Categories
Seni Sastra

Karya Sastra Terbaik Luar Negeri yang Digubah Menjadi Film

Kehadiran dari dunia karya sastra memang sudah terbukti tidak akan pernah lekang oleh waktu. Di mana dalam hal ini sama seperti kalian membuka usaha makanan, yang akan terus selalu laku dan tidak akan pernah memandang adanya waktu.walau karya sastra ini sudah ditulis puluhan sampai dengan ratusan tahun yang lalu masih saja tetap diminati sampai dengan detik ini. Cerita yang biasanya disajikan atau disuguhkan oleh karya sastra selalu diisi dengan cerita yang kompleks dan mewakili keberanian dari sang penulisnya untuk mendobrak berbagai macam hal-hal tabu yang sekiranya berlaku di masyarakat pada masa itu.

Jangan salah jika dulunya salah salah ini menjadi salah satu alat atau media belajar sejarah dari pemikiran pemikiran masyarakat kuno. teruntuk kamu atau kalian semua yang memang kurang suka atau kurang minat dengan membaca disini kami akan memberikan beberapa film alternatif untuk kalian bisa menikmati karya sastra dari luar negeri dengan cara yang lebih menyenangkan dan juga simple. jika kalian sudah siap untuk memulainya maka siapkan nota mini untuk mencatat beberapa list film luar negeri terbaik yang langsung diadaptasi oleh karya sastra yang ada di bawah ini.

Film dengan Judul The Man in the Iron Mask

Film ini sudah hadir sejak tahun 1998, dimana sebenarnya filmnya telah diadaptasi oleh Alexandre dumas yakni dengan judul yang masih sama namun dari tahun 1847. Disini atos yang diperankan oleh John malkovich menjadi seorang mantan prajurit yang telah bersumpah untuk bisa membalaskan dendam para raja yang zalim yakni Louis XIV atau aktor aslinya adalah Leonardo DiCaprio. Balas dendam s128 sabung ayam memang terjadi atas adanya kematian putra sang raja. nah dalam hal ini atas mengundang rekan-rekan nya yakni photos dan juga aramis untuk bisa merencanakan pembebasan terhadap tawanan yang mana kabar burungnya itu adalah saudara kembar dari sang raja.

Nah dikala itu kelahiran bayi kembar menjadi salah satu pertanda buruk atau pertanda sial sehingga salah satu dari bayi tersebut harus benar-benar dibunuh atau dimusnahkan. di sini atas benar-benar meyakini tawanan tersebut benar kembaran dari sang raja Louis yang ingin membawanya naik tahta. namun dari perjuangan ketiga prajurit ini tidak benar-benar muda sebab mereka harus bisa menghadapi teman lawan mereka sendiri yakni the artagnan yang mana menjadi pengabdi setia dari sang raja.

Film dengan Judul Troy

Film ini sendiri sudah dirilis sejak tahun 2004, di mana secara langsung telah diadaptasi oleh homer-iliad sekitar tahun 500 sebelum Masehi dibuatnya terinspirasi atas naskah syair Yunani kuno yang judulnya itu yg liat yang mana ditulis oleh penyair buta bernama Homer. disini terdapat perang besar antara kerajaan yang satu yakni Sepatan dengan kerajaan Troy yang ditengarai atas kelakuan buruk pangeran Troy itu sendiri. Di sini tokoh Paris yang dimainkan oleh Orlando bloom telah jatuh cinta pada istri raja Spartan, yakni Helen yang dimainkan oleh Diane Kruger dan telah berani untuk membawa kabur sang ratu ke Troy.

disini raja Sparta yakni menelaus yang diperankan oleh Brandan glazen tidak terima jika istrinya dibawa kabur dan mengumumkan adanya perang telah dibantu oleh adiknya raja agamemnon yang diperankan oleh Brian cox. di mana ini semua telah memanfaatkan kemarahan dari saudaranya untuk bisa merebut Roy satu-satunya kerajaan yang berada di kawasan laut aegean yang belum benar-benar bisa dirinya kuasai.

Film dengan Judul The Painted Veil

Film ini secara resmi telah dirilis sejak tahun 2006 silam, dimana telah diadaptasi langsung oleh William Somerset maugham dengan judulnya itu masih sama yakni di tahun 1925. di sini mengambil kisah tentang seorang ahli bakteri yang bernama Walter friend yang dimainkan oleh aktor Edward Norton kala itu sedang menawari istrinya yang bernama Kitty dan diperankan oleh artis cantik Naomi Watts dengan dua pilihan setelah dirinya ketahuan berselingkuh.

Pilihan yang dibuat oleh dirinya adalah dengan menceraikan sang istri lalu dipulangkan saja kepada keluarganya dengan cara yang tidak hormat atau sang istri bisa memilih untuk mengikutinya ke Mei yakni daerah terpencil yang ada di negara China dan sedang terjangkit wabah kolera yang begitu mematikan. dikarenakan Kitty sebagai seorang istri takut sekali untuk membayangkan adanya tekanan masyarakat yang yang bisa dirinya dan juga keluarganya terima jika menjadi bahan olok-olokan kalangan kelas menengah atas jika skandalnya ini benar-benar terungkap.

Mau tidak mau disini dirinya mengambil keputusan yang kedua yakni ikut untuk bersama Walter yakni sang suami atau bisa dikatakan sudah jadi mantan suami ya pergi ke negara Cina walau itu berarti dirinya menantang maut dengan sendirinya. apakah disini alasan Walker hanya ingin memberikan hukuman kepada Kitty dengan membawanya ke wilayah epidemik yang begitu mematikan atau ada maksud tujuan lain dengan membawa sang istri ke tempat yang mematikan ini?

Film dengan Judul The Picture of Dorian Gray

film ini telah tayang sejak tahun 2009 yang mana diadaptasi langsung oleh Oskar wealth dengan judul yang sama di tahun 1890 silam. di sini dorian gray diperankan langsung oleh pemain ternama juga yakni Ben barnes dimana dirinya telah memerankan sebagai pangeran Kaspia dalam serial film The chronicles of Narnia. filmnya juga mengisahkan durian yakni seorang bangsawan muda yang memiliki paras tampan dan hedonistik yang mana sosoknya ini sedang tertangkap di lukisan yang begitu mempesona.

Dalam hal ini dorian gray juga sempat melakukan perjalanan jauh alias berkelana selama berpuluh-puluh tahun dan sewaktu kembali ke dalam lingkungan tempat tinggalnya dulu orang-orang terperangah melihat nya tidak berubah sama sekali. di sini benar-benar bisa terlihat bahwa bentuk fisik dari dorian gray tidak bisa menua namun semakin hari semakin menawan saja otot dirinya di lukisan justru sudah ternoda oleh setiap dosa yang benar-benar pernah ia lakukan semasa muda. jadi semacam ada genre thriller nya nih bagi kalian yang suka boleh tonton film yang diadaptasi langsung oleh karya sastra luar negeri.

Film dengan Judul Les Miserables

filmnya untuk pertama kali tayang di tahun 2012 dan adaptasi langsung dari Victor Hugo judulnya juga masih sama dan kehadirannya dari tahun 1862 silam. yang membuat bagus film ini adalah pengemasannya dibalut oleh gaya musikal yang mana dimeriahkan juga oleh aktor aktor ternama dan berbakat di luar sana.

ya sama seperti judulnya sih bahwa film ini benar-benar miserable banget dimana, Jean Valjean yang diperankan oleh aktor ternama yakni Hugh Jackman akhirnya benar-benar bisa dibebaskan setelah 19 tahun masuk ke dalam penjara oleh Javert atau yang diperankan oleh Russel Crowe dimana dirinya adalah perwira yang bertanggung jawab atas tempat kerja paksa dari para tahanan tersebut.

Disini valjean telah dibebaskan secara bersyarat namun kemudian dengan cara menggunakan uang yang berasal dari perak curian agar dirinya benar-benar bisa kembali menjadi seorang walikota dan memiliki pabrik.

Disini Javert benar-benar telah bersumpah untuk bisa memasukkan valjean kembali ke dalam penjara. Kurang lebihnya 8 tahun kemudian valjean sudah benar-benar menjadi penjaga seorang anak yakni bernama cosette yang diperankan oleh Amanda seyfried setelah ibunya yakni Anne Hathaway meninggal dunia. Di sini posisi dari valjean tahu benar bahwa hidupnya tidak akan pernah bisa menemukan kedamaian selama Javert  masih terus mencoba menangkapnya kembali. 

Categories
Seni Sastra

5 Film yang Diadaptasi dari Karya Sastra Indonesia

Bagi kalian para pecinta film baik itu film lokal maupun film barat, pastinya tahu dong karya tersebut ada yang dibuat berdasarkan kisah nyata maupun berdasarkan novel atau karya sastra lainnya. pasalnya memang benar film layar lebar tak jarang langsung diadaptasi dari sumbernya yakni karya seni seperti: novel-karya prosa-sampai dengan lagu juga bisa lho dijadikan sebuah film yang sangat amat bagus. Salah satunya ada tuh lagu yang dinyanyikan oleh bunga Citra lestari yakni cinta kita sejati itu gabungan dari antara kisah nyata dengan hasil karya sebuah lagu. tentu saja untuk karya yang bisa dipilih dan digubah menjadi sebuah film umumnya sih yang laku di pasaran atau memakai karya dari penciptanya yang memang sudah terkenal.

Berikut ini akan kami beritahukan 5 film terbaik yang ternyata kisahnya itu diadaptasi langsung oleh karya seni sastra yang berasal dari Indonesia. Nah kira-kira dari 5 film ini apakah sudah ada yang kalian pernah tonton? jika belum kalian bisa mulai menontonnya dan menebak-nebak apakah ini adaptasi langsung dari sebuah karya sastra? Atau novel? Atau bisa juga diadaptasi dari sebuah prosa? Kami hanya bisa memberikan club bawah ini semua diadaptasi oleh para sastrawan ternama di tanah air.

Film Layar Lebar Berjudul Bumi Manusia

Nah untuk film yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi ditelinga kalian sebab, film dengan judul bumi manusia sudah diadaptasi langsung dari novel dengan judul yang sama oleh salah satu sastrawan legendaris yang berada di Indonesia kalian tahu siapakah orangnya? Ya siapa lagi kalau bukan bapak Pramoedya ananta Toer. Baik judul novel maupun judul film atas bumi manusia ini memang sudah menjadi buku pertama dari tetralogi buru yang ditulis oleh Pramoedya ketika dirinya itu sedang menjadi tahanan di pulau buru.sudah diterbitkan sejak tanggal 25 Agustus di tahun 1980 dan pada saat penerbitannya sempat terjadi konflik pelarangan untuk peredaran buku bumi manusia ini.

