Categories
Seni Sastra

Pengertian, Sejarah, Jenis & Fungsi 

 

Sastra adalah sebuah ungkapan dan juga sebuah ekspresi manusia tentang adanya karya tulisan atau juga lisan yang berdasarkan atas pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga juga perasaan dalam bentuk yang sangat imajinatif. Cerminan tentang kenyataan atau juga tentang sebuah data asli yang bisa digunakan dan juga dibalut dalam sebuah kemasan estetis dengan melalui sebuah media bahasa.

Pengertian di atas yang kemudian juga dapat diperkuat oleh Sumardjo & juga Saini (1997: 3) yang kemudian berpendapat bahwa Sastra yang benar adalah sebuah ungkapan pribadi antara manusia yang berupa sebuah pengalaman, tentang pemikiran,Ide, semangat, dan juga keyakinan dalam suatu hal yang membentuk gambaran konkret yang dapat membangkitkan pesona dari agen joker123 dengan alat bahasa. 

Mengapa sastra bentuknya dapat berupa imajinasi atau malah justru data yang diambil tidak secara real bersamaan? Karena, terdapat beberapa jenis Sastra non-imajinatif atau pun sastra non-fiksi. Kategori ini yang kemudian mengambil sebuah data real yang dimana berupa berita atau juga sejarah, lalu kemudian akan mengemasnya dalam sebuah tulisan estetis agar nantinya akan lebih menggugah para pembacanya.

Pengertian, Sejarah, Jenis & Fungsi 

Sementara itu, meskipun sebuah karya atau juga sebuah tulisan adalah fiksi, ia yang juga nantinya akan tetap dapat mencerminkan sebuah kenyataan. Seperti halnya pendapat Saryono (2009: 18) bahwa sastra yang dimana mempunyai sebuah kemampuan untuk dapat merekam sebuah pengalaman yang dimana empiris-natural maupun juga sebuah pengalaman yang non empiris atau juga supernatural. Sederhananya, yaitu Sastra dapat menjadi sebuah saksi dan juga sebuah komentator atas kehidupan manusia.

Pengertian Sastra, Sastra adalah suatu hal yang tidak berhenti untuk dapat dibicarakan pada sepanjang masa. Pengertian terus diperdebatkan dengan pendapat para pelaku dan juga sepanjang masa. Pengertiannya yang juga akan terus diperdebatkan sejalan dengan pendapat para pelaku dan juga perkembangan zaman. Sehingga, untuk mengetahui tentang perkembangannya tentang sastra, ada baiknya dimana kita mengetahui tentang berbagai pendapat yang dilakukan oleh para ahli.

Pengertian Sastra Menurut Para Ahli

Mursal Esten

Mursal Esten (Esten, 1978: 9) yang dimana dirinya berpendapat bahwa Sastra sendiri adalah sebuah pengungkapan dari sebuah fakta artistik dan juga yang imajinatif sebagai sebuah manifestasi atas kehidupan manusia dan juga kehidupan di masyarakat umumnya, melalui sebuah bahasa sebagai media yang digunakan dan juga memiliki sebuah efek positif yang ada terhadap kehidupan manusia.

Terry Eagleton

Sastra merupakan sebuah karya tulisan yang indah yang dimana berhasil mencatatkan sesuatu yang ada ke dalam bentuk bahasa yang kemudian dipadatkan, dililitkan,didalamkan, dipanjang pendekan dan juga kemudian diputarbalikan, dijadikan ganjil atau juga cara pengubahan yang estetis lainnya melalui sebuah alat bahasa.

Atar Semi

Atar Semi yang dimana dirinya menyebutkan bahwa karya sastra yaitu adalah bentuk dari sebuah hasil kerja seni yang kreatif, yang objeknya atau juga objeknya adalah manusia dan juga kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. 

Panuti Sudjiman

Panuti Sudjiman yang menyebutkan Sastra merupakan sebuah hasil dari karya lisan atau juga hasil dari tulisan yang dimana memiliki berbagai macam ciri atau juga keunggulan seperti halnya keorisinilan, keartistikan, keindahan yang ada dalam isi dan juga ungkapanya.

Ahmad Badrun

Menurut Ahmad Badrun, Kesusastraan yang diartikan sebagai sebuah kegiatan seni, yang dimana mempergunakan bahasa dan juga simbol-simbol lainnya. Digunakan sebagai sebuah alat untuk dapat menciptakan sesuatu yang sifatnya imajinatif. 

Sejarah Kemunculan Sastra

Ilmu Sastra yang sebenarnya sudah sangat cukup tua. Cikal bakalnya muncul yaitu ketika filsuf Yunani, Aristoteles yaitu pada tahun (384-322 sM). Diperkirakan lebih dari 2000 tahun yang lalu, dirinya telah menulis buku yang berjudul Poetica yang dalam bahasa Yunani yang artinya adalah puisi dan penulis. Tulisan ini yang berisikan tentang drama tragedi dan juga tentang teori atau juga literatur pada umumnya.

Selanjutnya, istilah Poetica yang kemudian ada di dalam kesusastraan disebut dengan berbagai macam istilah. Misalnya saja, W.H. Hudson yang menyebutnya dengan nama The Study of Literature atau studi literatur. Literature sendiri, yang berasal dari sebuah bahasa latin literatura yang artinya adalah belajar, menulis atau juga bentuk dari tata bahasa.

Rene Wellek dan juga Austin Warren yang kemudian menamainya dengan nama Theory of Literature atau yang disebut dengan (teori literatur atau juga sastra. Sedangkan Andre Lefevere, yang menyebutnya dengan Literary Knowledge atau tentang sebuah pengetahuan literatur. Sedangkan A. Teeuw yang menggunakan istilah Literary Scholarship yang ditujukan untuk ilmu sastra.

Jenis-Jenis Karya Sastra

Pengertian-pengertian tentang karya sastra diatas jika diperhatikan banyak yang mengacu pada sebuah karya imajinatif, yang dimana bersifat estetis. Hal tersebut karena bidang ini yang umumnya lebih didefinisikan dengan sebuah jenis imajinatif seperti halnya prosa fiksi dan juga puisi. Padahal tulisan non imajinatif dan juga nonfiksi yang juga banyak diciptakan, hanya saja ketika kita menikmatinya kita yang tidak merasa sedang membaca sebuah karya Sastra. Berikut ini adalah pembagian jenis sastra. 

Puisi

Puisi adalah sebuah bentuk tulisan yang bebas yang dimana puisi merupakan sebuah ekspresi dan juga sebuah gagasan. Penulisnya yang dibuat dalam bentuk bait-bait yang kemudian akan diolah sedemikian rupa, untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan estetis yang kemudian dapat menggugah dan juga dapat memberikan sebuah pesan secara tidak langsung dengan melalui berbagai gaya juga bahasa. Puisi memiliki berbagai jenis yang juga sangat beraneka ragam seperti halnya puisi: epik, lirik, dramatik, dan juga lainnya. 

Prosa Fiksi

Prosa fiksi  adalah sebuah tulisan atau juga sebuah cerita berplot yang kemudian dihasilkan dari sebuah imajinasi atau juga sebuah cerminan kenyataan yang kemudian dapat diambil juga dari sebuah data real seperti halnya sejarah. Hanya pelaku, nama tempat atau juga alur ceritanya saja yang akan dikarang. Contohnya yaitu adalah novel-novel seperti Pramoedya Ananta Toer yang isinya syarat akan sejarah.

