Categories
Seni Sastra

Sekilas Pemahaman Dari Sastra Lama

Sebelum kalian sampai pada artikel ini, mimin sarankan untuk kalian masuk ke artikel sebelumnya. Dimana, pada artikel sebelumnya sudah menjabarkan mengenai apa itu seni sastra yang terdiri dari berbagai macam jenis seni sastranya sampai pada unsur dari seni sastra itu sendiri. Nah, dari pembahasan ini muncullah seni sastra lama dengan seni sastra baru atau modern. Yang dimana keduanya memiliki perbedaan yang jelas dari pengertian hingga pada unsur yang ada di dalamnya.

Untuk saat ini, mimin akan menjelaskan setidaknya mengenai sastra lama terlebih dahulu. Mulai dari pengertiannya, ciri-ciri dari sastra lama itu sendiri, sampai pada contoh dari sastra lama yang mudah untuk kalian pahami seketika itu juga.

Jika nantinya sudah memahami apa itu sastra lama, bagaimana ciri-cirinya, sampai pada contoh dari sastra lama itu sendiri seperti apa ? maka akan lebih lengkap kita membahas mengenai Sastra selanjutnya yakni Baru atau Modern. Yang sebenarnya masih memiliki persamaan dari segi pengertiannya sedikit, hanya saja ciri serta contoh dari sastra baru atau Modern ini pastinya akan berbeda dari yang lama. Pasalnya jika tidak memiliki perbedaan untuk apa harus di bagi menjadi beberapa pengelompokkan yang nyata.

Kalau gitu, yuk langsung saja di simak lebih lengkapnya pada artikel yang ada di bawah ini. Check on the list ya guys.

Apa Sebenarnya Itu Sastra Lama ?

Ini memnjadi salh satu pembahasan utama yang harus kalian ketahui terlebih dahulu. Dimana, karya sastra lama ini ialah sastra yang memang memiliki bentuk lisan atau adanya sastra Melayu yang memang sudah tercipta dari suatu ucapan yang ada. Sastra lama beradadi Indonesia ini sendiri waktunya itu bersamaan dengan adanya masuk agama Islam yakni sekitar abad ke 13. Untuk kalian yang ingin mengetahui, bahwasannya peninggalan sastra lama itu sendiri bisa kalian lihat dari adanya 2 bait Syair yang terdapat di batu Nisan seorang muslim yang berada di wilayah Minye Tujuh, daerah Aceh.

Ciri Apa Saja Yang Harus Di Ketahui Dari Sastra Lama ?

Dari adanya sebuah sastra, pasti tidak akan jauh dari beberapa ciri untuk kalian memudahkan mengetahui sastra lama itu sendiri. Misalnya saja seperti :

~ Terdapatnya Anonim yakni tidak di beritahukan pasal nama dari pengarangnya.

~ Biasanya terikat oleh kehidupan istana kerajaan. Dalam artian lainnya Istanasentris.

~ Memiliki sebuah tema yang memang bersifat Fantastis.

~ Terdapatnya sebuah karangan yang bentuknya itu Tradisional.

~ Adanya sebuah proses perkembangan yang statis.

~ Di dukung dengan adanya pemakaian bahasa yang Klise.

Dari hal ini pun menimbulkan beberapa contoh yang ada di dalam sastra lama itu sendiri, seperti halnya :

# Contoh : Fabel

Contoh pertama ini langsung diambil dari adanya bahasa Belanda yang memiliki arti dari cerita yang memang menggabarkan langsung mengenai hewan yang menjadi salah satu dari tokoh utamanya itu. Nah, untuk di Indonesia sendiri Fabel ini pernah dikemas dalam bentuk cerita yang berjusul “ Cerita Si Kancil “ dan beberapa cerita lainnya. Banyak sudah para sastrawan sampai pada penulis dunia yang ikut adil dalam pemanfaatan bentuk Fabel di dalam sebuah akrangannya tersebut. Untuk tokoh pengarang terkenal pada contoh ini yakni Michael de La Fontaine, yang berasal ari Perancis. Adapun penyair Sufi Fariduddin Attar dari wilayah Persia yang memang langsung menuliskan adanya sebuah karya yang memang sudah termahsurkan yaitu , Musyawarah Burung yang langsung dikemas dalam bentuk Fabel.