Mengenai filmnya sudah pasti digarap oleh Hanung Bramantyo sutradara yang mendapat kepercayaan untuk bisa menggarap film bumi manusia secara apik. sebagai seorang penggemar dari karyanya Pram yakni suami Zaskia Adya Mecca atau bapak Hanung Bramantyo menganggap kesempatan ini adalah mimpi yang benar-benar menjadi nyata. dirinya tidak pernah mengira akan mampu atau akan diberikan mandat untuk bisa menyutradarai film berjudul bumi manusia.

Di sini minke sebagai tokoh utama dalam judul bumi manusia diperankan oleh mantan boyband penyanyi cilik yakni Iqbal coboy junior atau Iqbal Ramadhan. Selain itu diisi oleh penampilan cantik mawar de Jong yang berperan sebagai anneliz, lalu ada juga nyai ontosoroh diperankan oleh shine Febrianti dan beberapa tokoh lainnya yakni masih termasuk aktor dan aktris ternama di Indonesia. film dari bumi manusia memiliki durasi 2 jam 52 menit atau kurang lebihnya 3 jam kurang 8 menit dan sudah tayang pada tanggal 15 Agustus tahun 2019.

Film Layar Lebar Berjudul Perburuan

Berbarengan dengan rilisnya film bumi manusia di mana sudah tayang bersamaan film yang diadaptasi dari karya sastra Indonesia yang berjudul perburuan di bioskop-bioskop seluruh daerah di Indonesia. Untuk filmnya sendiri bukan Hanung Bramantyo namun digarap oleh sutradara nama lainnya yakni Richard oh yang mana adaptasinya dari novel yang judulnya itu sama namun karyanya tetap dari Pramoedya ananta Toer dan telah diproduksi oleh Falcon pictures.

Film perburuan sendiri yang memiliki kisah mengenai hardo yang telah kembali ke kampung asalnya di daerah Blora, setelah dirinya melakukan aksi melarikan diri dan menanggalkan identitasnya sebagai anggota tentara PETA. nah diceritakan kedatangan dari hardo ini sudah tercium oleh nippon dan membuat dirinya di buru-buru terutama oleh Shidokan. seperti halnya film bumi manusia dimana untuk film perburuan ini juga dibintangi oleh para pelaku dunia akting ternama yang ada di Indonesia. Sebut saja mas ganteng Adipati dolken-mbak Ayushita dan lainnya.

Film Layar Lebar dengan Judul Dilarang Menyanyi di Kamar Mandi

Kalau kalian membaca judulnya pasti langsung terpikirkan ini adalah genre dari film thriller ataupun horor Indonesia. untuk filmnya sendiri menjadi salah satu karya dari Seno gumira ajidarma yang langsung diadaptasi ke dalam bentuk film layar lebar nya. Nah judul dilarang menyanyi di kamar mandi menjadikan film tersebut langsung diangkat dari cerita pendek yang memiliki judul yang sama.

Film ini sudah pernah dirilis 2 tahun yang lalu tepatnya pada tanggal 18 Juli tahun 2019 dan menampilkan pemain Elvira Devinamira sebagai pemeran utama di dalam film tersebut. Di sini dirinya menghidupkan toko shopie seorang mahasiswa S2 yang tinggal sementara waktu di sebuah perkampungan lantaran sedang melakukan kegiatan penelitian mengenai tesisnya.

suara nyanyinya di kala membersihkan diri di kamar mandi umum membuat para bapak-bapak di kampung tersebut terlena dan melakukan permainan imajinasi.dalam hal ini juga menunjukkan prasangka serta kecemburuan di dalam hati para istri-istri mereka. Selain pemeran utama yakni Elvira Devinamira ada juga diisi oleh sejumlah aktor maupun aktris yakni David John schaap, ada bapak  Mathias Muchus, ada juga Yayu Unru sampai dengan Poppy Azzahra mengisi film layar lebar tersebut.

Film Layar Lebar Hujan Bulan Juni

Kalau film yang satu ini bukan diambil langsung dari sebuah novel maupun lirik lagu, namun diambilnya dari puisi terkenal karya Sapardi Djoko damono dengan judulnya hujan bulan Juni. Sebelum benar-benar jadikan sebuah film lebih dulu hujan bulan Juni ini sudah menjadi lagu sampai dengan novel. novel yang tercipta ini nyatanya dari kumpulan puisi tersebut yang kemudian diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar yang patut untuk kalian tonton.

sama seperti film-film sebelumnya bahwa judulnya itu hujan bulan Juni yang juga sama seperti puisi maupun novel yang ada. Pemerannya ada mas Adipati Dolken, ada mbak-mbak cantik Velove Vexia yang dulu sering banget nih tayang di TV Indonesia lalu ada mas Surya Saputra sampai dengan koutaro kakimoto. film dengan judul hujan bulan Juni langsung disutradarai oleh hestu Saputra dan juga sudah dirilis kurang lebihnya 3 tahun yang lalu yakni pada tanggal 2 November di tahun 2017 kemarin.

film yang satu ini memiliki kisah mengenai sepasang kekasih yakni Pinkan dan juga Sarwono di mana, peran dari Pinkan sendiri menjadi dosen muda sastra Jepang di universitas Indonesia. pada suatu ketika ada sebuah kesempatan dirinya untuk belajar ke Jepang selama 2 tahun ( Pinkan ) dan di sini Sarwono nelangsa mendengar kabar bahwa dirinya akan ditinggal lama oleh sang kekasih. nah untuk kalian yang ingin tahu lebih lanjutnya bagaimana mengenai kisah ini, maka kalian bisa cek sendiri filmnya di beberapa situs live streaming nonton online

Film Layar Lebar Kapal Van Der Wijck

Film ini yang langsung diadaptasi dari novel judulnya juga kapal Van der wijck yakni karya dari haji Abdul Malik Karim Amrullah atau mungkin kalian lebih kenal dengan nama sapaan sebagai bapak Hamka. novel ini memiliki kisah mengenai sebuah hubungan cinta dari sepasang kekasih yang benar-benar terhalang oleh perbedaan latar belakang sosial di antara keduanya. Genre yang diambil adalah drama romantis dan film ini dibintangi oleh pemain yang cantik Yani Pevita Pearce dan juga Herjunot Ali, tidak ketinggalan di sini mas Reza Rahadian dan juga Randy danistha ikut adil dalam memerankan adegan di film tersebut. film ini telah disutradarai oleh Sunil Soraya yang sudah dirilis itu dari tanggal 19 Desember tahun 2013 atau kurang lebih 7 tahun yang lalu lah ya Film ini sudah rilis dan juga sudah berapa kali tayang di TV nasional Indonesia salah satunya sih sering banget di RCTI.

nah itu tadi kelima film layar lebar yang benar-benar diadaptasi dari karya sastra di Indonesia. dimana kalian harus benar-benar bangga sebab sastrawan Indonesia berhasil membuat sebuah tulisan atau sebuah karya yang digubah menjadi sebuah film yang mana, tersalurkan atas imajinasi dari para pembaca atau penonton nya.

Categories
Seni Sastra

Fakta Sapardi Djoko Damono, Sastrawan Besar

Dunia seni Tanah Air belum lama ini kembali berduka. Sastrawan senior yaitu Sapardi Djoko Damono menghembuskan (19/7) nafas terakhirnya yaitu pada Minggu (19/7) sekitar pukul 09.17 WIB. Kabar ini nantinya akan disampaikan oleh sejumlah tokoh melalui akun media sosial. Sang maestro meninggal dunia di Rumah Sakit Eka Hospital yang ada di BSD, Tangerang Selatan. Sapardi Djoko Damono dikenal sebagai seorang akademisi sekaligus juga seorang sastrawan besar Indonesia.

Ia telah berhasil menghasilkan berbagai macam karya dan memperoleh banyak sekali penghargaan atas perannya di dalam bidang sastra dan aktif yaitu sejak tahun 1950 hingga sampai sekarang. Karyanya tidak hanya sajak dan juga berbagai macam puisis, melainkan juga berbagai esai dan juga berbagai cerita pendek. Sejumlah puisinya mendapatkan sebuah apresiasi luar biasa, bahkan diangkat ke dalam bentuk seni lainnya, seperti musikalisasi.

Fakta Sapardi Djoko Damono, Sastrawan Besar

Sapardi lahir pada tahun 1940 yang artinya dirinya lahir pada saat Indonesia belum dalam keadaan merdeka. Maka dari itu saat masa kecil Sapardi jauh dari kata bahagia dan juga aman. Di usianya yang masih belia Sapardi kemudian harus memakan dengan bubur nasi seadanya buatan sang ibunda yaitu kali sehari. Padahal anak usia 2-3 tahun setidaknya memerlukan kalori yaitu sebesar 1000-1400 per harinya.

Namun bubur nasi yang diketahui hanya memiliki 72 kalori, artinya Sapardi tidak masuk ke dalam golongan anak sehat secara medis. Puisi berjudul Hujan Bulan Juni pada (1994) merupakan salah satu dari mahakaryanya yang begitu terkenal. Sapardi diketahui meninggal dunia karena komplikasi sebuah penyakit. Dirinya dimakamkan di Taman Pemakaman Giritama, Bogor. Berikut ini adalah beberapa fakta tentang Sapardi Djoko Damono yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

1. Masa kecil

Sapardi Djoko Damono dirinya lahir di Solo, Jawa Tengah pada 20 Maret 1940 dari pasangan Sadyoko dan juga Sapariah. Dirinya merupakan anak tertua dari dua bersaudara. Sapardi kemudian menempuh pendidikan di Solo hingga dirinya menginjak bangku SMA. Kemudian ia mengambil jurusan Sastra Inggris dan masuk ke Universitas Gadjah Mada (UGM) dan meraih gelarnya yaitu pada 1964. Lulus dari UGM, ia melanjutkan pendidikan non gelar yaitu University of Hawaii.

2. Karir di bidang pendidikan

Selepas kuliah, Sapardi juga pernah menjadi seorang dosen tetap Ketua Jurusan Bahasa Inggris di IKIP Malang Cabang Madiun pada tahun 1964-1968. Tahun 1973, Sapardi kemudian pindah dari Semarang ke Jakarta dan kemudian menjadi seorang direktur pelaksana dalam Yayasan Indonesia yang menerbitkan majalah sastra Horison.

