Categories
Seni Sastra

Jenis Buku yang Paling Diburu Milenial

Pemerintah Indonesia menetapkan bahwa pada tanggal 17 Mei adalah sebagai hari Buku Nasional sejak tahun 2002 lalu. Penetapan ini dilakukan untuk dapat meningkatkan minat masyarakat Indonesia akan pentingnya membaca buku bagi dirinya sendiri dan orang lain.

Dengan membaca maka nantinya akan banyak pengetahuan yang juga akan didapatkan dan juga pemikiran yang nantinya menjadi lebih luas. Dengan sbobet login tujuan ini pula akan banyak orang tua yang sejak kecil selalu mengajari anaknya untuk membaca. Selain itu anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang selalu ditekankan untuk rajin belajar dan membaca.

Jenis Buku yang Paling Diburu Milenial

Akan tetapi saat ini, tahukah anda jika minat baca dari kaum milenial sudah semakin menurun di Indonesia. Hal ini terlihat dari penjualan buku yang ada di toko-toko buku yang sepi-sepi saja. Bahkan pada saat ada diskon buku juga tidak dapat menarik minat pembaca yang cukup banyak di Indonesia.

Jenis buku juga terbagi ke dalam beberapa jenis yang sesuai dengan usia masing-masing dari pembaca. Seperti orang tua yang akan lebih menyukai sebuah buku literasi dan anak anak kecil yang umumnya lebih menyukai buku-buku gambar ataupun komik. Lalu bagaimanakah dengan kaum milenial ? Dari beberapa penelusuran setidaknya ada 5 buku yang juga disenangi oleh kaum millenials.

Novel

Sepertinya hampir semua kaum milenial menyukai novel sebagai sebuah bahan bacaannya disaat mengisi waktu luang. Dari 3 remaja yang telah temui, semuanya yang mengatakan mereka sangat menyukai novel dibandingkan dengan beberapa buku pelajaran maupun buku literasi. Yang membedakan hanya dari jenis atau genre novel yang dibaca.

Ada yang menyukai genre romantis, horor dan juga fiksi seperti halnya Novel seri Harry Potter dan juga Novel seri Twilight.
Tapi banyak juga milenial yang menyukai novel humor yang hingga seperti saat ini yang masih banyak mengeluarkan buku barunya. Bahkan penulis novel humor seperti halnya Raditya Dika mempunyai banyak penggemar karena karyanya sendiri yang mampu mengocok perut.

Komik

Kalau yang satu itu adalah sebuah bacaan wajib bagi kaum milenial. Hampir semua milenial pastinya sangat gemar membaca komik. Selain karena ceritanya yang sesuai dengan anak muda saat ini, bahasa komik juga sudah lebih ringan. Bahkan dairi kecil sudah banyak yang rajin membeli dan juga membaca komik. Apalagi komik yang memiliki seri yang panjang seperti conan. Hingga saat ini komik terus berkembang, namun yang tetap menjadi favorit masih cerita kartun dan misteri seperti halnya detektif conan.

Buku Sastra

Tak melulu sebuah buku santai dengan isi cerita romantis dan humoris. Ternyata banyak sekarang ini kaum milenial yang menyukai berbagai buku sastra. Menurut survei yang dilakukan dari beberapa anak muda salah satunya memilih untuk membaca buku sastra dibandingkan membaca novel dan komik.

Buku sastra yang juga dinilai mampu memberikan berbagai macam manfaat, seperti memperkaya diksi dalam bahasa, tetapi juga bisa belajar banyak hal seperti sejarah, budaya, seni, hingga politik. Hal tersebut dikarenakan sastra dapat mendorong pembaca untuk mengasah kreatifitas, memperkaya imajinasi pembaca, berpikiran kritis, memperluas pandangan, sekaligus juga berbudaya. Buku sastra yang sekarang ini paling diminati yaitu buku yang ditulis oleh penulis Dee Lestari yang karyanya terkenal dan mampu memikat banyak pembaca.

