Categories
Seni Sastra

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan Internasional

Dikutip dari laman berita online Viva.co berdasarkan dengan studi “Most Littered Nation In the World” yang kemudian dilakukan oleh Central Connecticut State University yaitu pada tahun 2016 lalu, di ketahui jika minat baca dari masyarakat Indonesia yang berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang ada. Sehingga bisa dibayangkan betapa masih minimnya tentang minat baca yang ada di dalam diri masyarakat Indonesia.

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan 

Namun, meskipun tidak membaca masih tergolong sangat rendah, Indonesia ternyata tidak pernah kehabisan karya sastra yang berkualitas yang lahir dari buah pikiran anak bangsanya. Tak hanya itu saja dengan menampilkan cerita yang menarik, para sastrawan juga telah berhasil untuk dapat menarik perhatian dunia karena karyanya turut mendapat berbagai penghargaan Internasional. Siapa sajakah mereka, yang termasuk sastrawan terkenal di Indonesia? Tentunya anda bisa menyimak artikelnya di bawah ini.

 

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Bukunya yang sudah berhasil diterjemahkan ke dalam 34 bahasa ini adalah buku yang menceritakan tentang kehidupan Minke, yang merupakan seorang pemuda pribumi yang dahulu berkesempatan mendapat sebuah pendidikan di sekolah Belanda, dan juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi seorang penulis di sebuah surat kabar yang ada. Kehidupan Minke yang dimana mulai mengalami perubahan ketika dirinya pada saat itu jatuh cinta dengan gadis keturunan Belanda yang bernama Annelies.

Tak hanya dalam buku ini berkutat soal kisah percintaan dua anak remaja ini saja, Pramoedya yang juga turut memasukkan berbagai tokoh, seperti sosok Nyai Ontosoroh yang di dalam buku juga merupakan ibu dari Annelies. Dalam novel ini juga, para pembaca yang dimana bisa merasakan bagaimana cerita tentang Pramoedya yang mengangkat sosok Ontosoroh yang merupakan seorang feminis dalam kesan yang sangat elegan. Selain itu Pramoedya juga yang didalam buku turut menyisipkan sebuah kondisi masyarakat pribumi melalui sebuah pemikiran tokoh Minke.

Novel yang juga merupakan tetralogi seri pertama ini, pada saat itu merupakan novel yang dibuat oleh sang penulis pada saat dirinya telah menjadi tahan di Pulau Buru yaitu pada tahun 1973. Tidak hanya itu saja, buku ini menjadi sebuah karya terbaik. Bumi Manusia juga menjadi buku yang turut mengangkat mama Pramoedya sebagai seorang sastrawan yang paling berpengaruh di Indonesia dan juga berhasil meraih sederet penghargaan Internasional seperti halnya PEN/Barbara Goldsmith Freedom to Write Award, Ramon Magsaysay Award dan juga sederet dengan penghargaan lainnya.

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Buku ini ditulis oleh Ahmad Tohari yaitu pada tahun 1982 Ronggeng Dukuh Paruk adalah buku yang menceritakan tentang kisah cinta Srintil, yang digambarkan seorang penari ronggeng dan Rasus tanaman Srintil sejak dirinya kecil yang berprofesi sebagai seorang tentara. Ronggeng Dukuh Paruk’ yang menemukan latar dari wilayah Dukuh Paruk, yang merupakan desa kecil pada saat itu sedang dirundung boleh kemiskinan, kelaparan dan juga kebodohan.

Selain itu dalam novel pemilihan latar waktu itu di tahun 60an membuat novel ini juga turu memasukan berbagai konflik yang tengah melanda negeri pada tahun tersebut. Pertama kali buku tersebut diterbitkan buku ini hadir di dalam 3 judul yaitu Catatan Buat Emak, Dini Hari, Jantera Bianglala dan Lintang Kemukus. Namun pada tahun 2003, pihak penerbit yang kemudian telah menghadirkannya di dalam satu buah novel yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.