Sejak tahun 1974, ia telah berhasil mengajar di Fakultas Sastra-Budaya Universitas Diponegoro. Sapardi juga pernah menjabat sebagai seorang dekan FIB UI periode 1995-1999 dan menjadi seorang guru besar di Fakultas Sastra, Universitas Indonesia Jurusan Sastra Indonesia. Dirinya juga pernah menjabat sebagai Pembantu Dekan III, Fakultas Sastra di Universitas Indonesia tahun 1979-1982, lalu kemudian diangkat sebagai Pembantu Dekan I pada 1982-1996 dan pada akhirnya menjabat sebagai Dekan pada tahun 1996-1999 di fakultas dan universitas yang sama. Tahun 2005 Sapardi kemudian memasuki masa pensiun sebagai guru besar di Fakultas Ilmu Budaya.

3. Aktif di lembaga

Selain dirinya mengajar sebagai seorang dosen, Sapardi Djoko Damono juga sangat aktif di berbagai lembaga seni sastra. Ia juga pernah menjadi seorang Direktur Pelaksana Yayasan Indonesia dalam redaksi majalah sastra Horison pada tahun (1973), Sekretaris Yayasan Dokumentasi Sastra HB Jassin tahun (1975), anggota Dewan Kesenian, dan juga anggota Badan Pertimbangan Perbukuan di Balai Pustaka Jakarta.

Tahun 1986, Sapardi kemudian mendirikan sebuah organisasi profesi kesastraan di Indonesia dengan nama Himpunan Sarjana-Kesusastraan di Indonesia atau Hiski. Selama tiga periode, Sapardi juga berhasil terpilih sebagai Ketua Umum Hiski Pusat. Sapardi juga tercatat sebagai salah satu anggota Himpunan Pembina Bahasa Indonesia (HPBI) dan juga merupakan anggota Koninklijk Instituut vor Taal Land-en Volkenkunde (KITLV).

Tidak hanya aktif di dunia sastra Indonesia saja, Sapardi Djoko Damono juga sering menghadiri berbagai macam pertemuan internasional, seperti Translation Workshop dan juga Poetry International di Rotterdam, Belanda dan Seminar on Literature and Social Exchange in Asia yang diadakan di Australia National University Canberra.

4. Karya sastra

Di Dalam dunia sastra Indonesia, Sapardi Djoko Damono namanya mempunyai sebuah peran yang sangat penting. Sapardi masuk ke dalam kelompok pengarang angkatan 1870 an. Puisi Sapardi dikagumi karena banyak kesamaan dengan yang ada di dalam persajakan Barat.

Beberapa karyanya yang juga telah dibuat antara lain, Duka-Mu Abadi 1969, Perahu Kertas (1983),Sihir Hujan (1984), Mata Pisau (1974), Hujan Bulan Juni (1994), dan Arloji (1998). Serta Mata Jendela (2000), Ayat-ayat Api (2000), Ada Berita Apa Hari Ini, Den Sastro (2003), kumpulan cerpen dengan judul Pengarang Telah Mati (2001), dan kumpulan sajak Kolam tahun (2009).

5. Penghargaan karya

Atas berbagai perannya dan karya-karyanya di dunia sastra Indonesia, Sapardi Djoko Damono pernah memperoleh sederet penghargaan dan juga hadiah dalam bidang sastra. Diantaranya seperti puisi berjudul “Balada Matinya Seorang Pemberontak tahun (1963), Dewan Kesenian Jakarta atas bukunya yang berjudul Perahu Kertas (1984), Puisi-Puisi Putera II untuk bukunya yaitu Sihir Hujan dari Malaysia (1983), Mendapat Anugerah Seni dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1990), SEA Write Award (Hadiah Sastra Asean) dari Thailand (1986 dan juga masih banyak lagi.

6. Mengembangkan Segala Kelebihan

Sapardi balita juga mulai tinggal bersama kakeknya yang merupakan abdi dalem dari Keraton Kasunan. Kakaknya juga pandai membuat dan memainkan berbagai macam wayang kulit. Namun Saat usia Sapardi 3 tahun, ayah dan ibunya menyewa sebuah rumah di kampung Dhawung dan mengikutsertakan Sapardi untuk kemudian pindah juga. Sapardi menempuh pendidikan awalnya di Sekolah Rakyat Kasatrian yang berisikan anak laki-laki.

Pendidikan seni yang ia dapat adalah menabuh gamelan dan juga menari jawa. Bakat seni yang tertanam dari sang kakek kemudian mengalir ke raga Sapardi yang gemar dengan dunia seni budaya. Setelah itu sapardi kemudian meneruskan pendidikannya di SMP Negeri 2 Surakarta, disana mulailah Sapardi menemukan jati dirinya bahwa sastra adalah dunia yang nantinya harus dituju.

Pada masa itu juga, Sapardi aktif mengirimkan ceritanya ke majalah anak berbahasa jawa dan pada saat itu tulisannya sempat ditolak semata-mata karena tulisannya di anggap tidak masuk akal, padahal Sapardi saat itu menulis sebuah kisah nonfiksi. Dari situlah sapardi kemudian mulai berpikir untuk menulis sebuah hal berbau fiksi.

Pada tahun 1955 Sapardi lulus dari bangku SMP dan kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 2 Surakarta, Sapardi aktif menulis puisi pada saat dirinya duduk di bangku kelas 2 SMA, dan puisinya dipublikasikan di majalah-majalah budaya sastra dan dari situlah awal dirinya menjadi seorang sastrawan hebat.

Demikian itulah beberapa fakta tentang Sapardi Djoko Damono seorang sastrawan besar Indonesia. Walaupun kini Sapardi Djoko Damono telah tiada, namun karya-karya indahnya masih sering dilantunkan oleh banyak orang. Semoga kisah dari Sapardi Djoko Damono ini dapat menginspirasi banyak anak muda Indonesia yang tertarik di bidang sastra.

Categories
Seni Sastra

Berbagai Fakta Unik Tentang Buku & Karya Sastra

Semuanya pasti tahu, membaca sebuah buku mempunyai banyak sekali manfaat. Membaca buku menjadi sebuah kegiatan yang bisa membuat kita nantinya mendapatkan berbagai pengetahuan yang baru. Sebuah penelitian yang juga telah dilakukan di Kingston University di London, Inggris membuktikan jika nantinya seseorang gemar membaca buku, maka akan membuat seseorang tersebut dapat mempunyai sebuah perilaku yang baik.

Berbagai Fakta Unik Tentang Buku & Karya Sastra

Dari penelitian tersebut juga ditemukan jika orang yang suka membaca buku nantinya akan mempunyai sebuah rasa empati yang cukup besar dari pada mereka yang lebih suka menonton televisi. Selain sebuah kebiasaan dalam membaca buku, pilihan buku yang yang nantinya akan di baca juga bisa menunjukkan sebuah sikap yang berbeda-beda.

Contohnya, orang yang gemar membaca sebuah buku fiksi akan punya sebuah perilaku sosial yang nantinya bisa lebih positif, sedangkan untuk mereka yang suka membaca novel mempunyai sebuah sikap atau mempunyai sebuah rasa empati yang lebih tinggi. Selain itu, ternyata buku juga punya banyak fakta unik lainnya. Dalam artikel kali ini akan dibahas beberapa fakta tentang buku dan juga karya sastra.

Karya sastra pertama

Ditemukannya sebuah puisi yang diduga sebagai sebuah karya sastra paling awal yang pernah diciptakan. Puisi ini berjudul Epic of Gilgamesh” dan menjadi puisi pertama yang berasal dari zaman Mesopotamia kuno. Karena pada saat itu belum adanya buku ataupun juga kertas, puisi tersebut ditulis pada 12 buah batu yang berbentuk seperti halnya tablet. Saat ini karya sastra pertama yang diciptakan tersebut sudah bisa dibaca secara online.

Buku terbitan pertama

Buku pertama kali telah diterbitkan yaitu pada tahun 1453 dan buku tersebut pertama kali diterbitkan yaitu pada tahun 1453 dan buku tersebut adalah Alkitab Gutenberg. Buku ini dicetak sendiri oleh sang penemu mesin cetak bernama Johannes Gensfleisch zur Laden zum Gutenberg. Karena sudah berhasil mencetak sebuah buku untuk pertama kalinya, keberhasilan pak Gutenberg ini menjadi sebuah titik awal pencetakan buku yang ada di dunia.

Ada berapa banyak buku?

Setiap tahunnya, ternyata diperkirakan ada sekitar 7555.755 buku baru yang telah berhasil dicetak dan pada pertengahan tahun 2017, kira-kira lebih dari 130 juta buku cetak di dunia ini.

Buku terbesar yang pernah ada

Ukuran buku umumnya sangat beragam, mulai dari yang berukuran kecil hingga buku yang berukuran besar. Ternyata di Mandalay, Myanmar sendiri tepatnya di Burma di Pagoda Kuthodaw menyimpan berbagai buku terbesar yang pernah ada di dunia.

Tapi buku terbesar yang ada di Pagoda Kuthodaw ini tidak terbuat dari sebuah kertas, melainkan dari tablet yang terbuat dari sebuah batu marmer. Di tempat ini diketahui terdapat koleksi buku yang terdiri dari 729 batu marmer yang berisi kan teks atau tulisan yang ditulis menggunakan tinta emas dan kemudian dihiasi dengan berbagai batu berharga seperti halnya berlian dan ruby.

Buku kertas terbesar

Jika di Pagoda Kuthodaw terdapat sebuah buku yang terbuat dari sebuah lempengan batu marmer, maka di Dubai Uni Emirat Arab ada sebuah buku terbesar yang terbuat dengan menggunakan kertas. Buku ini berjudul “This the Prophet Muhamed” yang dibuat oleh sebuah Kelompok Internasional Mshahed dan juga merupakan sebuah buku yang diresmikan pada bulan Februari 2012.

Ukuran buku ini sendiri mencapai lebar lima meter dengan panjang yaitu lebih dari delapan meter dan terdiri dari 429 halaman. Dan buku ini juga ternyata sangat berat, karena mencapai lebih dari 1000 kilogram.

Buku paling tebal yang pernah diterbitkan

Sebagai orang yang gemar membaca buku, berapa umumnya buku yang paling tebal yang pernah anda baca? Ternyata Ada sebuah buku paling tebal yang pernah diterbitkan, dan buku tersebut juga disebut sebagai buku paling tebal karena terdiri dari 4.032 halaman!

Buku ini berjudul “The Complete Miss Marple” yaitu sebuah buku yang berisi 20 cerita pendek dan 12 novel misteri yang ditulis oleh seorang penulis novel misteri, Agatha Christie. The Complete Miss Marple bercerita tentang seorang wanita yang bernama Miss Marple yang berhasil menyelesaikan berbagai macam kasus kejahatan.