Buku Puisi

Buku puisi juga ternyata masih sangat disukai oleh para kaum milenial baik wanita maupun juga pria. Buku puisi juga dinilai bisa memberikan ketenangan pada saat membacanya, dan bagi pria bisa dijadikan sebagai sebuah bahan untuk mendekati sang gebetan.

Buku Masak

Pasti tidak ada yang menyangka jika buku memasak adalah buku yang ternyata banyak disukai oleh kaum milenial terutama untuk kaum perempuan. Kenapa? Karena kaum milenial saat ini sudah dalam usia beranjak dewasa sehingga banyak yang senang memasak. Menurut survey diketahui jika kamu milenial yang perempuan senang membaca buku memasak. Biasanya saat mendatangi toko-toko buku yang pertama yang akan dilihat adalah bagian dari buku masak. Ini menandakan bahwa buku masak di gemari oleh kaum milenial.

Kemampuan memahami sebuah literasi yang terasah khususnya bagi para generasi milenial kelak akan menghasilkan sebuah jejak digital yang bermanfaat. Hal penting dari membaca bagi kaum milenial juga seperti :

Dampak Sosial dari Literasi yang Buruk

Ketika ada seseorang yang memiliki sebuah kesulitan dalam membaca, maka nantinya akan terasa dampaknya tersebut di dalam kehidupan sosial. Misalnya saja terdapat seorang anak yang kesulitan membaca, maka biasanya mereka tidak akan percaya diri dan merasakan beberapa emosi seperti malu, takut dan juga merasa minder.

Contoh lainnya adalah, ketika terdapat siswa yang tidak pernah paham maka pentingnya sebuah literasi. Mereka yang nantinya yang kesulitan membaca akan merasa terkucil secara akademis, dan kemudian memilih untuk menjauh dari tanggung jawab sosial (contoh seperti : tidak nyaman atau tidak suka bergabung dengan sebuah komunitas atau perkumpulan yang ada di sekitarnya).

Mantan Presiden Asosiasi Literasi Internasional, Bernadette Dwyer dirinya berkata bahwa Literasi menembus banyak aspek kehidupan. Membentuk diri secara mendasar bagaimana cara untuk belajar, bekerja, dan juga berkehidupan sosial.

Literasi adalah sebuah sumber informasi pada saat pengambilan sebuah keputusan, pemberdayaan diri, juga keterlibatan di masyarakat. Karena sebuah komunikasi dan juga sebuah keterbatasan koneksi adalah dasar tentang siapa diri kita dan bagaimana kita tinggal bersama serta melakukan sebuah interaksi di dunia.

Beberapa kesulitan dan masalah yang juga terjadi yaitu adalah seseorang akan sulit memahami tentang hak-hak dirinya sendiri seperti halnya : menyuarakan sebuah pendapat politik, mencari kerja, membayar sebuah tagihan pajak, dan juga bahkan untuk mengamankan harta pribadinya tersebut.

Hal-hal yang memang terlihat kecil seperti menggunakan bentuk spiral yang semakin lama semakin membesar sehingga dampaknya tentu akan semakin terasa oleh generasi mendatang dan juga masyarakat sekitar. Buta huruf nantinya akan sangat mempengaruhi peluang individu untuk berpartisipasi secara penuh dalam masyarakat demokratis.

Dampak Multigenerasi

Hubungan antara pengasuhan orang tua yang ada di dalam bidang hal pendidikan dan literasi juga sudah banyak dijadikan sebuah penelitian. Salah satunya adalah sebuah riset dari Departemen Pendidikan Amerika Serikat yang menemukan bahwa, anak-anak yang membaca minimal tiga kali per minggu memiliki sebuah kemungkinan hampir dua kali lipat untuk mendapat sebuah nilai 25% teratas dibanding kan dengan anak yang membaca kurang dalam tiga kali seminggu.

Demikian itulah beberapa jenis karya sastra yang paling diminati oleh kaum milenial yang ada saat ini. Beberapa karya sastra juga dapat meningkatkan minat milenial. Tentunya kita sebagai milenial harus mempunyai semangat untuk membaca.