Categories
Default

Sastra Populer Dari Jepang

Negara Jepang merupakan salah satu negara di kawasan Asia yang terkenal dari berbagai macam halnya. Mulai dari masyarakat, budaya, kebiasaan, hingga aneka jenis hiburan, seni  dan berbagai keunikan lainnya yang membuat pembahasan akan Jepang menjadi menarik bagi masyarakat negara lain. Telah banyak literatur membahas akan keunikan dari karya-karya yang berasal dari negara Jepang. Bidang sastra termasuk salah satu jenis yang populer dari negara Jepang. Terdapat banyak penulis terkenal yang telah berhasil menunjukkan karyanya di Jepang. Seperti apakah sastra yang populer di Jepang? Dan bagaimana sastra jenis itu menjadi populer di negeri sakura tersebut? Artikel ini akan membahas informasi lebih detail akan seputar sastra yang populer di Jepang.

1. The Changeling

Karya ini terkenal dibuat oleh seorang penulis sastra kontemporer terkenal dari Jepang yang diakui berbakat oleh negara tersebut. Ia pun berhasil memperoleh penghargaan Nobel Sastra atas kontribusinya yang diberikan di tahun 1994. Kenzaburo Oe merupakan penulis yang memiliki gaya penulisan nan unik. Keunikan gaya menulis ini dapat dilihat dari gaya penulisannya yang cukup dipengaruhi oleh sastra gaya Amerika-Perancis yang diminatinya. Literatur ini mengisahkan akan hubungan di antara dua seniman berbakat, yaitu Goro Hanawa dan Kogito Choko. Dimana sosok Goro Hanawa adalah seorang pembuat film terkenal, sedangkan Kogito Choko adalah seorang novelis berusia lanjut. Berbagai tanggapan dari pembaca literatur ini menyebutkan bahwa sosok Kogito Choko terlihat cukup menyampaikan akan diri seorang Kenzaburo Oe itu sendiri. Literatur bacaan ini dibangun menggunakan alur yang lamban namun terlihat konsisten, sehingga memberi kesan indah bagi segenap pembacanya.

Karya tulis Kenzaburo Oe yang terkenal dan berhasil mendapat nominasi ini ditulis menggunakan tata bahasa yang sederhana namun tidak menghilangkan kemewahan pada gaya tulisnya. Gaya tulis dari sosok Kenzaburo terkenal berkesan intelektual dalam strata literatur yang tinggi, namun novel ini masih tergolong menjadi bacaan yang mudah untuk dipahami. Berbagai topik mengenai pertanyaan akan makna dari kehidupan dan dan kematian banyak dibahas dalam perbincangan para tokoh di novel ini. Literatur ini juga dianggap memiliki makna yang indah karena membahas mengenai cara para tokohnya dalam memandang masa lalu dan masa depan sebagai harapan yang berusaha dijalankan melalui upaya merancang ketidakpastian tersebut. Meskipun sosok karakter yang digambarkan Kenzaburo Oe memiliki karakteristik orang Jepang dimana dalam novel ini dikisahkan melakukan aksi bunuh diri dari tokoh Goro Hanawa. Namun novel ini membahas akan upaya pemecahan masalah yang dilakukan oleh Kogito Choko dalam mencari rekaman yang dibuat oleh Goro Hanawa dan mencari tahu akan alasan tindakan tersebut dilakukan.

 

2. Colorless Tsukuru Tazaki -& His Years of Pilgrimage-

Karya tulis ini dibuat oleh Haruki Murakami di tahun 2013. Karya ini juga menjadi suatu penulisan yang dinilai baik hingga ke dunia luar. Berita New York Times memberikan nominasi karya tulis ini dinilai sebagai suatu karya terbaik yang pernah ada pada zaman tersebut. Haruki Murakami merupakan salah satu penulis yang terkenal berkat banyak buku yang diterbitkannya yang dinilai baik oleh banyak penghargaan sastra. Menjadi suatu keunikan dari kisah penulisan dari karya Haruki Murakami dalam berbagai buku yang telah ditulisnya. Segala bentuk hobi & pengalaman yang terjadi di masa lalunya diangkat menjadi suatu karakter yang diciptakan di dalam cerita. Kisah ini mengangkat akan permasalahan yang umum seperti layaknya banyak terjadi pada kisah manusia di masa kini, dimana masalah penerimaan di komunitas tertentu dan adanya perbedaan yang cukup signifikan masih seringkali dialami masyarakat modern.

 

Sosok Haruki Murakami itu sendiri terkenal sangat sering menggambarkan dengan jelas akan musik klasik Barat dalam banyak hasil karyanya. Dimana dalam novel yang satu ini, beliau mengisahkan akan kehidupan aneka manusia dengan nama yang mengacu arti dari suatu warna tertentu. Haruki Murakami memfokuskan pusat perhatiannya dalam menggambarkan sosok Tsukuru Tazaki yang hidup di lingkungan penuh warna meskipun namanya sendiri sama sekali tidak memiliki arti yang berkaitan dengan warna. Buku karya Haruki Murakami yang satu ini dinilai mengangkat kisah yang sederhana namun juga kompleks bagi pembacanya. Sehingga akibat dari topiknya ini, buku ini berhasil terjual hingga lebih dari satu juta kopi di minggu pertama kemunculannya di publik.