Prosa Fiksi yang dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis seperti:

  • Novel : Karya prosa fiksi yang biasanya dengan ceritanya yang panjang dan memiliki sebuah rangkaian peristiwa yang sangat detail dan juga sangat lengkap.
  • Cerita Pendek (Cerpen) : Prosa yang dimana aspek masalahnya yang diceritakan sangat dibatasi, sehingga pada akhirnya menghasilkan cerita yang jauh lebih pendek dari pada Novel.
  • Novelet. Jumlah dari halaman dan juga durasi ceritanya yang lebih pendek daripada novel dan, Novelet ini tetap jauh lebih panjang dibandingkan dengan Cerpen, yaitu sekitar 60-150 halaman.

Itulah beberapa pengertian karya sastra yang ada menurut para ahli. Pengertian tentang karya sastra dan juga jenis serta fungsinya. Banyaknya karya sastra yang ada di dunia ini membuat jenis sastra sangat beragam, namun setiap karya sastra yang pengertianya mengerucut sama. Semoga dengan adanya artikel ini pengertian dan pengetahuan anda, terhadap karya sastra dapat bertambah. Terimakasih.

Categories
Seni Sastra

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan Internasional

Dikutip dari laman berita online Viva.co berdasarkan dengan studi “Most Littered Nation In the World” yang kemudian dilakukan oleh Central Connecticut State University yaitu pada tahun 2016 lalu, di ketahui jika minat baca dari masyarakat Indonesia yang berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang ada. Sehingga bisa dibayangkan betapa masih minimnya tentang minat baca yang ada di dalam diri masyarakat Indonesia.

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan 

Namun, meskipun tidak membaca masih tergolong sangat rendah, Indonesia ternyata tidak pernah kehabisan karya sastra yang berkualitas yang lahir dari buah pikiran anak bangsanya. Tak hanya itu saja dengan menampilkan cerita yang menarik, para sastrawan juga telah berhasil untuk dapat menarik perhatian dunia karena karyanya turut mendapat berbagai penghargaan Internasional. Siapa sajakah mereka, yang termasuk sastrawan terkenal di Indonesia? Tentunya anda bisa menyimak artikelnya di bawah ini.

 

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Bukunya yang sudah berhasil diterjemahkan ke dalam 34 bahasa ini adalah buku yang menceritakan tentang kehidupan Minke, yang merupakan seorang pemuda pribumi yang dahulu berkesempatan mendapat sebuah pendidikan di sekolah Belanda, dan juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi seorang penulis di sebuah surat kabar yang ada. Kehidupan Minke yang dimana mulai mengalami perubahan ketika dirinya pada saat itu jatuh cinta dengan gadis keturunan Belanda yang bernama Annelies.

Tak hanya dalam buku ini berkutat soal kisah percintaan dua anak remaja ini saja, Pramoedya yang juga turut memasukkan berbagai tokoh, seperti sosok Nyai Ontosoroh yang di dalam buku juga merupakan ibu dari Annelies. Dalam novel ini juga, para pembaca yang dimana bisa merasakan bagaimana cerita tentang Pramoedya yang mengangkat sosok Ontosoroh yang merupakan seorang feminis dalam kesan yang sangat elegan. Selain itu Pramoedya juga yang didalam buku turut menyisipkan sebuah kondisi masyarakat pribumi melalui sebuah pemikiran tokoh Minke.

Novel yang juga merupakan tetralogi seri pertama ini, pada saat itu merupakan novel yang dibuat oleh sang penulis pada saat dirinya telah menjadi tahan di Pulau Buru yaitu pada tahun 1973. Tidak hanya itu saja, buku ini menjadi sebuah karya terbaik. Bumi Manusia juga menjadi buku yang turut mengangkat mama Pramoedya sebagai seorang sastrawan yang paling berpengaruh di Indonesia dan juga berhasil meraih sederet penghargaan Internasional seperti halnya PEN/Barbara Goldsmith Freedom to Write Award, Ramon Magsaysay Award dan juga sederet dengan penghargaan lainnya.

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Buku ini ditulis oleh Ahmad Tohari yaitu pada tahun 1982 Ronggeng Dukuh Paruk adalah buku yang menceritakan tentang kisah cinta Srintil, yang digambarkan seorang penari ronggeng dan Rasus tanaman Srintil sejak dirinya kecil yang berprofesi sebagai seorang tentara. Ronggeng Dukuh Paruk’ yang menemukan latar dari wilayah Dukuh Paruk, yang merupakan desa kecil pada saat itu sedang dirundung boleh kemiskinan, kelaparan dan juga kebodohan.

Selain itu dalam novel pemilihan latar waktu itu di tahun 60an membuat novel ini juga turu memasukan berbagai konflik yang tengah melanda negeri pada tahun tersebut. Pertama kali buku tersebut diterbitkan buku ini hadir di dalam 3 judul yaitu Catatan Buat Emak, Dini Hari, Jantera Bianglala dan Lintang Kemukus. Namun pada tahun 2003, pihak penerbit yang kemudian telah menghadirkannya di dalam satu buah novel yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.

Novel yang berjumlah 379 halaman ini yang tidak hanya mendapat penilaian yang sangat positif dari para pembaca di tanah air. Di mancanegara, Ahmad Tohari yang juga mendapat sebuah penghargaan S.E.A. Write Award (Southeast Asian Writers Award) yang didapatkan di tahun 1995. Dan novel Ronggeng Dukuh Paruk ini yang juga sudah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa lainnya yaitu seperti Jepang, Jerman, Belanda dan juga Inggris.

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Novel romansa yang berjumlah 135 halaman ini adalah novel yang menceritakan sebuah kisah tentang cinta antara Sarwono dan juga Pingkan, yang diceritakan merupakan dua orang dosen yang mengajar di salah satu universitas di Jepang. Kisah cinta yang ada di antara keduanya berjalan tidak mulus, karena Sarwono dan juga Pingkan yang memiliki perbedaan keyakinan yang dimana hal ini pada akhirnya membuat keduanya sulit untuk dapat bersatu.

Belum lagi kehadiran Katsuo yang merupakan seorang dosen yang juga memiliki kedekatan dengan Pingkan. Di dalam novel tidak hanya menghadirkan sebuah kisah cinta sederhana yang ada di antara dua sosok ini, namun di dalam buku setebal 135 halaman, dimana nantinya Anda akan menemukan 95 puisi yang ada dengan kalimat yang begitu syahdu dan mengalun.

Sang penulis, yaitu Sapardi Djoko Damono yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Buku yaitu dalam ajang ASEAN 2018 di Kuala lumpur, Malaysia, untuk dua karyanya, yang berjudul ‘Hujan di Bulan Juni’ dan juga ‘Yang Fana Adalah Waktu’. Novel ‘Hujan Bulan Juni’ buku ini yang merupakan novel pertama yang ada dari seri trilogi yang merupakan novel yang mengisahkan percintaan antara Sarwono dan juga Pingkan. 

Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Bercerita tentang sebuah kehidupan dari 10 anak yang berasal dari keluarga miskin yang kemudian bersekolah di sekolah Muhammadiyah, berlatar di daerah Belitung. Meskipun penuh dengan keterbatasan, namun kesepuluh anak ini yang masih tetap memiliki semangat yang sangat tinggi untuk dapat bisa maju dan meraih kesuksesan di masa depan yang lebih baik. Menamakan ke 10 anak tersebut  sebagai Laskar Pelangi, di novel yang berjumlah 529 halaman ini, Anda nantinya akan disuguhi berbagai macam kisah dan juga masalah yang dialami dan ada tiap tokohnya yang ada dalam menghadapi berbagai macam keterbatasan hidup.

Laskar Pelangi sendiri yang merupakan buku pertama yang ada dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku ini sendiri selanjutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor, dan jiga Maryamah Karpov. Hingga kini, ‘Laskar Pelangi’ yang sudah berhasil menjadi novel yang sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah berhasil diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh banyak penerbit terkemuka. Berkat Laskar Pelangi, juga sang penulis Andrea Hirata yang kemudian dapat meraih berbagai penghargaan internasional, yang ada di antaranya menjadi pemenang pertama untuk sebuah ajang New York Book Festival yang diselenggarakan tahun 2013 di Amerika Serikat, dan juga Buchaward 2013 yang ada di Jerman.

Itulah beberapa Karya sastra yang berhasil dibuat oleh sastrawan Indonesia yang sudah sangat terkenal. Tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun karya-karya para sastrawan tersebut sudah sangat terkenal di mancanegara dan bahkan mendapatkan banyak sekali penghargaan. Tentunya hal ini bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda Indonesia untuk tetap berkarya dan menunjukan diri di mata dunia. Semoga dengan adanya artikel ini juga bisa menginspirasi anda. Terimakasih. 

 

Categories
Seni Sastra

Mengapa Sastra Kurang Diminati Milenial?

Di masa modern ini banyak informasi menyampaikan bahwa kalangan anak milenial atau anak yang berada dalam range usia belasan tahun sekitar kelahiran tahun 2000an di era modern ini memiliki minat yang sangat kecil terhadap buku sastra. Mereka lebih memilih untuk menonton film bioskop dibandingkan jika harus membaca bukunya terdiri dari tulisan yang padat dan dengan jumlah lembar buku yang cukup tebal. Aktivitas membaca juga sering disebut membosankan, terutama melihat dari beberapa hal yang membuat banyak anak muda enggan untuk menyentuh buku sastra. Dalam pembahasan artikel di bawah ini akan menjabarkan beberapa alasan dari kurangnya peminat sastra terutama di kalangan anak muda calon penerus bangsa di era modern ini.

Alasan Sastra Dijauhi

Berbagai pengajar sastra di Indonesia lebih mementingkan hal-hal baku yang tidak mau menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia seperti tata bahasa, struktur kalimat serta berbagai macam teori-teori. Sehingga standar baku ini menjadi momok yang membosankan bagi anak muda untuk mempelajarinya lebih dalam. Beberapa karya sastra juga memiliki gaya tertentu yang dianggap terlalu kuno atau berlebihan hingga dijauhi oleh banyak kaum muda. Hal ini dapat sangat ditimbulkan akibat perbedaan budaya yang cukup besar di antara karya kuno yang terbiasa dalam menggambarkan kondisi secara lebih ekspresif, jika dibandingkan dengan gaya kehidupan masyarakat modern yang berubah menjadi lebih stabil hingga cenderung datar. Beberapa diantara milenian hanya terpaku pada kondisi yang sedang terjadi di masa kini, sehingga mereka menjadi kurang dapat menerima kondisi yang terjadi seperti pada masa lalu. Tidak mau memusingkan akan hal itu, akibatnya lebih memilih untuk mengabaikan dan bersikap acuh terhadap karya sastra bergaya kuno.

Sarana Pelarian Sastra Di Era Modern

Belajar sastra perlu disampaikan dengan kreativitas bagi tenaga pengajarnya dalam menyampaikan materi pelajaran. Sehingga topik yang dibahas tidak membuat kondisi jenuh selama sesi belajar tersebut. Terlebih lagi situasi masa modern berkembang hingga menjadi lebih menyenangkan bagi banyak orang. Masyarakat sejak masa kecilnya telah disuguhi dengan berbagai macam sarana entertainment seperti games, film bioskop, acara televisi yang sangat beragam, hingga tak menutup kemungkinan bagi para anak Indonesia untuk dapat turut serta menonton tayangan televisi yang lebih luas lagi melalui jaringan televisi luar maupun internet.

Banyak berita menyampaikan bahwa karya sastra selalu akan dihindari oleh kalangan milenial. Mungkin lebih tepat jika berita ini disertai dengan informasi penjelasnya alasan penyebab karya sastra ini untuk dijauhi atau kurang diminati di masa kini. Apakah ada metode penyampaian yang salah atau kurang sesuai dengan gaya bahasa serta cara para milenial dalam menangkap makna dari literatur tersebut, ataukah berbagai kesalahan seperti yang terjadi akibat usaha mempertahankan pola inti yang terus diulang-ulang hingga tidak berusaha menyesuaikan dengan perkembangan literatur dalam bidang lainnya.

Dalam hakikatnya setiap zaman tetap akan membutuhkan sarana hiburan dalam bentuk media yang bisa dinikmati. Namun jenis ini tentunya akan mengalami perubahan seiring berkembangnya waktu, atau faktor tren tertentu yang berdampak begitu besar hingga merubah tatanan sastra. 

Tidak Dijauhi, Tapi Zaman Telah Berubah

Hal lain yang menunjukkan suatu fakta yang mengejutkan dunia literatur juga yaitu bahwa ditengah minat yang cukup rendah akan kalangan anak muda terhadap seni sastra, ataupun sangat sedikitnya orang yang memfokuskan bidang studinya hingga ke sastra lokal, beberapa novel sebagai salah satu bentuk sastra modern berhasil menduduki peringkat terkenal dan dianggap sebagai karya terbaik. Tak salah lagi beberapa novel yang populer dari jumlahnya yang terjual hingga jutaan kopi dan bahkan turut serta diangkat menjadi film layar lebar yang juga banyak ditonton masyarakat Indonesia. Bahkan tidak hanya dalam skala nasional saja, beberapa sastra novel modern yang populer juga banyak dikenal hingga ke dunia internasional. Beberapa novel seperti Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, novel bertemakan setting tradisional berjudul Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, novel berjudul Hamka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Haji Abdul Malik yang juga dibuat ke dalam versi layar lebarnya lewat film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, serta Novel Tetralogi Pulau Baru yang berisikan empat macam novel yang dikarang oleh Pram dari tahun 1980 hingga 1988.

Sudah selayaknya karya sastra untuk tidak dijauhi di setiap zaman, namun itu tidak berarti bahwa jenis karya sastra harus berlangsung secara statis dan tidak mengalami perubahan. Kondisi yang terjadi diluar boleh dijadikan sebagai panutan dalam berkarya. Seperti yang sering diketahui, banyak karya sastra di luar negeri berhasil mempertahankan reputasi yang tetap tinggi diikuti banyak pembaca di aneka kategori. Tidak menjadi suatu hal yang salah jika standar yang berlaku di negara lain dalam mempertahankan pembacanya, untuk diterapkan juga di Indonesia.