Novel yang berjumlah 379 halaman ini yang tidak hanya mendapat penilaian yang sangat positif dari para pembaca di tanah air. Di mancanegara, Ahmad Tohari yang juga mendapat sebuah penghargaan S.E.A. Write Award (Southeast Asian Writers Award) yang didapatkan di tahun 1995. Dan novel Ronggeng Dukuh Paruk ini yang juga sudah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa lainnya yaitu seperti Jepang, Jerman, Belanda dan juga Inggris.

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Novel romansa yang berjumlah 135 halaman ini adalah novel yang menceritakan sebuah kisah tentang cinta antara Sarwono dan juga Pingkan, yang diceritakan merupakan dua orang dosen yang mengajar di salah satu universitas di Jepang. Kisah cinta yang ada di antara keduanya berjalan tidak mulus, karena Sarwono dan juga Pingkan yang memiliki perbedaan keyakinan yang dimana hal ini pada akhirnya membuat keduanya sulit untuk dapat bersatu.

Belum lagi kehadiran Katsuo yang merupakan seorang dosen yang juga memiliki kedekatan dengan Pingkan. Di dalam novel tidak hanya menghadirkan sebuah kisah cinta sederhana yang ada di antara dua sosok ini, namun di dalam buku setebal 135 halaman, dimana nantinya Anda akan menemukan 95 puisi yang ada dengan kalimat yang begitu syahdu dan mengalun.

Sang penulis, yaitu Sapardi Djoko Damono yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Buku yaitu dalam ajang ASEAN 2018 di Kuala lumpur, Malaysia, untuk dua karyanya, yang berjudul ‘Hujan di Bulan Juni’ dan juga ‘Yang Fana Adalah Waktu’. Novel ‘Hujan Bulan Juni’ buku ini yang merupakan novel pertama yang ada dari seri trilogi yang merupakan novel yang mengisahkan percintaan antara Sarwono dan juga Pingkan. 

Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Bercerita tentang sebuah kehidupan dari 10 anak yang berasal dari keluarga miskin yang kemudian bersekolah di sekolah Muhammadiyah, berlatar di daerah Belitung. Meskipun penuh dengan keterbatasan, namun kesepuluh anak ini yang masih tetap memiliki semangat yang sangat tinggi untuk dapat bisa maju dan meraih kesuksesan di masa depan yang lebih baik. Menamakan ke 10 anak tersebut  sebagai Laskar Pelangi, di novel yang berjumlah 529 halaman ini, Anda nantinya akan disuguhi berbagai macam kisah dan juga masalah yang dialami dan ada tiap tokohnya yang ada dalam menghadapi berbagai macam keterbatasan hidup.

Laskar Pelangi sendiri yang merupakan buku pertama yang ada dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku ini sendiri selanjutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor, dan jiga Maryamah Karpov. Hingga kini, ‘Laskar Pelangi’ yang sudah berhasil menjadi novel yang sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah berhasil diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh banyak penerbit terkemuka. Berkat Laskar Pelangi, juga sang penulis Andrea Hirata yang kemudian dapat meraih berbagai penghargaan internasional, yang ada di antaranya menjadi pemenang pertama untuk sebuah ajang New York Book Festival yang diselenggarakan tahun 2013 di Amerika Serikat, dan juga Buchaward 2013 yang ada di Jerman.

Itulah beberapa Karya sastra yang berhasil dibuat oleh sastrawan Indonesia yang sudah sangat terkenal. Tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun karya-karya para sastrawan tersebut sudah sangat terkenal di mancanegara dan bahkan mendapatkan banyak sekali penghargaan. Tentunya hal ini bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda Indonesia untuk tetap berkarya dan menunjukan diri di mata dunia. Semoga dengan adanya artikel ini juga bisa menginspirasi anda. Terimakasih. 

 

Categories
Seni Sastra

Telisik Contoh Karya Sastra Kerajaaan Islam Masa Silam

Bagi kalian yang gemar mempelajari adanya dunia sejarah, maka kalian akan mengetahui bahwasannya di Indonesia ini memiliki banyak sekali kerajaan Islamnya. Terhitung sudah kerajaan ini hadir dari wilayah barat sampai pada wilayah timur. Dimana, pada kerajaan Islam yang berada di Barat paling terkenal ialah Kerajaan Pasai – Aceh yang kemudian pada bagian Timur terkenalnya dengan Kerajaan Ternate – Tidore.  