Bau buku tua bisa menentukan usianya

Buku sendiri terbuat dari kayu batang pohon dan dapat terjadinya sebuah reaksi kimia dari berbagai zat-zat yang terdapat di dalam kayu tersebut. Reaksi tersebut nantinya tidak hanya mengubah warna kertasnya saja, akan tetapi akan membuat munculnya sebuah bau buku lama yang khas. Bau khas dari buku tua tersebut nantinya bisa membantu peneliti untuk dapat mengukur berapa usia buku tersebut.

Bibliosmia

Jika melihat kalimat bibliosmia pastinya anda akan langsung teringat dengan istilah bibliofilia, bukan? Bibliomania sendiri adalah sebuah istilah yang merujuk pada sebuah aroma khas buku yang sering kita cium. Beberapa orang bahkan merasa jika bibliomania adalah bagian penting dari sebuah pengalaman membaca buku fisik, yang nantinya tidak akan dapat ditemukan ketika membaca dalam e-book.

Penulis novel distopia yang sangat terkenal Fahrenheit 451, Ray Bradbury, bahkan pernah berkata bahwa, tidak ada masa depan untuk e-book karena ‘itu’ karna bukanlah buku; karena e-book berbau seperti bensin yang terbakar.” Sebuah survei yang juga pernah dilakukan pada tahun 2015 oleh For Reading Addicts di Inggris menyimpulkan jika hanya 10% responden yang lebih menyukai e-book dibandingkan buku biasa, sementara 71% responden bahkan tidak pernah menggunakan e-book pada seumur hidupnya.

Menurut sebuah penelitian, bau yang sering dikaitkan dengan buku-buku fisik disebabkan oleh penguraian dari sebuah senyawa kimiawi di dalam sebuah kertas. Oleh karena itu, buku baru dan buku juga buku lama memiliki bau yang berbeda dan juga sangat khas. Bagi sebagian orang, setiap buku memiliki baunya sendiri, yang menunjukkan keaslian dan juga ciri khas kertas atau percetakan tertentu.

Buku paling populer

Alkitab adalah sebuah buku terlaris sepanjang masa, meskipun jumlah pastinya hingga kini belum dapat terhitung. Namun, sebuah survei yang juga pernah diadakan oleh Bible Society mengatakan bahwa lebih dari 2,5 miliar kopi Alkitab sudah berhasil terjual di antara tahun 1815 dan 1975.

Tentunya, jumlah ini terus berlipat ganda sejak itu. Jumlah ini sangat fantastis, mengingat Alkitab sendiri dimana pertama kali diterbitkan yaitu tahun 1450-an. Bandingkan dengan seri Harry Potter yang pertama kali diterbitkan di tahun 1997, di mana pada Januari 2020 seri tersebut telah berhasil terjual lebih dari 500 juta kopi.

Alkitab mungkin dilarang di 52 negara, walau hal begitu tidak menghentikannya untuk menjadi salah satu buku paling populer sepanjang masa. Sedangkan untuk buku Harry Potter tetap menjadi salah satu novel yang paling dilarang di Amerika karena berkaitan dengan berbagai referensi sihir, mantra dan juga kutukan, yang tentunya bertentangan dengan berbagai kebijakan Gereja Katolik yang ada disana.

Demikian itulah beberapa fakta menarik tentang buku dan juga tentang karya sastra yang masih belum diketahui banyak orang. Buku sendiri di dalam kehidupan manusia adalah sumber ilmu pengetahuan yang sangat penting. Sehingga berbagai buku dan juga karya sastra mempunyai dampak bagi kehidupan manusia.

Categories
Seni Sastra

Jenis Buku yang Paling Diburu Milenial

Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa pada tanggal 17 Mei adalah sebagai hari Buku Nasional sejak tahun 2002 lalu. Penetapan ini dilakukan untuk dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia akan pentingnya membaca buku bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Dengan membaca maka nantinya akan banyak pengetahuan yang juga akan didapatkan dan juga pemikiran yang nantinya menjadi lebih luas. Dengan sbobet login tujuan ini pula akan banyak orang tua yang sejak kecil selalu mengajari anaknya untuk membaca. Selain itu anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu ditekankan untuk rajin belajar dan membaca.

Jenis Buku yang Paling Diburu Milenial

Akan tetapi saat ini, tahukah anda jika minat baca dari kaum milenial sudah semakin menurun di Indonesia. Hal ini terlihat dari penjualan buku yang ada di toko-toko buku yang sepi-sepi saja. Bahkan pada saat ada diskon buku juga tidak dapat menarik minat pembaca yang cukup banyak di Indonesia.

Jenis buku juga terbagi ke dalam beberapa jenis yang sesuai dengan usia masing-masing dari pembaca. Seperti orang tua yang akan lebih menyukai sebuah buku literasi dan anak anak kecil yang umumnya lebih menyukai buku-buku gambar ataupun komik. Lalu bagaimanakah dengan kaum milenial ? Dari beberapa penelusuran setidaknya ada 5 buku yang juga disenangi oleh kaum millenials.

Novel

Sepertinya hampir semua kaum milenial menyukai novel sebagai sebuah bahan bacaannya disaat mengisi waktu luang. Dari 3 remaja yang telah temui, semuanya yang mengatakan mereka sangat menyukai novel dibandingkan dengan beberapa buku pelajaran maupun buku literasi. Yang membedakan hanya dari jenis atau genre novel yang dibaca.

Ada yang menyukai genre romantis, horor dan juga fiksi seperti halnya Novel seri Harry Potter dan juga Novel seri Twilight.
Tapi banyak juga milenial yang menyukai novel humor yang hingga seperti saat ini yang masih banyak mengeluarkan buku barunya. Bahkan penulis novel humor seperti halnya Raditya Dika mempunyai banyak penggemar karena karyanya sendiri yang mampu mengocok perut.

Komik

Kalau yang satu itu adalah sebuah bacaan wajib bagi kaum milenial. Hampir semua milenial pastinya sangat gemar membaca komik. Selain karena ceritanya yang sesuai dengan anak muda saat ini, bahasa komik juga sudah lebih ringan. Bahkan dairi kecil sudah banyak yang rajin membeli dan juga membaca komik. Apalagi komik yang memiliki seri yang panjang seperti conan. Hingga saat ini komik terus berkembang, namun yang tetap menjadi favorit masih cerita kartun dan misteri seperti halnya detektif conan.

Buku Sastra

Tak melulu sebuah buku santai dengan isi cerita romantis dan humoris. Ternyata banyak sekarang ini kaum milenial yang menyukai berbagai buku sastra. Menurut survei yang dilakukan dari beberapa anak muda salah satunya memilih untuk membaca buku sastra dibandingkan membaca novel dan komik.

Buku sastra yang juga dinilai mampu memberikan berbagai macam manfaat, seperti memperkaya diksi dalam bahasa, tetapi juga bisa belajar banyak hal seperti sejarah, budaya, seni, hingga politik. Hal tersebut dikarenakan sastra dapat mendorong pembaca untuk mengasah kreatifitas, memperkaya imajinasi pembaca, berpikiran kritis, memperluas pandangan, sekaligus juga berbudaya. Buku sastra yang sekarang ini paling diminati yaitu buku yang ditulis oleh penulis Dee Lestari yang karyanya terkenal dan mampu memikat banyak pembaca.

Buku Puisi

Buku puisi juga ternyata masih sangat disukai oleh para kaum milenial baik wanita maupun juga pria. Buku puisi juga dinilai bisa memberikan ketenangan pada saat membacanya, dan bagi pria bisa dijadikan sebagai sebuah bahan untuk mendekati sang gebetan.

Buku Masak

Pasti tidak ada yang menyangka jika buku memasak adalah buku yang ternyata banyak disukai oleh kaum milenial terutama untuk kaum perempuan. Kenapa? Karena kaum milenial saat ini sudah dalam usia beranjak dewasa sehingga banyak yang senang memasak. Menurut survey diketahui jika kamu milenial yang perempuan senang membaca buku memasak. Biasanya saat mendatangi toko-toko buku yang pertama yang akan dilihat adalah bagian dari buku masak. Ini menandakan bahwa buku masak di gemari oleh kaum milenial.

Kemampuan memahami sebuah literasi yang terasah khususnya bagi para generasi milenial kelak akan menghasilkan sebuah jejak digital yang bermanfaat. Hal penting dari membaca bagi kaum milenial juga seperti :

Dampak Sosial dari Literasi yang Buruk

Ketika ada seseorang yang memiliki sebuah kesulitan dalam membaca, maka nantinya akan terasa dampaknya tersebut di dalam kehidupan sosial. Misalnya saja terdapat seorang anak yang kesulitan membaca, maka biasanya mereka tidak akan percaya diri dan merasakan beberapa emosi seperti malu, takut dan juga merasa minder.

Contoh lainnya adalah, ketika terdapat siswa yang tidak pernah paham maka pentingnya sebuah literasi. Mereka yang nantinya yang kesulitan membaca akan merasa terkucil secara akademis, dan kemudian memilih untuk menjauh dari tanggung jawab sosial (contoh seperti : tidak nyaman atau tidak suka bergabung dengan sebuah komunitas atau perkumpulan yang ada di sekitarnya).

Mantan Presiden Asosiasi Literasi Internasional, Bernadette Dwyer dirinya berkata bahwa Literasi menembus banyak aspek kehidupan. Membentuk diri secara mendasar bagaimana cara untuk belajar, bekerja, dan juga berkehidupan sosial.

Literasi adalah sebuah sumber informasi pada saat pengambilan sebuah keputusan, pemberdayaan diri, juga keterlibatan di masyarakat. Karena sebuah komunikasi dan juga sebuah keterbatasan koneksi adalah dasar tentang siapa diri kita dan bagaimana kita tinggal bersama serta melakukan sebuah interaksi di dunia.

Beberapa kesulitan dan masalah yang juga terjadi yaitu adalah seseorang akan sulit memahami tentang hak-hak dirinya sendiri seperti halnya : menyuarakan sebuah pendapat politik, mencari kerja, membayar sebuah tagihan pajak, dan juga bahkan untuk mengamankan harta pribadinya tersebut.

Hal-hal yang memang terlihat kecil seperti menggunakan bentuk spiral yang semakin lama semakin membesar sehingga dampaknya tentu akan semakin terasa oleh generasi mendatang dan juga masyarakat sekitar. Buta huruf nantinya akan sangat mempengaruhi peluang individu untuk berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat demokratis.

Dampak Multigenerasi

Hubungan antara pengasuhan orang tua yang ada di dalam bidang hal pendidikan dan literasi juga sudah banyak dijadikan sebuah penelitian. Salah satunya adalah sebuah riset dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat yang menemukan bahwa, anak-anak yang membaca minimal tiga kali per minggu memiliki sebuah kemungkinan hampir dua kali lipat untuk mendapat sebuah nilai 25% teratas dibanding kan dengan anak yang membaca kurang dalam tiga kali seminggu.