Cara yang Perlu Ditempuh Untuk Sastra Kembali Bersinar

Maka dari itu, berbagai alasan telah dikemukakan akan cara untuk kembali meningkatkan minat para kaum muda untuk mempelajari aneka macam sastra dan mendalami karya literatur tersebut. Bagi penulis yang membuat jenis karya sastra ini juga dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan dengan budaya yang saat ini berkembang di kalangan anak muda. Supaya banyak kaum milenial boleh kembali tertarik dalam mengikuti karya sastra lokal, tidak hanya dari internasional saja. Banyak contoh yang dapat dipelajari dari karya sastra modern yang berhasil mencatatkan kesuksesannya di pasar Indonesia, bahkan beberapa diantara karya-karya tersebut juga ditulis ulang dan diterjemahkan ke bahasa asing di beberapa negara lain.

Beberapa jenis sastra terbukti populer akibat mencampurkan unsur unik di dalamnya, seperti kebudayaan dan adat yang spesifik, faktor keindahan alam hingga struktur megah tata kota pun menjadi bagian yang menarik untuk digambarkan ke dalam suatu karya sastra. Topik macam ini menjadi bagian dalam popularitas aneka karya sastra terkenal di berbagai negara luar. Akan tetapi semua itu harus diterapkan sesuai dengan porsinya, sehingga tidak berlebihan. Segala sesuatu sekalipun hal baik jika dilakukan secara berlebihan akan memberi hasil yang kurang baik. Serta perlu menggunakan tolak ukur yang mengikuti standar dalam etika kebudayaan kalangan masyarakat secara luas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadi perselisihan pendapat diantara pihak tertentu dalam meresponi karya sastra yang menggunakan berbagai unsur khusus seperti ini.

Jadi kalau kamu berminat untuk mendalami bidang literatur dan memiliki impian untuk dapat menerbitkan karya literatur buatanmu, jangan lupa untuk selalu memastikan target pasar yang dituju. Tindakan meneliti literatur lain yang sudah berhasil juga bisa dilakukan untuk mencari tahu alasan dari unggulnya keberhasilan karya tulis tersebut dalam menciptakan karya yang berkualitas. Seperti layaknya setiap hal baru bisa dikuasai setelah dipelajarinya, begitu pula dengan karya sastra. Diperlukan banyak upaya dalam mempelajari secara luas sebelum dapat menciptakan suatu karya berbobot yang dianggap indah oleh segenap masyarakat. Tapi pastikan karya yang dibuat harus orisinil ya, jangan menjiplak. Selamat berkreasi!

Categories
Seni Sastra

Sastrawan Indonesia Yang Diakui Karyanya Oleh Dunia

Kearifan indonesia adalah hal yang sangat indah dan juga beragama membuat para sastrawan mengabadikannya dalam sebuah karya sastra mereka. Keindahan tersebut bahkan tidak hanya disukai oleh masyarakat indonesia saja. Bahkan dunia pun turut mengapresiasi keindahan karya tersebut, sebuah kearifan lokal yang hadir di karya sastra indonesia. Hal tersebut yang juga membuat sastrawan indonesia ini mendunia. Bahkan buku-buku yang mereka ciptakan pun sudah diterjemahkan ke bahasa asing.

Sastrawan Indonesia Yang Mendunia

Dalam artikel ini akan kita bahas tentang sastrawan indonesia yang karyanya sudah diterjemahkan kedalam bahasa asing dan namanya sudah diakui oleh dunia. Bahkan hingga kini karyanya masih di gemari dan di baca oleh banyak orang. Berikut diantaranya

Andrea Hirata

Siapa yang mungkin tak kenal dengan si Laskar Pelangi ? Kepopuleran yang diciptakan oleh tangan dinginya ini mampu dikenal oleh dunia. Pria dengan nama asli Air Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun ini berhasil dengan caranya membawa mimpi anak-anak desa hingga ke mancanegara. Andrea Hirata sendiri telah berkiprah di dunia sastra di skala internasional dan aktif juga di berbagai festival buka dan juga sebagai pengajar sastra luar negri. Karyanya yang berjudul Rainbow Troops atau Laskar Pelangi sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah diterbitkan di 13o negara. Selanjutnya untuk buku keduanya Der Traumer atau yang kita kenal sebagai Sang Pemimpi juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Berkat kontribusi karyanya ini di kesusastraan internasional, dirinya sendiri mendapatkan gelar kehormatan yaitu clausa yang Didapatkan di salah satu universitas bergengsi inggris yaitu Warwick University. Sealin itu juga, Ia juga menjadi juara di Buchaward 2013 tidak tanggung-tanggung meraih juara pertama untuk novelnya yang berjudul Die Regenbogen Truppe terbitan Hanser Berlin. Dan juga Ia meraih juara pada New York Book Festival 2013 dengan kategori fiksi umum untuk novelnya berjudul The Rainbow Troops yang juga berhasil memenangkan juara pertama di acara bergengsi tersebut.

Pramoedya Ananta Toer

Untuk yang satu ini pasti anda sudah tidak asing dengan namanya Pramoedya Ananta Toer
Ia adalah seorang pengarang paling produktif di dalam sejarah kesusastraan indonesia.
Pada selama masa hidupnya penulis dengan nama asli Pramoedya Ananta Mastoer sudah menghasilkan lebih dari 50 karya. Dan karya-karyanya tersebut sudah berhasil diterjemahkan ke lebih dari 41 bahasa asing.Sastrawan yang meninggal pada 30 April 2006 ini juga dikenal sebagai salah satu seorang penulis pada situs sbobet88 yang brilian dan juga berani terhadap karya yang sudah Diciptakan. Karena keberaniannya ini juga yang mengakibatkan sempat merasakan jeruji besi selama kurang lebih 3 tahun pada saat masa kolonial di saat masa orde lama. Tak hanya itu rezim orde baru pun juga pernah menahannya selama 14 tahun tanpa adanya proses pengadilan. Ketenaran namanya sampai ke mancanegara, kontribusinya dalam dunia sastra sangat luar biasa dan juga diakui oleh dunia internasional. Bahkan ia mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award,UNESCO Madanjeer, Wertheim Award, Doctor of Humane Letter, Singh Prize dan masih banyak yang lainnya.

Chairil Anwar

Jika bicara tentang kesusastraan indonesia pastinya juga tak akan lengkap jika tidak menyebutkan nama Chairil Anwar. Karya fenomenalnya dengan judul AKU masih diperdengarkan hingga kini dan masih dibaca oleh banyak orang. Puisi yang telah diciptakan telah dianggap sebagai tonggak sastra di tahun 45an. Selaras juga dengan kondisi indonesia pada saat itu yang masih di cengkram oleh kolonial, dari puisi-puisinya tersebut ia menyatakan pemberontakan dan juga penindasan. Kemampuannya dalam memilih kata membuat setiap karya laki-laki yang lahir tahun 1922 ini sangat mengena di hati para pembacanya. Tak hanya itu bahkan hingga kini karya-karyanya tak lekang oleh waktu.