Dari adanya kerajaan Islam ini, sudah meninggalkan banyak sekali yang namanya Masjid, Bangunan Tua, serta tidak luput adanya beberapa karya seni contohnya sastra sampai saat ini masih melekat di kehidupan kalian sendiri.  

Pada peradaban Islam sendiri, paling terkenal dan mudah sekali kalian temui mengenai peninggalan sejarah dalam bentuk Arsitekturnya yang ada di bangunan Masjid, lalu adanya beberapa seni Pahat, seni lukis, sampai pada karya sastra yang tidak boleh kalian lupakan dan sebisa mungkin kalian pelajari.  

Kebetulan sekali pada artikel ini, kita akan membahas langsung mengenai adanya Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Islam yang ada di Indonesia ini. Namun, sebelum masuk kedalam Inti pembahasannya. Lagi-lagi mimin mau kasih tahu ke kalian, agar lebih nyambung lagi maka kalian bisa cek artikel sebelum ini ya guys. Perbanyak ilmu di awal jauh lebih baik bukan ?…  

Kenangan Karya Sastra dari Zaman Kerajaan Islam  

Karya sastra ini sebenarnya sudah kalian ketahui saat kalian masih duduk di bangku sekolah dan juga sampai pada beberapa kegiatan kalian memungkinkan berdekatan dengan karya sastra ini. Kalau begitu, langsung saja ya guys Check Poin karya sastra yang ada pada Kerajaan Islam di Indonesia ini.  

1.1 Sastra Hikayat  

Mengenai sedikit pengertiannya, Hikayat sendiri menjadi salah satu bentukan dari prosa yang sudah berisikan langsung mengenai sebuah kisah, cerita , sejarah dari parah tokoh sampai dongeng. Dimana, memang akan menceritakan langsung mengenai adanya kehebatan dan juga kepahlawanan orang terdahulu dan juga bisa saja bercerita langsung mengenai sebuah keajaiban maupun kesaktian pada masa lampau.  

Hikayat sendiri banyak di pengaruhi oleh budaya Timur yakni Arab, Persia, serta negara India. Karyanya sendiri sudah berisikan mengenai keislaman untuk melakukan adanya dakwah ke masyarakat luas. Selain itu, disi dari hikayat ini bisa untuk mengajak kaum muslim menambahkan lagi kuatnya iman pada diri sendiri.  

Ciri yang bisa kalian ketahui dari adnaya Hikayat ini ialah : ceritanya bisa mengenai adanya tokoh pahlawan yang memang sudah berjuang langsung pada sebuah kedaulatan dari sebuah daerah yang ada. Setidaknya, ada beberapa contoh Hikayat yang bisa kalian ketahui. Semisal : 

~ Hikayat : Kerajaan Pasai  

Yang dimana hikayat ini sudah memiliki umur yang Tua, sekitaran 14 Masehi. Isinya, mengenai Merah Silu yang memiliki mimpi bertemu langsung dengan Nabi Muhammad. Dan di mimpinya tersebut, dirinya melakukan Syahadat dan kemudian menjadi seorang sulatn Pasai yang pertama dengan gelar yang di ketahuinya ialah Malik-Al Saleh.  

~ Hikayat : si Miskin  

Si Miskin atau terkenalnya dengan Hikayat Marakarma. Ceritanya sendiri langsung mengenai adanya Manakarma yang dulunya sudah lahir dengan keluarga yang Miskin. Namun, karena memiliki akhlak yang baik dari sinilah Manakarma bisa menjadi seorang Raja. Intinya dari Hikayat ini ialah, memberikan pesan Moral bagi diri kalian yang membaca kisah tersebut.  

1.2 Sastra Syair  

Mengenai Syair itu sendiri ialah salah satu media dalam penyebaran Islam, yang dimana didalamnya sendiri memiliki banyak sekali pengaruh. Selain daripada itu, tak hanya Nusantara saja namun, dalam wujud keseluruhan dunia pun Syair ini dapat menjadi sebuah Wasilah Dakwah bagi para Ulama Islamnya.  

Sedikitnya, di Indonesia sendiri juga memiliki adanya beberapa Syair yang memang sudah menjadi peninggalan pada masa Kerajaan Islam silam.  

