa Inggris. Jasa Nya cukup besar dalam dunia kesusastraan indonesia tak hanya mendapatkan apresiasi dari tanah air tetapi juga sudah diapresiasi oleh dunia internasional. Dirinya bahkan pernah mendapatkan beberapa penghargaan seperti Cultural Visit Award yang diberikan oleh Pemerintahan Australia pada 1977 dan juga S.E.A Write Award pada tahun 1994.

Ahmad Tohari

Nma Ahmad Tohari pertama kali dikenal dengan luas setelah dirinya menulis novel berjudul Roggeng Dukuh Paruh. Di Dalam novel tersebut sosok srintil yang begitu fenomenal bahkan hingga sejumlah negara tertarik untuk mengangkat kisahnya dengan bahasa mereka. Novelnya ini telah diterjemahkan ke bahasa Tionghoa, Bahasa Inggris, Bahasa Belanda dan juga bahasa Jerman. Pada tahun 1995 dirinya menerima penghargaan dari SEA Write Award dan juga Sastra ASEAN. Tidak hanya di situ pada tahun 2007 ia juga menerima penghargaan dari Rancage. Selain Ronggeng Dukuh Paruh karyanya yang berjudul Kubah, Orang-orang proyek dan Bekisar merah juga mendapatkan banyak apresiasi.

Eka Kurniawan

Namanya mungkin masih terbilang cukup baru dalam dunia sastra indonesia. Namun untuk kiprahnya telah melanglang buana bahkan hingga ke internasional. Berbagai karya sastra yang diciptakan seperti O, Lelaki Harimau, Cantik itu luka dan lainya menjadi perbincangan bagi dunia. Pria yang juga dijuluki sebagai Pramoedya Ananta Toer junior ini juga mampu untuk menggiring para pembacanya menyelami sebuah pemikiran schizophrenia dengan sangat bagus. Hal ini juga menjadi hal yang berhasil memikat pecinta sastra tanah air dan dan mancanegara. Bukunya juga dengan judul Man Tiger Lelaki Harimau juga masuk di ke dalam sebuah nominasi penghargaan sastra di inggris yaitu The Man Booker Prize 2016.

Itulah beberapa nama sastrawan asal indonesia yang namanya sudah sangat terkenal tidak hanya di tanah air akan tetapi di seluruh dunia. Karya-karya yang telah diciptakan tidak akan lekang oleh waktu dan zaman akan selalu ada tempat di hati para pembacanya. Terima Kasih.