Selain AKU, puisi-puisinya yang juga sangat familiar yaitu diantaranya Antara Karawang dan Bekasi. Puisi yang diciptakan tak hanya terkenal di indonesia saja tetapi juga sudah dikenal oleh dunia. Puisi tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa asing seperti halnya inggris, Belanda, Rusia dan juga bahasa Latin. Selain itu juga pria yang dijuluki dengan julukan Binatang Jalang ini mengeluarkan sejumlah buku diantaranya seperti Derai-Derai Cemara,The Complete Poetry and juga Prose of Chairil Anwar. Meskipun ia telah tiada karyanya masih abadi hingga kini.

Taufiq Ismail

Taufiq Ismail sendiri adalah seorang penyiar radio dan juga salah seorang satrwan indonesia. Bahasanya yang puitis dan juga sangat menyentuh hati membuat karya-karaya sajaknya kerap dinyanyikan grup musik Bimbo. Pria yang lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat 25 Juni 1935 dianggap sebagai salah satu pionir sastrawan di era 66an. Sejumlah karyanya yang terkenal Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng dan juga Puisi Langit mampu membuat siapapun yang membaca nya merinding. Sejumlah karya-karyanya juga pernah diterjemahkan kedalam bahasa Rusia dan juga bahasa Inggris. Jasa Nya cukup besar dalam dunia kesusastraan indonesia tak hanya mendapatkan apresiasi dari tanah air tetapi juga sudah diapresiasi oleh dunia internasional. Dirinya bahkan pernah mendapatkan beberapa penghargaan seperti Cultural Visit Award yang diberikan oleh Pemerintahan Australia pada 1977 dan juga S.E.A Write Award pada tahun 1994.

Ahmad Tohari

Nma Ahmad Tohari pertama kali dikenal dengan luas setelah dirinya menulis novel berjudul Roggeng Dukuh Paruh. Di Dalam novel tersebut sosok srintil yang begitu fenomenal bahkan hingga sejumlah negara tertarik untuk mengangkat kisahnya dengan bahasa mereka. Novelnya ini telah diterjemahkan ke bahasa Tionghoa, Bahasa Inggris, Bahasa Belanda dan juga bahasa Jerman. Pada tahun 1995 dirinya menerima penghargaan dari SEA Write Award dan juga Sastra ASEAN. Tidak hanya di situ pada tahun 2007 ia juga menerima penghargaan dari Rancage. Selain Ronggeng Dukuh Paruh karyanya yang berjudul Kubah, Orang-orang proyek dan Bekisar merah juga mendapatkan banyak apresiasi.

Eka Kurniawan

Namanya mungkin masih terbilang cukup baru dalam dunia sastra indonesia. Namun untuk kiprahnya telah melanglang buana bahkan hingga ke internasional. Berbagai karya sastra yang diciptakan seperti O, Lelaki Harimau, Cantik itu luka dan lainya menjadi perbincangan bagi dunia. Pria yang juga dijuluki sebagai Pramoedya Ananta Toer junior ini juga mampu untuk menggiring para pembacanya menyelami sebuah pemikiran schizophrenia dengan sangat bagus. Hal ini juga menjadi hal yang berhasil memikat pecinta sastra tanah air dan dan mancanegara. Bukunya juga dengan judul Man Tiger Lelaki Harimau juga masuk di ke dalam sebuah nominasi penghargaan sastra di inggris yaitu The Man Booker Prize 2016.

Itulah beberapa nama sastrawan asal indonesia yang namanya sudah sangat terkenal tidak hanya di tanah air akan tetapi di seluruh dunia. Karya-karya yang telah diciptakan tidak akan lekang oleh waktu dan zaman akan selalu ada tempat di hati para pembacanya. Terima Kasih.

Categories
Seni Sastra

Telisik Contoh Karya Sastra Kerajaaan Islam Masa Silam

Bagi kalian yang gemar mempelajari adanya dunia sejarah, maka kalian akan mengetahui bahwasannya di Indonesia ini memiliki banyak sekali kerajaan Islamnya. Terhitung sudah kerajaan ini hadir dari wilayah barat sampai pada wilayah timur. Dimana, pada kerajaan Islam yang berada di Barat paling terkenal ialah Kerajaan Pasai – Aceh yang kemudian pada bagian Timur terkenalnya dengan Kerajaan Ternate – Tidore.  

Dari adanya kerajaan Islam ini, sudah meninggalkan banyak sekali yang namanya Masjid, Bangunan Tua, serta tidak luput adanya beberapa karya seni contohnya sastra sampai saat ini masih melekat di kehidupan kalian sendiri.  

Pada peradaban Islam sendiri, paling terkenal dan mudah sekali kalian temui mengenai peninggalan sejarah dalam bentuk Arsitekturnya yang ada di bangunan Masjid, lalu adanya beberapa seni Pahat, seni lukis, sampai pada karya sastra yang tidak boleh kalian lupakan dan sebisa mungkin kalian pelajari.  

Kebetulan sekali pada artikel ini, kita akan membahas langsung mengenai adanya Karya Sastra Peninggalan Kerajaan Islam yang ada di Indonesia ini. Namun, sebelum masuk kedalam Inti pembahasannya. Lagi-lagi mimin mau kasih tahu ke kalian, agar lebih nyambung lagi maka kalian bisa cek artikel sebelum ini ya guys. Perbanyak ilmu di awal jauh lebih baik bukan ?…  

Kenangan Karya Sastra dari Zaman Kerajaan Islam  

Karya sastra ini sebenarnya sudah kalian ketahui saat kalian masih duduk di bangku sekolah dan juga sampai pada beberapa kegiatan kalian memungkinkan berdekatan dengan karya sastra ini. Kalau begitu, langsung saja ya guys Check Poin karya sastra yang ada pada Kerajaan Islam di Indonesia ini.  

1.1 Sastra Hikayat  

Mengenai sedikit pengertiannya, Hikayat sendiri menjadi salah satu bentukan dari prosa yang sudah berisikan langsung mengenai sebuah kisah, cerita , sejarah dari parah tokoh sampai dongeng. Dimana, memang akan menceritakan langsung mengenai adanya kehebatan dan juga kepahlawanan orang terdahulu dan juga bisa saja bercerita langsung mengenai sebuah keajaiban maupun kesaktian pada masa lampau.  

Hikayat sendiri banyak di pengaruhi oleh budaya Timur yakni Arab, Persia, serta negara India. Karyanya sendiri sudah berisikan mengenai keislaman untuk melakukan adanya dakwah ke masyarakat luas. Selain itu, disi dari hikayat ini bisa untuk mengajak kaum muslim menambahkan lagi kuatnya iman pada diri sendiri.  

Ciri yang bisa kalian ketahui dari adnaya Hikayat ini ialah : ceritanya bisa mengenai adanya tokoh pahlawan yang memang sudah berjuang langsung pada sebuah kedaulatan dari sebuah daerah yang ada. Setidaknya, ada beberapa contoh Hikayat yang bisa kalian ketahui. Semisal : 

~ Hikayat : Kerajaan Pasai  

Yang dimana hikayat ini sudah memiliki umur yang Tua, sekitaran 14 Masehi. Isinya, mengenai Merah Silu yang memiliki mimpi bertemu langsung dengan Nabi Muhammad. Dan di mimpinya tersebut, dirinya melakukan Syahadat dan kemudian menjadi seorang sulatn Pasai yang pertama dengan gelar yang di ketahuinya ialah Malik-Al Saleh.  