~ Syair : Perahu  

Untuk syair ini menjadi syair yang terkenal dengan pencipta dari syairnya sendiri ialah seorang ulama bernama Hamzah Fansuri. Ulama ini sendiri tinggal di daerah Aceh saat masa pemerintahan dari Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayidil Mukamil silam. Mengenai isi dari Syairnya sendiri, sudah berisikan langsung pada banyaknya pengetahuan yang langsung mengenai adanya sebuah Adab maupun Akhlak.  

~ Syair : mengenai Perang Banjarmasin  

Syair ini sudah ada sejak abad ke 16M, yang dimana akan mengajarkan pada inti pokok ajaran dari Agama Islam. Akan tetapi, kalian nantinya akan menemui di beberapa bait pada Syair ini yang mengacu pada perdukungan ke negara Belanda atau negara Penjajah silam. Hal ini bisa kalian temui pada pembukaan dari syairnya yang langsung memberikan sebuah pujian ke pada Pemerintahan Belanda. Selain itu, di bait-bait selanjutnya muncul juga keterangan bahwa Pangeran Hidayatullah di mata Masyarakat sudah menjadi seorang Pahlawan Perjuangan. Walau sudah ada sejak abad ke 16, namun karya ini masih Anoname lho guys.  

1.3 Sastra Suluk  

Sudah tahu mengenai Suluk ini ?… dimana, Suluk sendiri menjadi karya sastra yang ada di Islam mengenai Tasawuf. Yang sudah pastinya berisikan langsung pada ke-Esaan dan juga keberadaan dari Allah SWT. Salah satu pelaku utamanya itu ialah Sunan Bonang, yang dimana Beliau kerap kali melakukan penggubahan sastra dan gubahan untuk pertama kalinya yang dilakukan oleh Beliau ialah mengenai Lembaran Daun Lontar.  

Pada karya sastra Suluk ini sendiri memiliki sebuah ciri Khas yang memang murni membahas langsung mengenai Tasawuf. Karya dari Sunan Bonang yang masih terkenal sampai saat ini dan pernah dinyanyikan oleh Opick ialah tembang dari Tombo Ati atau Obat Hati. 

1.4 Sastra Kitab  

Yang selanjutnya ialah Kitab. Dimana, karya ini menjadi salah satu karya satra yang sudah sangat terkenal sekali di kalangan masyarakat Islam. Dimana, Kitab memang menjadi peninggalan Kerajaan Islam yang snagat populer dan juga banyak jenisnya.  

Misalnya saja seperti Kitab : Manik Maya ( penulis Raden Mas Ngabei Ronggo – 1740 ), Sasanu Sunu ( penulis Raden Tumenggung Sastranegara – 1798 ), Nitisastra ( Anoname – abad ke 15M ).  

1.5 Sastra Babad  

Kurang lebih sama seperti Hikayat menceritakan adanya sebuah sejarah. Akan tetapi memiliki perbedaan yang di dalamnya sudah tercampurkan langsung dengan adanya penambahan Mitos dan juga diisi langsung oleh kepercayaan mistis Masyarakat yang ada.  

Sastra Babad yang cukup familiar di masyarakat ialah : 

~ Satra Babad : Tanah Jawi  

Ini menjadi karaya sastra yang cukup populer, dan sudah ada sejak tahun 1788 dengan penulisnya Carik Braja oleh perintah langsung Sunan Paku Buwono ke lll. Mengenai isinya si, langsung tertuju kepada sebuah silsilah raja pada zaman Mataram Hindu sampai apda Mataram Islam.  

~ Sastra Babad : Gianti  

Sastra ini sudah ada sejak tahun 1803 yang dimana, pada babad ini membahas mengenai adanya keadaan politik yang sudah terjadi di Pulau Jawa dari tahun 1741 sampai 1757 Masehi silam.  

Kesimpulannya si, sebisa mungkin kalian harus bisa melestarikan adanya karya sastra dari peninggalan Kerajaan Islam ini ya guys. Sedikitnya artikel ini , semoga bisa membantu menambahkan wawasan bagi kalian selaku para pembacanya yha.  