 

3. Kitchen

Novel ini ditulis oleh seorang penulis yang menggunakan nama pena Banana Yoshimoto di tahun 1988. Sosok penulis ini memiliki nama asli Mahoka Yoshimoto. Sosok Banana dikenal sebagai pribadi yang pendiam dan cenderung menutup dirinya dari dunia luar. Namun ia banyak membagikan kisahnya ke dalam bentuk buku yang menjadi terkenal di dunia pecinta sastra dan literatur. Bahkan kisah buku berjudul Kitchen ini pun diangkat menjadi sebuah film oleh seorang direktur film dari Hongkong bernama Yim Ho. 

Cerita ini sendiri mengisahkan akan kehidupan kelam yang dirasakan oleh sosok protagonis muda bernama Yoshimoto. Kesedihannya dilukiskan pada sosok Yoshimoto saat harus kehilangan nenek yang begitu dikasihinya di saat ia harus pindah dan tinggal bersama ibunya, orang asing baginya yang merupakan sosok transgender yang tinggal serumah dengan seorang temannya. Novel yang mengangkat tema cinta, rasa keibuan serta tragedi ini dinilai memberi tema alur cerita yang cukup dalam. Peran yang kuat dalam penggambaran sosok karakter ciptaan Yoshimoto juga memberi dampak besar bagi para pembacanya. Berbagai pesan moral yang baik juga terselip dalam kisah di novel ini, seperti untuk tetap kuat menjalani hidup sekalipun dalam kondisi yang begitu sulit.

4. Audition

Novel ini dirancang oleh seorang penulis bernama Ryu Murakami, seorang novelis dan pembuat film yang fokus mengangkat unsur-unsur seputar ketegangan psikis karakternya. Novel yang diterbitkan di tahun 1997 ini dianggap sebagai jenis karya seni baru, dimana menjadi perpaduan di antara ketergantungan akan obat-obatan, aktivitas yang mengganggu dan berbagai permasalahan hingga memberi kondisi yang tertekan secara mental. Sosok Ryu Murakami itu sendiri cukup terkenal dari novel lainnya yang berjudul In The Miso Soup. 

 

5. Never Let Go

Novel ini dirancang oleh seorang penulis Inggris berdarah Jepang yang bernama Kazuo Ishiguro. Novel ini ditulisnya pada tahun 2005. Sosok Kazuo Ishiguro ini merupakan seorang penulis pria yang telah berhasil membuktikan kualitas karya tulisnya hingga mendapatkan satu penghargaan dari empat novel pertama yang ditulisnya. Keempat karya tulis tersebut juga menjadi novel yang sangat laris penjualannya di pasaran.

Novel berjudul Never Let Me Go merupakan sebuah novel fiksi ilmiah yang bertempat di sebuah asrama sekolah sekolah yang memberlakukan aturan yang ketat. Dimana para muridnya dipaksa untuk menaati segala ketetapan tersebut. Hingga berakhir di pertemuan tiga orang anak di asrama tersebut saat mereka sudah dewasa. Novel ini menggunakan gaya percakapan seperti layaknya dialog bernada santai dan lembut. Meskipun begitu alur ceritanya juga tetap menghasilkan banyak pertanyaan yang terbenak di pikiran pembacanya seputar aneka kegagalan yang terjadi dalam hidup manusia.

 

6. Byakuya Journey Under the Midnight Sun

Novel ini ditulis oleh seorang pria bernama Keigo Higashino di tahun 1999. Ia menulis novel pertama di saat masih menjabat menjadi seorang insinyur. Namun kemudian berhenti dari profesi sebelumnya saat menerima penghargaan Edogawa Rampo, lalu melanjutkan karirnya dalam menulis novel. Genre yang menjadi kualitasnya terletak pada jenis misteri. Novel misteri yang diciptakan Keigo Higashino membahas akan topik yang sulit, namun tetap dikemasnya dalam alur yang sederhana. Cerita yang dibuatnya berfokus pada narasi serta segi psikologis dari para tokohnya.

 

Sedangkan novel ini sendiri mengangkat kisah mengenai pembunuhan yang terjadi pada sebuah toko, yang tidak bisa diidentifikasikan pelakunya hingga periode yang panjang. Cerita ini akan menantang untuk dibaca dalam kondisi pikiran yang masih segar. Di bagian cover dari novel ini juga menyebutkan salah satu karya terbaik dari Keigo Higashino lainnya, dalam judul The Devotion Suspect X.

 

7. Woman on the Other Shore

Novel ini dibuat oleh Mitsuyo Kakuta di tahun 2004. Dimana sosok Mitsuyo Kakuta berhasil memperoleh penghargaan Kaien dalam kategori penulis baru dalam tempo waktu yang sangat cepat! Ia baru lulus dari universitas tempatnya belajar dengan menerbitkan karya tulis yang berjudul Blissful Pastime. Dan tidak lama kemudian penulis satu ini juga berhasil membuktikan kualitas karya tulisnya dengan memenangkan dua macam penghargaan yaitu di ajang Naoki dengan karya Woman on the Other Shore ini, serta karya Noma Literary New Face.

Novel Woman on the Other Shore ini unggul karena mengisahkan akan penegasan akan pentingnya hidup. Khususnya bagi kalangan wanita yang mengkhawatirkan akan dunia pernikahan, mengasuh anak hingga menjadi sosok mandiri yang harus bekerja untuk dapat bertahan hidup. Kisah menyentuh yang ditulis dalam novel ini membagikan keindahan melalui upaya membagi kisah hidup seseorang kepada dunia, dan terbukti memberikan pengaruh besar bagi banyak pembaca di negara Jepang itu sendiri. Demikianlah informasi akan beberapa artikel yang mendapat rating baik karya penulis Jepang. Adakah topik atau gaya penulisan yang menarik minatmu?