Demikian itulah beberapa jenis karya sastra yang paling diminati oleh kaum milenial yang ada saat ini. Beberapa karya sastra juga dapat meningkatkan minat milenial. Tentunya kita sebagai milenial harus mempunyai semangat untuk membaca.

Categories
Seni Sastra

Seniman & Sastrawan Muda Generasi Milenial

Mungkin kamu sudah sangat familiar sekali dengan nama Sapardi Djoko Damono, Pramoedya Ananta, Chairil Anwar, hingga dengan Ahmad Tohari. Ya, mereka semua adalah beberapa sastrawan Indonesia yang terkenal dengan keindahan karya yang seakan tidak lekang oleh waktu. Dan tidak kalah elok dari gubahan para sastrawan dunia yang, seperti halnya Ernest Hemingway, Victor Hugo, Charles Dickens, dan juga Frans Kafka. Sebuah karya-karya sastra yang begitu menawan untuk di baca tentunya sayang jika harus dibiarkan untuk luntur di tengah maraknya bacaan jenis bacaan lain. Oleh sebab itu, kesusastraan butuh dari para penerus yang berasal dari generasi muda.

Seniman & Sastrawan Muda Generasi Milenial

Untuk para pecinta karya sastra sekarang pun juga biasanya masih mengidolakan berbagai karya sastra dari para senior dan juga tokoh sastrawan Indonesia tersebut. Mulai dari mencari tau tentang biografi Chairil Anwar sampai dengan mengulas berbagai macam karya sastra dari para sastrawan Indonesia yang terkenal tersebut yang bahkan juga sudah terkenal di berbagai belahan dunia.

Tapi, rasanya sekarang sudah waktunya untuk move on dari beberapa generasi sastrawan terdahulu. Dan mulai melirik karya dari berbagai tokoh dan sastrawan Indonesia dari generasi muda. Karya sastra mereka yang juga ternyata tidak kalah hebat dari para penyair Indonesia terdahulu. Berikut ini akan dibahas beberapa sastrawan muda Indonesia dari generasi milenial yang siap mewarnai dunia sastra.

1. M. Aan Mansyur

Penggalan dari puisi yang dilafalkan oleh Rangga dalam film AADC 2. Bersama dengan puisi-puisi Rangga yang lain sesungguhnya sudah tersemat dalam sebuah antologi yang diubah oleh M. Aan Mansyur, yakni adalah Tak Ada New York Hari Ini. Sebelum menjelma menjadi seorang penyair, Aan Mansyur yang dahulu bercita-cita menjadi seorang pelukis.

Ia kemudian memutuskan untuk mulai menulis sejak dirinya terbuai oleh kumpulan sajak dari Subagio Sastrowardoyo yang berjudul Simfoni Dua. Selain Tak Ada New York Hari Ini (2016), penyair yang merupakan kelahiran 14 Januari 1982 itu juga telah melahirkan beberapa karya sastra kondang yang lainnya. Seperti halnya Melihat Api Bekerja (2015) dan Kukila (2012).

2. Dea Anugrah

Bermula dari obrolannya dengan guru bahasa Indonesia ketika masih SMA, Dea Anugrah sudah terpikat dengan dunia penulisan. Juga oleh bacan-bacaan di perpustakaan sekolahnya, pria yang berasal dari Pangkalpinang kelahiran 27 Juni ini pun sudah teracuni untuk dapat menulis. Sambil menyelami dunia tulis menulis, Dea Anugrah menamatkan pendidikan filsafatnya di Universitas Gadjah Mada. Dan menginjak pada usianya 27 tahun, berbagai karyanya sudah melanglang buana, baik di media cetak maupun yang terdapat di media online.
Salah satu dari karyanya yang sudah sangat tersohor milik dari Dea Anugrah adalah sebuah kumpulan cerpen-nya yang berjudul sebuah Bakat Menggonggong. Di samping dirinya menulis sebuah karya sendiri, belum lama ini Dea Anugrah menerjemahkan juga kumpulan cerpen What We Talk About When We Talk About Love karya dari Raymond Carver.

3. Norman Erikson Pasaribu

Norman Erikson Pasaribu salah seorang yang mendulang banyak pujian berkat kepiawaiannya yang berada di dalam bidang sastra oleh salah satu pujangga senior Tanah Air, yakni Sapardi Djoko Damono. Ia pun turut dianugerahi sebuah titel Sastrawan Muda Asia Tenggara oleh sebuah Mastera (Majelis Sastra Asia Tenggara) yang didapatnya pada tahun 2017.

Hingga kini, pria yang merupakan kelahiran Jakarta tahun 1990 tersebut sudah berhasil memiliki dua karya yang telah berhasil dibukukan. Buku pertamanya yang berupa sebuah kumpulan cerita yang diberi judul Hanya Kamu yang Tahu Berapa Lama Lagi Aku Harus Menunggu (2014). Lalu diikuti oleh buku miliknya yaitu kumpulan puisinya berjudul Sergius Mencari Bacchus (2016) yang berhasil memboyongnya menjadi juara pertama dalam sebuah Sayembara Manuskrip Buku Puisi DKJ yang dilaksanakan pada tahun 2015 lalu.

4. Adimas Immanuel

Empat Cangkir Kenangan (2012) merupakan sebuah hasil duet dari Adimas Immanuel bersama dengan Bernard Batubara, Mohammad Irfan, dan Esha Tegar Putra. Antologi dari puisi itulah yang kemudian menjadi buku pertama dari pria yang merupakan asal Solo ini. Sejak saat itu, Adimas Immanuel aktif mengubah puisi. Puisi karya penyair penyair muda yang merupakan kelahiran tahun 1991 ini pun sudah hilir mudik di berbagai media, salah satunya yaitu adalah Kompas.

Ia pun yang kemudian kembali meluncurkan puisinya yang lain, seperti pelesir Mimpi pada 2013 dan juga Di Hadapan Rahasia 2016. Sayapnya di bidang sastra terpusat dalam hal puisi menjadi sebuah hal yang sudah semakin berkembang. Nyatanya, Adimas Immanuel pernah diundang untuk dapat menghadiri ASEAN Literary Festival dan juga Ubud Writers and Readers Festival yang dilakukan yaitu pada tahun 2015, serta Melbourne Emerging Writers pada Festival 2016.

5. Okky Puspa Madasari

Pada usia 28 tahun, karya dari Okky Puspa Madasari yang saat itu berjudul Maryam berhasil memangankian Kusala Sastra Khatulistiwa 2012. Ia pun yang berhasil dinobatkan sebagai seorang penulis termuda yang memperoleh sebuah penghargaan bergengsi tersebut.

Karya dari wanita yang merupakan kelahiran Magetan, 30 Oktober 1984 itu tak lekang oleh zaman dan sampai sekarang ini masih terus populer di kalangan para penikmat sastra. Bahkan beberapa bukunya yang juga telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris seperti Entrok (The Years of the Voiceless), Pasung Jiwa (Bound), dan juga Maryam (The Outcast).

Tulisan lain yang juga dibuat oleh Okky Puspa Madasari yang telah dibukukan di antaranya, yaitu Yang Bertahan dan Binasa Perlahan, Kerumunan Terakhir, 86 dan juga Mata di Tanah Melus. Hampir setiap karyanya pasti akan mengandung kritik sosial, untuk berbagai pihak terkait cerita, yang tentunya penuh dengan makna yang mendalam.

6. Sabda Armandio

Sabda Armandio sudah mulai gemar membaca secara rutin sejak dirinya masih bersekolah TK. Untuk soal menulis, ia memulainya dengan mencoba menyusun novel saat dirinya sudah berada di bangku SMA.

Sabda Armandio yang saat itu dirinya merasa terpanggil oleh pengaruh bacaan dari beberapa tokoh yang saat itu ia kaguminya. Seperti halnya Chairil Anwar hingga juga Albert Camus yang merupakan seorang (filsuf asal Perancis) dan Arthur Schopenhauer seorang (filsuf asal Jerman).

Pada tahun 2015, akhirnya pria yang juga akrab disapa dengan nama Dio ini menerbitkan sebuah novel pertamanya yang saat itu berjudul Kamu: Cerita yang Tidak Perlu Dipercaya. Diiringi juga oleh buku yang lainnya yang diterbitkan yaitu pada tahun 2017, yakni dengan judul 24 Jam Bersama Gaspar.

Tulisannya yang tidak begitu berat namun mudah untuk dipahami, dan juga sangat menarik perhatian para pembaca. Kelugasan dalam menulis ini pula yang kemudian mengantarkan Dio dalam meraih sebuah gelar untuk pemenang unggulan dalam sebuah Sayembara Penulisan Novel DKJ 2016.

Demikian itulah beberapa seniman dan sastrawan yang berasal dari Generasi Milenial. Sekarang ini banyak para seniman dan sastrawan muda yang bermunculan dengan segudang bakat yang mereka miliki. Kita sebagai orang Indonesia, tentunya harus bangga atas banyakan karya dari sastrawan milenial tersebut yang sudah diakui oleh dunia. Semoga artikel ini juga bisa menjadi inspirasi bagi banyak anak muda lainnya.

 

Categories
Seni Sastra

Pengertian, Sejarah, Jenis & Fungsi 

 

Sastra adalah sebuah ungkapan dan juga sebuah ekspresi manusia tentang adanya karya tulisan atau juga lisan yang berdasarkan atas pemikiran, pendapat, pengalaman, hingga juga perasaan dalam bentuk yang sangat imajinatif. Cerminan tentang kenyataan atau juga tentang sebuah data asli yang bisa digunakan dan juga dibalut dalam sebuah kemasan estetis dengan melalui sebuah media bahasa.

Pengertian di atas yang kemudian juga dapat diperkuat oleh Sumardjo & juga Saini (1997: 3) yang kemudian berpendapat bahwa Sastra yang benar adalah sebuah ungkapan pribadi antara manusia yang berupa sebuah pengalaman, tentang pemikiran,Ide, semangat, dan juga keyakinan dalam suatu hal yang membentuk gambaran konkret yang dapat membangkitkan pesona dari agen joker123 dengan alat bahasa. 

Mengapa sastra bentuknya dapat berupa imajinasi atau malah justru data yang diambil tidak secara real bersamaan? Karena, terdapat beberapa jenis Sastra non-imajinatif atau pun sastra non-fiksi. Kategori ini yang kemudian mengambil sebuah data real yang dimana berupa berita atau juga sejarah, lalu kemudian akan mengemasnya dalam sebuah tulisan estetis agar nantinya akan lebih menggugah para pembacanya.