Categories
Seni Sastra

Sekilas Pemahaman Dari Sastra Lama

Sebelum kalian sampai pada artikel ini, mimin sarankan untuk kalian masuk ke artikel sebelumnya. Dimana, pada artikel sebelumnya sudah menjabarkan mengenai apa itu seni sastra yang terdiri dari berbagai macam jenis seni sastranya sampai pada unsur dari seni sastra itu sendiri. Nah, dari pembahasan ini muncullah seni sastra lama dengan seni sastra baru atau modern. Yang dimana keduanya memiliki perbedaan yang jelas dari pengertian hingga pada unsur yang ada di dalamnya.

Untuk saat ini, mimin akan menjelaskan setidaknya mengenai sastra lama terlebih dahulu. Mulai dari pengertiannya, ciri-ciri dari sastra lama itu sendiri, sampai pada contoh dari sastra lama yang mudah untuk kalian pahami seketika itu juga.

Jika nantinya sudah memahami apa itu sastra lama, bagaimana ciri-cirinya, sampai pada contoh dari sastra lama itu sendiri seperti apa ? maka akan lebih lengkap kita membahas mengenai Sastra selanjutnya yakni Baru atau Modern. Yang sebenarnya masih memiliki persamaan dari segi pengertiannya sedikit, hanya saja ciri serta contoh dari sastra baru atau Modern ini pastinya akan berbeda dari yang lama. Pasalnya jika tidak memiliki perbedaan untuk apa harus di bagi menjadi beberapa pengelompokkan yang nyata.

Kalau gitu, yuk langsung saja di simak lebih lengkapnya pada artikel yang ada di bawah ini. Check on the list ya guys.

Apa Sebenarnya Itu Sastra Lama ?

Ini memnjadi salh satu pembahasan utama yang harus kalian ketahui terlebih dahulu. Dimana, karya sastra lama ini ialah sastra yang memang memiliki bentuk lisan atau adanya sastra Melayu yang memang sudah tercipta dari suatu ucapan yang ada. Sastra lama beradadi Indonesia ini sendiri waktunya itu bersamaan dengan adanya masuk agama Islam yakni sekitar abad ke 13. Untuk kalian yang ingin mengetahui, bahwasannya peninggalan sastra lama itu sendiri bisa kalian lihat dari adanya 2 bait Syair yang terdapat di batu Nisan seorang muslim yang berada di wilayah Minye Tujuh, daerah Aceh.

Ciri Apa Saja Yang Harus Di Ketahui Dari Sastra Lama ?

Dari adanya sebuah sastra, pasti tidak akan jauh dari beberapa ciri untuk kalian memudahkan mengetahui sastra lama itu sendiri. Misalnya saja seperti :

~ Terdapatnya Anonim yakni tidak di beritahukan pasal nama dari pengarangnya.

~ Biasanya terikat oleh kehidupan istana kerajaan. Dalam artian lainnya Istanasentris.

~ Memiliki sebuah tema yang memang bersifat Fantastis.

~ Terdapatnya sebuah karangan yang bentuknya itu Tradisional.

~ Adanya sebuah proses perkembangan yang statis.

~ Di dukung dengan adanya pemakaian bahasa yang Klise.

Dari hal ini pun menimbulkan beberapa contoh yang ada di dalam sastra lama itu sendiri, seperti halnya :

# Contoh : Fabel

Contoh pertama ini langsung diambil dari adanya bahasa Belanda yang memiliki arti dari cerita yang memang menggabarkan langsung mengenai hewan yang menjadi salah satu dari tokoh utamanya itu. Nah, untuk di Indonesia sendiri Fabel ini pernah dikemas dalam bentuk cerita yang berjusul “ Cerita Si Kancil “ dan beberapa cerita lainnya. Banyak sudah para sastrawan sampai pada penulis dunia yang ikut adil dalam pemanfaatan bentuk Fabel di dalam sebuah akrangannya tersebut. Untuk tokoh pengarang terkenal pada contoh ini yakni Michael de La Fontaine, yang berasal ari Perancis. Adapun penyair Sufi Fariduddin Attar dari wilayah Persia yang memang langsung menuliskan adanya sebuah karya yang memang sudah termahsurkan yaitu , Musyawarah Burung yang langsung dikemas dalam bentuk Fabel.