~ Hikayat : si Miskin  

Si Miskin atau terkenalnya dengan Hikayat Marakarma. Ceritanya sendiri langsung mengenai adanya Manakarma yang dulunya sudah lahir dengan keluarga yang Miskin. Namun, karena memiliki akhlak yang baik dari sinilah Manakarma bisa menjadi seorang Raja. Intinya dari Hikayat ini ialah, memberikan pesan Moral bagi diri kalian yang membaca kisah tersebut.  

1.2 Sastra Syair  

Mengenai Syair itu sendiri ialah salah satu media dalam penyebaran Islam, yang dimana didalamnya sendiri memiliki banyak sekali pengaruh. Selain daripada itu, tak hanya Nusantara saja namun, dalam wujud keseluruhan dunia pun Syair ini dapat menjadi sebuah Wasilah Dakwah bagi para Ulama Islamnya.  

Sedikitnya, di Indonesia sendiri juga memiliki adanya beberapa Syair yang memang sudah menjadi peninggalan pada masa Kerajaan Islam silam.  

~ Syair : Perahu  

Untuk syair ini menjadi syair yang terkenal dengan pencipta dari syairnya sendiri ialah seorang ulama bernama Hamzah Fansuri. Ulama ini sendiri tinggal di daerah Aceh saat masa pemerintahan dari Sulthan Alaiddin Riayat Syah Sayidil Mukamil silam. Mengenai isi dari Syairnya sendiri, sudah berisikan langsung pada banyaknya pengetahuan yang langsung mengenai adanya sebuah Adab maupun Akhlak.  

~ Syair : mengenai Perang Banjarmasin  

Syair ini sudah ada sejak abad ke 16M, yang dimana akan mengajarkan pada inti pokok ajaran dari Agama Islam. Akan tetapi, kalian nantinya akan menemui di beberapa bait pada Syair ini yang mengacu pada perdukungan ke negara Belanda atau negara Penjajah silam. Hal ini bisa kalian temui pada pembukaan dari syairnya yang langsung memberikan sebuah pujian ke pada Pemerintahan Belanda. Selain itu, di bait-bait selanjutnya muncul juga keterangan bahwa Pangeran Hidayatullah di mata Masyarakat sudah menjadi seorang Pahlawan Perjuangan. Walau sudah ada sejak abad ke 16, namun karya ini masih Anoname lho guys.  

1.3 Sastra Suluk  

Sudah tahu mengenai Suluk ini ?… dimana, Suluk sendiri menjadi karya sastra yang ada di Islam mengenai Tasawuf. Yang sudah pastinya berisikan langsung pada ke-Esaan dan juga keberadaan dari Allah SWT. Salah satu pelaku utamanya itu ialah Sunan Bonang, yang dimana Beliau kerap kali melakukan penggubahan sastra dan gubahan untuk pertama kalinya yang dilakukan oleh Beliau ialah mengenai Lembaran Daun Lontar.  

Pada karya sastra Suluk ini sendiri memiliki sebuah ciri Khas yang memang murni membahas langsung mengenai Tasawuf. Karya dari Sunan Bonang yang masih terkenal sampai saat ini dan pernah dinyanyikan oleh Opick ialah tembang dari Tombo Ati atau Obat Hati. 

1.4 Sastra Kitab  

Yang selanjutnya ialah Kitab. Dimana, karya ini menjadi salah satu karya satra yang sudah sangat terkenal sekali di kalangan masyarakat Islam. Dimana, Kitab memang menjadi peninggalan Kerajaan Islam yang snagat populer dan juga banyak jenisnya.  

Misalnya saja seperti Kitab : Manik Maya ( penulis Raden Mas Ngabei Ronggo – 1740 ), Sasanu Sunu ( penulis Raden Tumenggung Sastranegara – 1798 ), Nitisastra ( Anoname – abad ke 15M ).  

1.5 Sastra Babad  

Kurang lebih sama seperti Hikayat menceritakan adanya sebuah sejarah. Akan tetapi memiliki perbedaan yang di dalamnya sudah tercampurkan langsung dengan adanya penambahan Mitos dan juga diisi langsung oleh kepercayaan mistis Masyarakat yang ada.  

Sastra Babad yang cukup familiar di masyarakat ialah : 

~ Satra Babad : Tanah Jawi  

Ini menjadi karaya sastra yang cukup populer, dan sudah ada sejak tahun 1788 dengan penulisnya Carik Braja oleh perintah langsung Sunan Paku Buwono ke lll. Mengenai isinya si, langsung tertuju kepada sebuah silsilah raja pada zaman Mataram Hindu sampai apda Mataram Islam.  

~ Sastra Babad : Gianti  

Sastra ini sudah ada sejak tahun 1803 yang dimana, pada babad ini membahas mengenai adanya keadaan politik yang sudah terjadi di Pulau Jawa dari tahun 1741 sampai 1757 Masehi silam.  

Kesimpulannya si, sebisa mungkin kalian harus bisa melestarikan adanya karya sastra dari peninggalan Kerajaan Islam ini ya guys. Sedikitnya artikel ini , semoga bisa membantu menambahkan wawasan bagi kalian selaku para pembacanya yha.  

Categories
Seni Sastra

Sekilas Pemahaman Dari Sastra Lama

Sebelum kalian sampai pada artikel ini, mimin sarankan untuk kalian masuk ke artikel sebelumnya. Dimana, pada artikel sebelumnya sudah menjabarkan mengenai apa itu seni sastra yang terdiri dari berbagai macam jenis seni sastranya sampai pada unsur dari seni sastra itu sendiri. Nah, dari pembahasan ini muncullah seni sastra lama dengan seni sastra baru atau modern. Yang dimana keduanya memiliki perbedaan yang jelas dari pengertian hingga pada unsur yang ada di dalamnya.

Untuk saat ini, mimin akan menjelaskan setidaknya mengenai sastra lama terlebih dahulu. Mulai dari pengertiannya, ciri-ciri dari sastra lama itu sendiri, sampai pada contoh dari sastra lama yang mudah untuk kalian pahami seketika itu juga.

Jika nantinya sudah memahami apa itu sastra lama, bagaimana ciri-cirinya, sampai pada contoh dari sastra lama itu sendiri seperti apa ? maka akan lebih lengkap kita membahas mengenai Sastra selanjutnya yakni Baru atau Modern. Yang sebenarnya masih memiliki persamaan dari segi pengertiannya sedikit, hanya saja ciri serta contoh dari sastra baru atau Modern ini pastinya akan berbeda dari yang lama. Pasalnya jika tidak memiliki perbedaan untuk apa harus di bagi menjadi beberapa pengelompokkan yang nyata.

Kalau gitu, yuk langsung saja di simak lebih lengkapnya pada artikel yang ada di bawah ini. Check on the list ya guys.

Apa Sebenarnya Itu Sastra Lama ?