Pengertian, Sejarah, Jenis & Fungsi 

Sementara itu, meskipun sebuah karya atau juga sebuah tulisan adalah fiksi, ia yang juga nantinya akan tetap dapat mencerminkan sebuah kenyataan. Seperti halnya pendapat Saryono (2009: 18) bahwa sastra yang dimana mempunyai sebuah kemampuan untuk dapat merekam sebuah pengalaman yang dimana empiris-natural maupun juga sebuah pengalaman yang non empiris atau juga supernatural. Sederhananya, yaitu Sastra dapat menjadi sebuah saksi dan juga sebuah komentator atas kehidupan manusia.

Pengertian Sastra, Sastra adalah suatu hal yang tidak berhenti untuk dapat dibicarakan pada sepanjang masa. Pengertian terus diperdebatkan dengan pendapat para pelaku dan juga sepanjang masa. Pengertiannya yang juga akan terus diperdebatkan sejalan dengan pendapat para pelaku dan juga perkembangan zaman. Sehingga, untuk mengetahui tentang perkembangannya tentang sastra, ada baiknya dimana kita mengetahui tentang berbagai pendapat yang dilakukan oleh para ahli.

Pengertian Sastra Menurut Para Ahli

Mursal Esten

Mursal Esten (Esten, 1978: 9) yang dimana dirinya berpendapat bahwa Sastra sendiri adalah sebuah pengungkapan dari sebuah fakta artistik dan juga yang imajinatif sebagai sebuah manifestasi atas kehidupan manusia dan juga kehidupan di masyarakat umumnya, melalui sebuah bahasa sebagai media yang digunakan dan juga memiliki sebuah efek positif yang ada terhadap kehidupan manusia.

Terry Eagleton

Sastra merupakan sebuah karya tulisan yang indah yang dimana berhasil mencatatkan sesuatu yang ada ke dalam bentuk bahasa yang kemudian dipadatkan, dililitkan,didalamkan, dipanjang pendekan dan juga kemudian diputarbalikan, dijadikan ganjil atau juga cara pengubahan yang estetis lainnya melalui sebuah alat bahasa.

Atar Semi

Atar Semi yang dimana dirinya menyebutkan bahwa karya sastra yaitu adalah bentuk dari sebuah hasil kerja seni yang kreatif, yang objeknya atau juga objeknya adalah manusia dan juga kehidupannya dengan menggunakan bahasa sebagai medianya. 

Panuti Sudjiman

Panuti Sudjiman yang menyebutkan Sastra merupakan sebuah hasil dari karya lisan atau juga hasil dari tulisan yang dimana memiliki berbagai macam ciri atau juga keunggulan seperti halnya keorisinilan, keartistikan, keindahan yang ada dalam isi dan juga ungkapanya.

Ahmad Badrun

Menurut Ahmad Badrun, Kesusastraan yang diartikan sebagai sebuah kegiatan seni, yang dimana mempergunakan bahasa dan juga simbol-simbol lainnya. Digunakan sebagai sebuah alat untuk dapat menciptakan sesuatu yang sifatnya imajinatif. 

Sejarah Kemunculan Sastra

Ilmu Sastra yang sebenarnya sudah sangat cukup tua. Cikal bakalnya muncul yaitu ketika filsuf Yunani, Aristoteles yaitu pada tahun (384-322 sM). Diperkirakan lebih dari 2000 tahun yang lalu, dirinya telah menulis buku yang berjudul Poetica yang dalam bahasa Yunani yang artinya adalah puisi dan penulis. Tulisan ini yang berisikan tentang drama tragedi dan juga tentang teori atau juga literatur pada umumnya.

Selanjutnya, istilah Poetica yang kemudian ada di dalam kesusastraan disebut dengan berbagai macam istilah. Misalnya saja, W.H. Hudson yang menyebutnya dengan nama The Study of Literature atau studi literatur. Literature sendiri, yang berasal dari sebuah bahasa latin literatura yang artinya adalah belajar, menulis atau juga bentuk dari tata bahasa.

Rene Wellek dan juga Austin Warren yang kemudian menamainya dengan nama Theory of Literature atau yang disebut dengan (teori literatur atau juga sastra. Sedangkan Andre Lefevere, yang menyebutnya dengan Literary Knowledge atau tentang sebuah pengetahuan literatur. Sedangkan A. Teeuw yang menggunakan istilah Literary Scholarship yang ditujukan untuk ilmu sastra.

Jenis-Jenis Karya Sastra

Pengertian-pengertian tentang karya sastra diatas jika diperhatikan banyak yang mengacu pada sebuah karya imajinatif, yang dimana bersifat estetis. Hal tersebut karena bidang ini yang umumnya lebih didefinisikan dengan sebuah jenis imajinatif seperti halnya prosa fiksi dan juga puisi. Padahal tulisan non imajinatif dan juga nonfiksi yang juga banyak diciptakan, hanya saja ketika kita menikmatinya kita yang tidak merasa sedang membaca sebuah karya Sastra. Berikut ini adalah pembagian jenis sastra. 

Puisi

Puisi adalah sebuah bentuk tulisan yang bebas yang dimana puisi merupakan sebuah ekspresi dan juga sebuah gagasan. Penulisnya yang dibuat dalam bentuk bait-bait yang kemudian akan diolah sedemikian rupa, untuk dapat menghasilkan sebuah tulisan estetis yang kemudian dapat menggugah dan juga dapat memberikan sebuah pesan secara tidak langsung dengan melalui berbagai gaya juga bahasa. Puisi memiliki berbagai jenis yang juga sangat beraneka ragam seperti halnya puisi: epik, lirik, dramatik, dan juga lainnya. 

Prosa Fiksi

Prosa fiksi  adalah sebuah tulisan atau juga sebuah cerita berplot yang kemudian dihasilkan dari sebuah imajinasi atau juga sebuah cerminan kenyataan yang kemudian dapat diambil juga dari sebuah data real seperti halnya sejarah. Hanya pelaku, nama tempat atau juga alur ceritanya saja yang akan dikarang. Contohnya yaitu adalah novel-novel seperti Pramoedya Ananta Toer yang isinya syarat akan sejarah.

Prosa Fiksi yang dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis seperti:

  • Novel : Karya prosa fiksi yang biasanya dengan ceritanya yang panjang dan memiliki sebuah rangkaian peristiwa yang sangat detail dan juga sangat lengkap.
  • Cerita Pendek (Cerpen) : Prosa yang dimana aspek masalahnya yang diceritakan sangat dibatasi, sehingga pada akhirnya menghasilkan cerita yang jauh lebih pendek dari pada Novel.
  • Novelet. Jumlah dari halaman dan juga durasi ceritanya yang lebih pendek daripada novel dan, Novelet ini tetap jauh lebih panjang dibandingkan dengan Cerpen, yaitu sekitar 60-150 halaman.

Itulah beberapa pengertian karya sastra yang ada menurut para ahli. Pengertian tentang karya sastra dan juga jenis serta fungsinya. Banyaknya karya sastra yang ada di dunia ini membuat jenis sastra sangat beragam, namun setiap karya sastra yang pengertianya mengerucut sama. Semoga dengan adanya artikel ini pengertian dan pengetahuan anda, terhadap karya sastra dapat bertambah. Terimakasih.

Categories
Seni Sastra

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan Internasional

Dikutip dari laman berita online Viva.co berdasarkan dengan studi “Most Littered Nation In the World” yang kemudian dilakukan oleh Central Connecticut State University yaitu pada tahun 2016 lalu, di ketahui jika minat baca dari masyarakat Indonesia yang berada di urutan ke 60 dari 61 negara yang ada. Sehingga bisa dibayangkan betapa masih minimnya tentang minat baca yang ada di dalam diri masyarakat Indonesia.

Novel Milik Sastrawan Indonesia Peraih Penghargaan 

Namun, meskipun tidak membaca masih tergolong sangat rendah, Indonesia ternyata tidak pernah kehabisan karya sastra yang berkualitas yang lahir dari buah pikiran anak bangsanya. Tak hanya itu saja dengan menampilkan cerita yang menarik, para sastrawan juga telah berhasil untuk dapat menarik perhatian dunia karena karyanya turut mendapat berbagai penghargaan Internasional. Siapa sajakah mereka, yang termasuk sastrawan terkenal di Indonesia? Tentunya anda bisa menyimak artikelnya di bawah ini.

 

Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

Bukunya yang sudah berhasil diterjemahkan ke dalam 34 bahasa ini adalah buku yang menceritakan tentang kehidupan Minke, yang merupakan seorang pemuda pribumi yang dahulu berkesempatan mendapat sebuah pendidikan di sekolah Belanda, dan juga memiliki pekerjaan sampingan yaitu menjadi seorang penulis di sebuah surat kabar yang ada. Kehidupan Minke yang dimana mulai mengalami perubahan ketika dirinya pada saat itu jatuh cinta dengan gadis keturunan Belanda yang bernama Annelies.

Tak hanya dalam buku ini berkutat soal kisah percintaan dua anak remaja ini saja, Pramoedya yang juga turut memasukkan berbagai tokoh, seperti sosok Nyai Ontosoroh yang di dalam buku juga merupakan ibu dari Annelies. Dalam novel ini juga, para pembaca yang dimana bisa merasakan bagaimana cerita tentang Pramoedya yang mengangkat sosok Ontosoroh yang merupakan seorang feminis dalam kesan yang sangat elegan. Selain itu Pramoedya juga yang didalam buku turut menyisipkan sebuah kondisi masyarakat pribumi melalui sebuah pemikiran tokoh Minke.

Novel yang juga merupakan tetralogi seri pertama ini, pada saat itu merupakan novel yang dibuat oleh sang penulis pada saat dirinya telah menjadi tahan di Pulau Buru yaitu pada tahun 1973. Tidak hanya itu saja, buku ini menjadi sebuah karya terbaik. Bumi Manusia juga menjadi buku yang turut mengangkat mama Pramoedya sebagai seorang sastrawan yang paling berpengaruh di Indonesia dan juga berhasil meraih sederet penghargaan Internasional seperti halnya PEN/Barbara Goldsmith Freedom to Write Award, Ramon Magsaysay Award dan juga sederet dengan penghargaan lainnya.

Ronggeng Dukuh Paruk – Ahmad Tohari

Buku ini ditulis oleh Ahmad Tohari yaitu pada tahun 1982 Ronggeng Dukuh Paruk adalah buku yang menceritakan tentang kisah cinta Srintil, yang digambarkan seorang penari ronggeng dan Rasus tanaman Srintil sejak dirinya kecil yang berprofesi sebagai seorang tentara. Ronggeng Dukuh Paruk’ yang menemukan latar dari wilayah Dukuh Paruk, yang merupakan desa kecil pada saat itu sedang dirundung boleh kemiskinan, kelaparan dan juga kebodohan.