# Contoh : Sage

Selanjutnya ada Sage. Sekilas sage ini adalah sebuah Dongeng yang langsung menceritakan mengenai kepahlawanan, adanya keperkasaan, lalu adanya kesaktian dari raja-raja, para pangeran, atau tokokh tertentu lainnya yang ada pada cerita tersebut.

# Contoh : Mantra

Yang biasa kita dengar adalah aji-ajian, namun pada sastra ini menjadi susunan kata yang berunsurkan puisi yang memang dianggap mengandung adanya kekuatan yang gaib. Mantra ini sering untuk di gunakan oleh dukun yang memang ingin menandingi adanya kekuatan gaib. Dalam sastra masuknya adalah ( Jampi, Serapah, Tawar, Sembur, Puja, Cuca, Seru, dan juga Tangkal ). Mantra ini genrenya Lisan dan sudah dikenal oleh masyrakat melayu.

# Contoh : Gurindam

Ini menjadi salah satu bentuk dari adanya puisi melayu lama. Terdiri langsung atas 2 bait, dimana di tiap baitnya ini akan terdiri dari 2 baris kalimat dengan memiliki sebuah irama akhir yang memanglah sama, yang nantinya menjadi sebuah kesatuan utuh. Pada baris pertama ini berisikan Soal, masalah atau perjanjian. Di baris kedua berisikan jawabannya, akibat dari masalah tersebut atau sebuah perjanjian yang ada di baris pertama.

# Contoh : Pantun

Ini menjadi salah satu puisi lama yang memang sudah di kenal luas di berbagai bahasa Nusantara. Misalnya pada bahasa Jawa maka terkenalnya dengan Parikan, untuk bahasa Sunda dikenalnya Paparikan, dan di Batak sudah terkenal dengan Umpasa yang dalam pembacaan jadi Uppasa. Umumnya pantun ini akan terdiri dari 4 larik atau baris yang memang di tuliskan, dengan sajak yang ada dari pola ABAB, lalu AAAA, dan tidak boleh di pergunakannya AABB dan ABBA.dulunya untuk pantun ini terkenal dengan Lisan, akan tetapi saat ini banyak di jumpai dengan tulisan.

Selain daripada itu, pantun juga langsung terdiri dari 2 bagian yakni Sampiran dengan Isi. Untuk sampiran sendiri terdiri atas 2 baris pertama yang biasanya berkaitan dengan alam dan tidak memiliki maksud dari bagian kedua yang akan menyampaikan maksud untuk mengantarkan rima ataupun sajak. Untuk 2 baris terakhir itulah yang akan di sebut dengan Isi.

# Contoh : Syair

Dimana ini menjadi salah satu jenis pusi lama juga yang asalnya dari Persia lalu di bawa masuklah ke Nusantara bersamaan dengan kedatangannya Islam. Untuk syair sendiri berasalkan dari bahasa Arab yakni Syu’ur yang artinya itu perasaan. Dari kata inilah yang kemudian berkembang menjadi Syi’ru atau puisi pada pengertian umumnya. Syair ini sendiri masuk kedalam kesusatraan Melayu yang langsung merujuk pada pengertian dari Puisi secara umum. Namun didalam perkembangannya, sair sedikit mengalami sebuah perubahan serta adanya sebuah modifikasi menjadi khas Melayu dan juga tidak lagi mengacu kepada tradisi dari sastra syair dari Negara Arab. Utnuk penyair ini sendiri memiliki peran besar dalam pembentukan syair yang khas dari Melayu yakni Hamzah Fansuri dengan berbagai macam karyanya itu.

Sedikit yang harus kalian ketahui mengenai sastra Baru yakni, ini menjadi sebuah sastra yang memang telah di pengaruhi oleh adnaya sebuah karya sastra asing sehingga tidak memiliki lagi yang namanya keaslian itu.

Itulah setidaknya mengenai sastra lama yang harus kalian ketahui, sampai jumpa di Nex artikel mengenai sastra baru atau modern yang harus juga kalian ketahui keberadaannya tersebut ya guys.