Ini memnjadi salh satu pembahasan utama yang harus kalian ketahui terlebih dahulu. Dimana, karya sastra lama ini ialah sastra yang memang memiliki bentuk lisan atau adanya sastra Melayu yang memang sudah tercipta dari suatu ucapan yang ada. Sastra lama beradadi Indonesia ini sendiri waktunya itu bersamaan dengan adanya masuk agama Islam yakni sekitar abad ke 13. Untuk kalian yang ingin mengetahui, bahwasannya peninggalan sastra lama itu sendiri bisa kalian lihat dari adanya 2 bait Syair yang terdapat di batu Nisan seorang muslim yang berada di wilayah Minye Tujuh, daerah Aceh.

Ciri Apa Saja Yang Harus Di Ketahui Dari Sastra Lama ?

Dari adanya sebuah sastra, pasti tidak akan jauh dari beberapa ciri untuk kalian memudahkan mengetahui sastra lama itu sendiri. Misalnya saja seperti :

~ Terdapatnya Anonim yakni tidak di beritahukan pasal nama dari pengarangnya.

~ Biasanya terikat oleh kehidupan istana kerajaan. Dalam artian lainnya Istanasentris.

~ Memiliki sebuah tema yang memang bersifat Fantastis.

~ Terdapatnya sebuah karangan yang bentuknya itu Tradisional.

~ Adanya sebuah proses perkembangan yang statis.

~ Di dukung dengan adanya pemakaian bahasa yang Klise.

Dari hal ini pun menimbulkan beberapa contoh yang ada di dalam sastra lama itu sendiri, seperti halnya :

# Contoh : Fabel

Contoh pertama ini langsung diambil dari adanya bahasa Belanda yang memiliki arti dari cerita yang memang menggabarkan langsung mengenai hewan yang menjadi salah satu dari tokoh utamanya itu. Nah, untuk di Indonesia sendiri Fabel ini pernah dikemas dalam bentuk cerita yang berjusul “ Cerita Si Kancil “ dan beberapa cerita lainnya. Banyak sudah para sastrawan sampai pada penulis dunia yang ikut adil dalam pemanfaatan bentuk Fabel di dalam sebuah akrangannya tersebut. Untuk tokoh pengarang terkenal pada contoh ini yakni Michael de La Fontaine, yang berasal ari Perancis. Adapun penyair Sufi Fariduddin Attar dari wilayah Persia yang memang langsung menuliskan adanya sebuah karya yang memang sudah termahsurkan yaitu , Musyawarah Burung yang langsung dikemas dalam bentuk Fabel.

# Contoh : Sage

Selanjutnya ada Sage. Sekilas sage ini adalah sebuah Dongeng yang langsung menceritakan mengenai kepahlawanan, adanya keperkasaan, lalu adanya kesaktian dari raja-raja, para pangeran, atau tokokh tertentu lainnya yang ada pada cerita tersebut.

# Contoh : Mantra

Yang biasa kita dengar adalah aji-ajian, namun pada sastra ini menjadi susunan kata yang berunsurkan puisi yang memang dianggap mengandung adanya kekuatan yang gaib. Mantra ini sering untuk di gunakan oleh dukun yang memang ingin menandingi adanya kekuatan gaib. Dalam sastra masuknya adalah ( Jampi, Serapah, Tawar, Sembur, Puja, Cuca, Seru, dan juga Tangkal ). Mantra ini genrenya Lisan dan sudah dikenal oleh masyrakat melayu.

# Contoh : Gurindam

Ini menjadi salah satu bentuk dari adanya puisi melayu lama. Terdiri langsung atas 2 bait, dimana di tiap baitnya ini akan terdiri dari 2 baris kalimat dengan memiliki sebuah irama akhir yang memanglah sama, yang nantinya menjadi sebuah kesatuan utuh. Pada baris pertama ini berisikan Soal, masalah atau perjanjian. Di baris kedua berisikan jawabannya, akibat dari masalah tersebut atau sebuah perjanjian yang ada di baris pertama.

# Contoh : Pantun

Ini menjadi salah satu puisi lama yang memang sudah di kenal luas di berbagai bahasa Nusantara. Misalnya pada bahasa Jawa maka terkenalnya dengan Parikan, untuk bahasa Sunda dikenalnya Paparikan, dan di Batak sudah terkenal dengan Umpasa yang dalam pembacaan jadi Uppasa. Umumnya pantun ini akan terdiri dari 4 larik atau baris yang memang di tuliskan, dengan sajak yang ada dari pola ABAB, lalu AAAA, dan tidak boleh di pergunakannya AABB dan ABBA.dulunya untuk pantun ini terkenal dengan Lisan, akan tetapi saat ini banyak di jumpai dengan tulisan.

Selain daripada itu, pantun juga langsung terdiri dari 2 bagian yakni Sampiran dengan Isi. Untuk sampiran sendiri terdiri atas 2 baris pertama yang biasanya berkaitan dengan alam dan tidak memiliki maksud dari bagian kedua yang akan menyampaikan maksud untuk mengantarkan rima ataupun sajak. Untuk 2 baris terakhir itulah yang akan di sebut dengan Isi.

# Contoh : Syair

Dimana ini menjadi salah satu jenis pusi lama juga yang asalnya dari Persia lalu di bawa masuklah ke Nusantara bersamaan dengan kedatangannya Islam. Untuk syair sendiri berasalkan dari bahasa Arab yakni Syu’ur yang artinya itu perasaan. Dari kata inilah yang kemudian berkembang menjadi Syi’ru atau puisi pada pengertian umumnya. Syair ini sendiri masuk kedalam kesusatraan Melayu yang langsung merujuk pada pengertian dari Puisi secara umum. Namun didalam perkembangannya, sair sedikit mengalami sebuah perubahan serta adanya sebuah modifikasi menjadi khas Melayu dan juga tidak lagi mengacu kepada tradisi dari sastra syair dari Negara Arab. Utnuk penyair ini sendiri memiliki peran besar dalam pembentukan syair yang khas dari Melayu yakni Hamzah Fansuri dengan berbagai macam karyanya itu.

Sedikit yang harus kalian ketahui mengenai sastra Baru yakni, ini menjadi sebuah sastra yang memang telah di pengaruhi oleh adnaya sebuah karya sastra asing sehingga tidak memiliki lagi yang namanya keaslian itu.

Itulah setidaknya mengenai sastra lama yang harus kalian ketahui, sampai jumpa di Nex artikel mengenai sastra baru atau modern yang harus juga kalian ketahui keberadaannya tersebut ya guys.

Categories
Seni Sastra

Pahami Jenis-Jenis Seni Sastra Yang Ada

Sebagian ada yang sudah paham ada juga yang belum paham dengan Seni Sastra ini sendiri. Dimana, Seni Sastra ini menjadi sebuah seni yang memang menjadikan adanya bahasa sebagai media yang bisa diartikan sebagai cabang seni yang didalmnya ini berisikan segala bentuk baik secara Lisan maupun dalam bentuk tulisan juga. Didalamnya sendiri terdapat sebuah unsur keindahan, lalu imajinatif dari sebuah hasil karya seseorang yang memang memiliki sebuah hasil yang memang bisa dinikmati nantinya. Dalam seni sastra ini juga kita pasti akan diperkenlakn dengan berbagai macam unsur seni sastra dan memiliki beberapa jenis pengelompokan dari seni sastra itu sendiri.