Selain itu dalam novel pemilihan latar waktu itu di tahun 60an membuat novel ini juga turu memasukan berbagai konflik yang tengah melanda negeri pada tahun tersebut. Pertama kali buku tersebut diterbitkan buku ini hadir di dalam 3 judul yaitu Catatan Buat Emak, Dini Hari, Jantera Bianglala dan Lintang Kemukus. Namun pada tahun 2003, pihak penerbit yang kemudian telah menghadirkannya di dalam satu buah novel yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk.

Novel yang berjumlah 379 halaman ini yang tidak hanya mendapat penilaian yang sangat positif dari para pembaca di tanah air. Di mancanegara, Ahmad Tohari yang juga mendapat sebuah penghargaan S.E.A. Write Award (Southeast Asian Writers Award) yang didapatkan di tahun 1995. Dan novel Ronggeng Dukuh Paruk ini yang juga sudah diterjemahkan ke dalam 4 bahasa lainnya yaitu seperti Jepang, Jerman, Belanda dan juga Inggris.

Hujan Bulan Juni – Sapardi Djoko Damono

Novel romansa yang berjumlah 135 halaman ini adalah novel yang menceritakan sebuah kisah tentang cinta antara Sarwono dan juga Pingkan, yang diceritakan merupakan dua orang dosen yang mengajar di salah satu universitas di Jepang. Kisah cinta yang ada di antara keduanya berjalan tidak mulus, karena Sarwono dan juga Pingkan yang memiliki perbedaan keyakinan yang dimana hal ini pada akhirnya membuat keduanya sulit untuk dapat bersatu.

Belum lagi kehadiran Katsuo yang merupakan seorang dosen yang juga memiliki kedekatan dengan Pingkan. Di dalam novel tidak hanya menghadirkan sebuah kisah cinta sederhana yang ada di antara dua sosok ini, namun di dalam buku setebal 135 halaman, dimana nantinya Anda akan menemukan 95 puisi yang ada dengan kalimat yang begitu syahdu dan mengalun.

Sang penulis, yaitu Sapardi Djoko Damono yang berhasil meraih penghargaan Anugerah Buku yaitu dalam ajang ASEAN 2018 di Kuala lumpur, Malaysia, untuk dua karyanya, yang berjudul ‘Hujan di Bulan Juni’ dan juga ‘Yang Fana Adalah Waktu’. Novel ‘Hujan Bulan Juni’ buku ini yang merupakan novel pertama yang ada dari seri trilogi yang merupakan novel yang mengisahkan percintaan antara Sarwono dan juga Pingkan. 

Laskar Pelangi – Andrea Hirata

Bercerita tentang sebuah kehidupan dari 10 anak yang berasal dari keluarga miskin yang kemudian bersekolah di sekolah Muhammadiyah, berlatar di daerah Belitung. Meskipun penuh dengan keterbatasan, namun kesepuluh anak ini yang masih tetap memiliki semangat yang sangat tinggi untuk dapat bisa maju dan meraih kesuksesan di masa depan yang lebih baik. Menamakan ke 10 anak tersebut  sebagai Laskar Pelangi, di novel yang berjumlah 529 halaman ini, Anda nantinya akan disuguhi berbagai macam kisah dan juga masalah yang dialami dan ada tiap tokohnya yang ada dalam menghadapi berbagai macam keterbatasan hidup.

Laskar Pelangi sendiri yang merupakan buku pertama yang ada dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku ini sendiri selanjutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor, dan jiga Maryamah Karpov. Hingga kini, ‘Laskar Pelangi’ yang sudah berhasil menjadi novel yang sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah berhasil diterbitkan di lebih dari 130 negara oleh banyak penerbit terkemuka. Berkat Laskar Pelangi, juga sang penulis Andrea Hirata yang kemudian dapat meraih berbagai penghargaan internasional, yang ada di antaranya menjadi pemenang pertama untuk sebuah ajang New York Book Festival yang diselenggarakan tahun 2013 di Amerika Serikat, dan juga Buchaward 2013 yang ada di Jerman.

Itulah beberapa Karya sastra yang berhasil dibuat oleh sastrawan Indonesia yang sudah sangat terkenal. Tidak hanya terkenal di Indonesia saja, namun karya-karya para sastrawan tersebut sudah sangat terkenal di mancanegara dan bahkan mendapatkan banyak sekali penghargaan. Tentunya hal ini bisa menginspirasi banyak orang, khususnya generasi muda Indonesia untuk tetap berkarya dan menunjukan diri di mata dunia. Semoga dengan adanya artikel ini juga bisa menginspirasi anda. Terimakasih. 

 

Categories
Seni Sastra

Mengapa Sastra Kurang Diminati Milenial?

Di masa modern ini banyak informasi menyampaikan bahwa kalangan anak milenial atau anak yang berada dalam range usia belasan tahun sekitar kelahiran tahun 2000an di era modern ini memiliki minat yang sangat kecil terhadap buku sastra. Mereka lebih memilih untuk menonton film bioskop dibandingkan jika harus membaca bukunya terdiri dari tulisan yang padat dan dengan jumlah lembar buku yang cukup tebal. Aktivitas membaca juga sering disebut membosankan, terutama melihat dari beberapa hal yang membuat banyak anak muda enggan untuk menyentuh buku sastra. Dalam pembahasan artikel di bawah ini akan menjabarkan beberapa alasan dari kurangnya peminat sastra terutama di kalangan anak muda calon penerus bangsa di era modern ini.

Alasan Sastra Dijauhi

Berbagai pengajar sastra di Indonesia lebih mementingkan hal-hal baku yang tidak mau menyesuaikan diri dengan perkembangan dunia seperti tata bahasa, struktur kalimat serta berbagai macam teori-teori. Sehingga standar baku ini menjadi momok yang membosankan bagi anak muda untuk mempelajarinya lebih dalam. Beberapa karya sastra juga memiliki gaya tertentu yang dianggap terlalu kuno atau berlebihan hingga dijauhi oleh banyak kaum muda. Hal ini dapat sangat ditimbulkan akibat perbedaan budaya yang cukup besar di antara karya kuno yang terbiasa dalam menggambarkan kondisi secara lebih ekspresif, jika dibandingkan dengan gaya kehidupan masyarakat modern yang berubah menjadi lebih stabil hingga cenderung datar. Beberapa diantara milenian hanya terpaku pada kondisi yang sedang terjadi di masa kini, sehingga mereka menjadi kurang dapat menerima kondisi yang terjadi seperti pada masa lalu. Tidak mau memusingkan akan hal itu, akibatnya lebih memilih untuk mengabaikan dan bersikap acuh terhadap karya sastra bergaya kuno.

Sarana Pelarian Sastra Di Era Modern

Belajar sastra perlu disampaikan dengan kreativitas bagi tenaga pengajarnya dalam menyampaikan materi pelajaran. Sehingga topik yang dibahas tidak membuat kondisi jenuh selama sesi belajar tersebut. Terlebih lagi situasi masa modern berkembang hingga menjadi lebih menyenangkan bagi banyak orang. Masyarakat sejak masa kecilnya telah disuguhi dengan berbagai macam sarana entertainment seperti games, film bioskop, acara televisi yang sangat beragam, hingga tak menutup kemungkinan bagi para anak Indonesia untuk dapat turut serta menonton tayangan televisi yang lebih luas lagi melalui jaringan televisi luar maupun internet.

Banyak berita menyampaikan bahwa karya sastra selalu akan dihindari oleh kalangan milenial. Mungkin lebih tepat jika berita ini disertai dengan informasi penjelasnya alasan penyebab karya sastra ini untuk dijauhi atau kurang diminati di masa kini. Apakah ada metode penyampaian yang salah atau kurang sesuai dengan gaya bahasa serta cara para milenial dalam menangkap makna dari literatur tersebut, ataukah berbagai kesalahan seperti yang terjadi akibat usaha mempertahankan pola inti yang terus diulang-ulang hingga tidak berusaha menyesuaikan dengan perkembangan literatur dalam bidang lainnya.

Dalam hakikatnya setiap zaman tetap akan membutuhkan sarana hiburan dalam bentuk media yang bisa dinikmati. Namun jenis ini tentunya akan mengalami perubahan seiring berkembangnya waktu, atau faktor tren tertentu yang berdampak begitu besar hingga merubah tatanan sastra. 

Tidak Dijauhi, Tapi Zaman Telah Berubah

Hal lain yang menunjukkan suatu fakta yang mengejutkan dunia literatur juga yaitu bahwa ditengah minat yang cukup rendah akan kalangan anak muda terhadap seni sastra, ataupun sangat sedikitnya orang yang memfokuskan bidang studinya hingga ke sastra lokal, beberapa novel sebagai salah satu bentuk sastra modern berhasil menduduki peringkat terkenal dan dianggap sebagai karya terbaik. Tak salah lagi beberapa novel yang populer dari jumlahnya yang terjual hingga jutaan kopi dan bahkan turut serta diangkat menjadi film layar lebar yang juga banyak ditonton masyarakat Indonesia. Bahkan tidak hanya dalam skala nasional saja, beberapa sastra novel modern yang populer juga banyak dikenal hingga ke dunia internasional. Beberapa novel seperti Laskar Pelangi karya Andrea Hirata, novel bertemakan setting tradisional berjudul Ronggeng Dukuh Paruk karya Ahmad Tohari, Cantik Itu Luka karya Eka Kurniawan, novel berjudul Hamka Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck karya Haji Abdul Malik yang juga dibuat ke dalam versi layar lebarnya lewat film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, serta Novel Tetralogi Pulau Baru yang berisikan empat macam novel yang dikarang oleh Pram dari tahun 1980 hingga 1988.

Sudah selayaknya karya sastra untuk tidak dijauhi di setiap zaman, namun itu tidak berarti bahwa jenis karya sastra harus berlangsung secara statis dan tidak mengalami perubahan. Kondisi yang terjadi diluar boleh dijadikan sebagai panutan dalam berkarya. Seperti yang sering diketahui, banyak karya sastra di luar negeri berhasil mempertahankan reputasi yang tetap tinggi diikuti banyak pembaca di aneka kategori. Tidak menjadi suatu hal yang salah jika standar yang berlaku di negara lain dalam mempertahankan pembacanya, untuk diterapkan juga di Indonesia.