# Contoh : Sage

Selanjutnya ada Sage. Sekilas sage ini adalah sebuah Dongeng yang langsung menceritakan mengenai kepahlawanan, adanya keperkasaan, lalu adanya kesaktian dari raja-raja, para pangeran, atau tokokh tertentu lainnya yang ada pada cerita tersebut.

# Contoh : Mantra

Yang biasa kita dengar adalah aji-ajian, namun pada sastra ini menjadi susunan kata yang berunsurkan puisi yang memang dianggap mengandung adanya kekuatan yang gaib. Mantra ini sering untuk di gunakan oleh dukun yang memang ingin menandingi adanya kekuatan gaib. Dalam sastra masuknya adalah ( Jampi, Serapah, Tawar, Sembur, Puja, Cuca, Seru, dan juga Tangkal ). Mantra ini genrenya Lisan dan sudah dikenal oleh masyrakat melayu.

# Contoh : Gurindam

Ini menjadi salah satu bentuk dari adanya puisi melayu lama. Terdiri langsung atas 2 bait, dimana di tiap baitnya ini akan terdiri dari 2 baris kalimat dengan memiliki sebuah irama akhir yang memanglah sama, yang nantinya menjadi sebuah kesatuan utuh. Pada baris pertama ini berisikan Soal, masalah atau perjanjian. Di baris kedua berisikan jawabannya, akibat dari masalah tersebut atau sebuah perjanjian yang ada di baris pertama.

# Contoh : Pantun

Ini menjadi salah satu puisi lama yang memang sudah di kenal luas di berbagai bahasa Nusantara. Misalnya pada bahasa Jawa maka terkenalnya dengan Parikan, untuk bahasa Sunda dikenalnya Paparikan, dan di Batak sudah terkenal dengan Umpasa yang dalam pembacaan jadi Uppasa. Umumnya pantun ini akan terdiri dari 4 larik atau baris yang memang di tuliskan, dengan sajak yang ada dari pola ABAB, lalu AAAA, dan tidak boleh di pergunakannya AABB dan ABBA.dulunya untuk pantun ini terkenal dengan Lisan, akan tetapi saat ini banyak di jumpai dengan tulisan.

Selain daripada itu, pantun juga langsung terdiri dari 2 bagian yakni Sampiran dengan Isi. Untuk sampiran sendiri terdiri atas 2 baris pertama yang biasanya berkaitan dengan alam dan tidak memiliki maksud dari bagian kedua yang akan menyampaikan maksud untuk mengantarkan rima ataupun sajak. Untuk 2 baris terakhir itulah yang akan di sebut dengan Isi.

# Contoh : Syair

Dimana ini menjadi salah satu jenis pusi lama juga yang asalnya dari Persia lalu di bawa masuklah ke Nusantara bersamaan dengan kedatangannya Islam. Untuk syair sendiri berasalkan dari bahasa Arab yakni Syu’ur yang artinya itu perasaan. Dari kata inilah yang kemudian berkembang menjadi Syi’ru atau puisi pada pengertian umumnya. Syair ini sendiri masuk kedalam kesusatraan Melayu yang langsung merujuk pada pengertian dari Puisi secara umum. Namun didalam perkembangannya, sair sedikit mengalami sebuah perubahan serta adanya sebuah modifikasi menjadi khas Melayu dan juga tidak lagi mengacu kepada tradisi dari sastra syair dari Negara Arab. Utnuk penyair ini sendiri memiliki peran besar dalam pembentukan syair yang khas dari Melayu yakni Hamzah Fansuri dengan berbagai macam karyanya itu.

Sedikit yang harus kalian ketahui mengenai sastra Baru yakni, ini menjadi sebuah sastra yang memang telah di pengaruhi oleh adnaya sebuah karya sastra asing sehingga tidak memiliki lagi yang namanya keaslian itu.

Itulah setidaknya mengenai sastra lama yang harus kalian ketahui, sampai jumpa di Nex artikel mengenai sastra baru atau modern yang harus juga kalian ketahui keberadaannya tersebut ya guys.