Untuk di awalan kalian pasti mengetahui adanya Sastra Seni ini sebagai bentuk cerita saja. Namun dari adanya sebuah perkembangan Seni Sastra ini berkembang dengan baik kedalam pengelompokkan yang ada. Dan dari sini pun mengenai pengertian Seni Sastra itu sendiri diambil dari sebuah pengelompokkan itu sendiri.

Bagi kalian yang memang ingin mengetahui mengenai jenis Seni Sastra ini sendiri, maka kalian bisa langsung lihat selengkapnya melalui artikel yang satu ini.

JENIS SASTRA DALAM 3 BENTUK YANG ADA

# Jenis Prosa

Dimana ini menjadi seuah bentuk seni yang memang bisa untuk kalian uraikan dengan menggunakan sebuah bahasa yang bebas serta lebih cenderung tidak ada keterikatan antara Iraa, Diksi, Kemerduan dari bunyi ataupun menyangkut dari sebuah pedoman yang ada. Prosa ini memang lebih menyangkut pada fakta ataupun ide seperti telah di khususkan untuk surat kabar, lalu sebuah amajalah, novel, Ensiklopedia, dan berbagai macam surat-surat yang ada di Seni Sastra ini sendiri.

Untuk Prosa sendiri masih terbagi lagi dalam beberapa jenis yang ada yakni : Naratif, Deskiptif, Eksposisi serta adanya Argumentasi. Jika melihat bentukannya akan terbagi menadi 2 yakni Roman dengan Novel.

# Jenis Puisi

Selanjutnya adalah Puisi, yang dimana ini menjadi sebuah karya Sastra yang nantinya bisa untuk di uraikan dengan menggunakan sebuah diksi ataupun kata-kata pilihan yang memang langsung dicirikan dengan adanya sebuah pembahasan yang memang padat namun memiliki keindahan tersendiri. Contohnya saja bisa Puisi dalam bentuk sajak yang ada, lalu bisa juga berupa pantun dan adanya juga seperti Balada

Dalam puisi ini sendiri juga di bagi langsung ke dalam beberapa unsur sepert :

~ Unsur Instrinsknya :

  • Terdapat Diksi : sebuah kata yang langsung dipilih oleh adanya seorang penyair di dalam menciptakan sebuah puisi. Kata ini sudah pasti mengungkapkan adanya sebuah keindahan dan juga perasaan.
  • Adanya Imaji : upaya dari adanya penyair yang dimaksudkan untuk membangkitkan adanya daya imajinasi atau khayal mengenai peristiwa yang sedang dialami langsung olehnya para si penyair sampai nanti si pembaca akan merasa sedih untuk bisa merasakan pesan tersebut.
  • Terdapat Majas : yakni adanya sebuah pengungkapan paa bahasa yang langsung dipilih dari adanya penyair yang ingin memperjelakan sebuah maksud dari adanya gambaran ataupun kiasan , lalu membuat sebuah kesegaran sampai pada menimbulkan adanya.
  • Memiliki Rima : yang dimana ni berarti persamaan pada bunyi di dalam puisis yang memiliki tujuan langsung dalam memperjelas adanya sebuah maksud yang langsung menimbulkan sebuah keputusan yang memanglah nayata.
  • Ditutup Dengan Irama : yang berarti adanya pergantian baik naik atau turun, lalu ada panjang pendeknya dari pengucapan bahasa pada puisi yang memang dilakukan secara teratur.

~Unsur Ekstrinstiknya :

Bisa langsung diambil contoh sebagai berikut  = adanya pendidikan pengarang, lalu terdapat sejarah dari si pengarang, agama yang dimiliki oleh pengarang sampai padalatar belakang dari si pengarang. Didalamnya diisi lagi dengan Teknik Membacanya beserta Syarat dalam membaca puisinya.

  • Tekni Membaca = dimana harus adaya sebuah ucapan dan juga gerakan Wajar yang tidak harus kalian uat-buat serta ditambahi langsung dari pengucapan yang diharuskan jelas mengenai konotasinya.
  • Syarat dalam membaca puisi = disini kalian bisa dnegan cara memahami dari isi puisinya, lalu juga artikulasi dan intonasinya yang memanglah tepat. Mengerti dalam pemberian jeda pada tekanan perkata yang sangat penting dampai harus paham mengenai mengeja kata-kata dengan jelas dan tentu saja disertai adanya mimic yang sangat sesuai dengan apa yang nantinya kalian sampaikan.

# Jenis Drama

Jangan salah guys, disini Drama masuk kedalam sebuah seni sastra. Drama sendiri aalah sebuah sastra yang memang di lakukan dengan adanya bantuan penggunaan dari bahasa yang terbilang bebas dan juga panjang. Disini disajikannya dengan menggunakan sebuah dialog ataupun monolog ( perorangan ). Untuk drama sendiri memiliki 2 pengertian yang cukup berbeda seperti halnya Drama dalam bentuk Naskah dan juga yang langsung nantinya untuk di pentaskan.

Macam-Macam dari Drama yang ada :

  • Terbentuk Komedi = yakni sebuah cerita yang memang didalamnya langsung mengandung adanya humor atau candaan yang langsung menghibur bagi penikmatnya.
  • Terbentuknya Tragedi = untuk yang satu ini mengandung sebuah kesusahan yang memang dialami oleh beberapa tokoh yang ada di dalamnya.
  • Bentuk Tragedi Komedi = yang dimana ini menjadi sebuah cerita yang memang langsung mengandung sebuah kesusahan yang intinya akan di baluti dengan kelucuan yang silih berganti ada di dalam cerita tersebut.
  • Bentukan Opera atau Musical = kurang lebih ini menjadi drama yang langsung diiringi oleh sebuah music sebagai salahs atu pelengkap dari adanya pementasan dari seni itu snediri.

Melihat isi dari seni sastra ini ada 4 jenisnya :

  • Jenis Epik : untuk jenis yang satu ini masuk kedalam sebuah karangan yang memang sudah melukiskan sesuatu secara objektif yang memang tanpa adanya mengikuti pikiran dan juga perasaan pribadi dari si pengarang.
  • Jenis Lirik : untuk jenis karangan ini memang langsung berisikan pada curhatan perasaan dari si pengarang secara subjektif.
  • Jenis Didaktif : ini menjadi sebuah karya sastra yang memang memiliki sebuah isi yang memang sudah berisi pada pesan Moral, tata karma , agama serta beragai hal yang lainnya.
  • Jenis Dramatik : ini menjadi sebuah karya sastra yang memang memiliki sebuah isi yang langsung melukiskan adaya sebuah kejadian dengan memiliki gambaran yang memang berlebihan.

Melihat dari adanya sebuah sejarah, untuk seni sastra ini sendiri sudah terbagi langsung dari adanya Sastra Lama dengan Sstra Modern. Yang jelas dong di keduanya ini pasti memiliki perbedaan yang bisa langsung terbukti dari beberapa isinya tersebut.

Nah, kurang lebihnya itu tadi yang bisa mimin jelaskan mengenai Kesenian Sastra ini yang bisa kalian lihat berdasarkan dari isi si seni sastra yang langsung terbagi menjadi 3 pengelompokkan utama yang dimana bisa kalian kenali langsung jenisnya itu ada Prosa, Puisi sampai kepada Drama yang didalamnya juga masih terbagi atas beberapa unsur yang nyata guys.