Cara yang Perlu Ditempuh Untuk Sastra Kembali Bersinar

Maka dari itu, berbagai alasan telah dikemukakan akan cara untuk kembali meningkatkan minat para kaum muda untuk mempelajari aneka macam sastra dan mendalami karya literatur tersebut. Bagi penulis yang membuat jenis karya sastra ini juga dapat mempertimbangkan untuk menyesuaikan dengan budaya yang saat ini berkembang di kalangan anak muda. Supaya banyak kaum milenial boleh kembali tertarik dalam mengikuti karya sastra lokal, tidak hanya dari internasional saja. Banyak contoh yang dapat dipelajari dari karya sastra modern yang berhasil mencatatkan kesuksesannya di pasar Indonesia, bahkan beberapa diantara karya-karya tersebut juga ditulis ulang dan diterjemahkan ke bahasa asing di beberapa negara lain.

Beberapa jenis sastra terbukti populer akibat mencampurkan unsur unik di dalamnya, seperti kebudayaan dan adat yang spesifik, faktor keindahan alam hingga struktur megah tata kota pun menjadi bagian yang menarik untuk digambarkan ke dalam suatu karya sastra. Topik macam ini menjadi bagian dalam popularitas aneka karya sastra terkenal di berbagai negara luar. Akan tetapi semua itu harus diterapkan sesuai dengan porsinya, sehingga tidak berlebihan. Segala sesuatu sekalipun hal baik jika dilakukan secara berlebihan akan memberi hasil yang kurang baik. Serta perlu menggunakan tolak ukur yang mengikuti standar dalam etika kebudayaan kalangan masyarakat secara luas. Hal ini dilakukan untuk menghindari kemungkinan terjadi perselisihan pendapat diantara pihak tertentu dalam meresponi karya sastra yang menggunakan berbagai unsur khusus seperti ini.

Jadi kalau kamu berminat untuk mendalami bidang literatur dan memiliki impian untuk dapat menerbitkan karya literatur buatanmu, jangan lupa untuk selalu memastikan target pasar yang dituju. Tindakan meneliti literatur lain yang sudah berhasil juga bisa dilakukan untuk mencari tahu alasan dari unggulnya keberhasilan karya tulis tersebut dalam menciptakan karya yang berkualitas. Seperti layaknya setiap hal baru bisa dikuasai setelah dipelajarinya, begitu pula dengan karya sastra. Diperlukan banyak upaya dalam mempelajari secara luas sebelum dapat menciptakan suatu karya berbobot yang dianggap indah oleh segenap masyarakat. Tapi pastikan karya yang dibuat harus orisinil ya, jangan menjiplak. Selamat berkreasi!

Categories
Seni Sastra

Sastrawan Indonesia Yang Diakui Karyanya Oleh Dunia

Kearifan indonesia adalah hal yang sangat indah dan juga beragama membuat para sastrawan mengabadikannya dalam sebuah karya sastra mereka. Keindahan tersebut bahkan tidak hanya disukai oleh masyarakat indonesia saja. Bahkan dunia pun turut mengapresiasi keindahan karya tersebut, sebuah kearifan lokal yang hadir di karya sastra indonesia. Hal tersebut yang juga membuat sastrawan indonesia ini mendunia. Bahkan buku-buku yang mereka ciptakan pun sudah diterjemahkan ke bahasa asing.

Sastrawan Indonesia Yang Mendunia

Dalam artikel ini akan kita bahas tentang sastrawan indonesia yang karyanya sudah diterjemahkan kedalam bahasa asing dan namanya sudah diakui oleh dunia. Bahkan hingga kini karyanya masih di gemari dan di baca oleh banyak orang. Berikut diantaranya

Andrea Hirata

Siapa yang mungkin tak kenal dengan si Laskar Pelangi ? Kepopuleran yang diciptakan oleh tangan dinginya ini mampu dikenal oleh dunia. Pria dengan nama asli Air Aqil Barraq Badruddin Seman Said Harun ini berhasil dengan caranya membawa mimpi anak-anak desa hingga ke mancanegara. Andrea Hirata sendiri telah berkiprah di dunia sastra di skala internasional dan aktif juga di berbagai festival buka dan juga sebagai pengajar sastra luar negri. Karyanya yang berjudul Rainbow Troops atau Laskar Pelangi sudah diterjemahkan ke dalam 34 bahasa asing dan juga sudah diterbitkan di 13o negara. Selanjutnya untuk buku keduanya Der Traumer atau yang kita kenal sebagai Sang Pemimpi juga sudah diterjemahkan ke dalam bahasa asing. Berkat kontribusi karyanya ini di kesusastraan internasional, dirinya sendiri mendapatkan gelar kehormatan yaitu clausa yang Didapatkan di salah satu universitas bergengsi inggris yaitu Warwick University. Sealin itu juga, Ia juga menjadi juara di Buchaward 2013 tidak tanggung-tanggung meraih juara pertama untuk novelnya yang berjudul Die Regenbogen Truppe terbitan Hanser Berlin. Dan juga Ia meraih juara pada New York Book Festival 2013 dengan kategori fiksi umum untuk novelnya berjudul The Rainbow Troops yang juga berhasil memenangkan juara pertama di acara bergengsi tersebut.

Pramoedya Ananta Toer

Untuk yang satu ini pasti anda sudah tidak asing dengan namanya Pramoedya Ananta Toer
Ia adalah seorang pengarang paling produktif di dalam sejarah kesusastraan indonesia.
Pada selama masa hidupnya penulis dengan nama asli Pramoedya Ananta Mastoer sudah menghasilkan lebih dari 50 karya. Dan karya-karyanya tersebut sudah berhasil diterjemahkan ke lebih dari 41 bahasa asing.Sastrawan yang meninggal pada 30 April 2006 ini juga dikenal sebagai salah satu seorang penulis pada situs sbobet88 yang brilian dan juga berani terhadap karya yang sudah Diciptakan. Karena keberaniannya ini juga yang mengakibatkan sempat merasakan jeruji besi selama kurang lebih 3 tahun pada saat masa kolonial di saat masa orde lama. Tak hanya itu rezim orde baru pun juga pernah menahannya selama 14 tahun tanpa adanya proses pengadilan. Ketenaran namanya sampai ke mancanegara, kontribusinya dalam dunia sastra sangat luar biasa dan juga diakui oleh dunia internasional. Bahkan ia mendapatkan penghargaan Ramon Magsaysay Award,UNESCO Madanjeer, Wertheim Award, Doctor of Humane Letter, Singh Prize dan masih banyak yang lainnya.

Chairil Anwar

Jika bicara tentang kesusastraan indonesia pastinya juga tak akan lengkap jika tidak menyebutkan nama Chairil Anwar. Karya fenomenalnya dengan judul AKU masih diperdengarkan hingga kini dan masih dibaca oleh banyak orang. Puisi yang telah diciptakan telah dianggap sebagai tonggak sastra di tahun 45an. Selaras juga dengan kondisi indonesia pada saat itu yang masih di cengkram oleh kolonial, dari puisi-puisinya tersebut ia menyatakan pemberontakan dan juga penindasan. Kemampuannya dalam memilih kata membuat setiap karya laki-laki yang lahir tahun 1922 ini sangat mengena di hati para pembacanya. Tak hanya itu bahkan hingga kini karya-karyanya tak lekang oleh waktu.

Selain AKU, puisi-puisinya yang juga sangat familiar yaitu diantaranya Antara Karawang dan Bekasi. Puisi yang diciptakan tak hanya terkenal di indonesia saja tetapi juga sudah dikenal oleh dunia. Puisi tersebut diterjemahkan ke berbagai bahasa asing seperti halnya inggris, Belanda, Rusia dan juga bahasa Latin. Selain itu juga pria yang dijuluki dengan julukan Binatang Jalang ini mengeluarkan sejumlah buku diantaranya seperti Derai-Derai Cemara,The Complete Poetry and juga Prose of Chairil Anwar. Meskipun ia telah tiada karyanya masih abadi hingga kini.

Taufiq Ismail

Taufiq Ismail sendiri adalah seorang penyiar radio dan juga salah seorang satrwan indonesia. Bahasanya yang puitis dan juga sangat menyentuh hati membuat karya-karaya sajaknya kerap dinyanyikan grup musik Bimbo. Pria yang lahir di Bukit Tinggi, Sumatera Barat 25 Juni 1935 dianggap sebagai salah satu pionir sastrawan di era 66an. Sejumlah karyanya yang terkenal Malu (Aku) Jadi Orang Indonesia, Tirani dan Benteng dan juga Puisi Langit mampu membuat siapapun yang membaca nya merinding. Sejumlah karya-karyanya juga pernah diterjemahkan kedalam bahasa Rusia dan juga bahasa Inggris. Jasa Nya cukup besar dalam dunia kesusastraan indonesia tak hanya mendapatkan apresiasi dari tanah air tetapi juga sudah diapresiasi oleh dunia internasional. Dirinya bahkan pernah mendapatkan beberapa penghargaan seperti Cultural Visit Award yang diberikan oleh Pemerintahan Australia pada 1977 dan juga S.E.A Write Award pada tahun 1994.

Ahmad Tohari

Nma Ahmad Tohari pertama kali dikenal dengan luas setelah dirinya menulis novel berjudul Roggeng Dukuh Paruh. Di Dalam novel tersebut sosok srintil yang begitu fenomenal bahkan hingga sejumlah negara tertarik untuk mengangkat kisahnya dengan bahasa mereka. Novelnya ini telah diterjemahkan ke bahasa Tionghoa, Bahasa Inggris, Bahasa Belanda dan juga bahasa Jerman. Pada tahun 1995 dirinya menerima penghargaan dari SEA Write Award dan juga Sastra ASEAN. Tidak hanya di situ pada tahun 2007 ia juga menerima penghargaan dari Rancage. Selain Ronggeng Dukuh Paruh karyanya yang berjudul Kubah, Orang-orang proyek dan Bekisar merah juga mendapatkan banyak apresiasi.

Eka Kurniawan

Namanya mungkin masih terbilang cukup baru dalam dunia sastra indonesia. Namun untuk kiprahnya telah melanglang buana bahkan hingga ke internasional. Berbagai karya sastra yang diciptakan seperti O, Lelaki Harimau, Cantik itu luka dan lainya menjadi perbincangan bagi dunia. Pria yang juga dijuluki sebagai Pramoedya Ananta Toer junior ini juga mampu untuk menggiring para pembacanya menyelami sebuah pemikiran schizophrenia dengan sangat bagus. Hal ini juga menjadi hal yang berhasil memikat pecinta sastra tanah air dan dan mancanegara. Bukunya juga dengan judul Man Tiger Lelaki Harimau juga masuk di ke dalam sebuah nominasi penghargaan sastra di inggris yaitu The Man Booker Prize 2016.

Itulah beberapa nama sastrawan asal indonesia yang namanya sudah sangat terkenal tidak hanya di tanah air akan tetapi di seluruh dunia. Karya-karya yang telah diciptakan tidak akan lekang oleh waktu dan zaman akan selalu ada tempat di hati para pembacanya. Terima Kasih.